Ada tiga sumber pemberi: si batu api, si spons dan si sarang lebah. Perbedaan mereka terletak pada cara mereka memberikan apa yang mereka miliki.
Untuk mendapatkan api dari si batu api anda harus menghantamnya keras-keras. Meskipun sudah dihantam anda hanya mendapatkan serpihan-serpihan dan percikan-percikan bunga api kecil. Batu api tidak memberikan apa-apa dengan begitu saja walaupun sebenarnya ia bisa, selain itu kalau ia mau memberi harus ada pertunjukkan besar-besaran.
Untuk mendapatkan sesuatu dari si spons, anda harus memerasnya habi-habisan. Itu sudah menjadi sifatnya. Si spons mudah menyerah terhadap tekanan, semakin ia ditekan semakin dia memberi. Sudah tentu membutuhkan orang yang selalu menekan dia.
Untuk mendapatkan sesuatu dari si sarang lebah, orang hanya perlu mengambil apa yang mengalir darinya. Si sarang lebah senang memberi, orang tidak perlu meminta-minta atau merengek-rengek padanya. Dia memberi kemanisannya dengan cuma-cuma dan dengan sukarela.
Selain itu masih ada perbedaan lain dari si sarang lebah dengan kedua sumber yang pertama. Dia memberi dari sumber yang dapat diperbaharui. Tidak seperti si batu api dan si spons, si sarang lebah terhubung pada kehidupan --- dia merupakan produk dari kerja terus-menerus dan energi kreatif.
Salah satu alasan mengapa para "pemberi sarang lebah" dapat memberi dengan cuma-cuma adalah karena mereka menyadari bahwa kehidupan mereka diisi penuh. Mereka percaya bahwa apa yang mereka berikan akan segera diganti baru.
Selama anda terhubung kepada Sumber semua pemberian, anda tidak akan pernah kering. Dia adalah seperti sumber mata air yang tak habis-habisnya. Bila anda memberi dengan cuma-cuma, anda akan menerima dengan cuma-cuma pula.
Karena itu, jadikanlah hidup anda saluran berkat bagi orang sehingga mereka dapat melihat kasih Allah dalam hidup mereka dan mereka memuliakan Tuhan.
Disarikan dari "Kisah-Kisah Rohani Pembangkit Semangat"
