Bertahun-tahun yang lalu ketika pasukan Mesir menaklukan Nubia, satu resimen tentara menyeberangi gurun Nubia bersama seorang pemandu Arab.
Mengetahui bahwa air mereka terbatas dan merasakan haus yang hebat, para tentara itu tertipu oleh penampakan danau indah di garis cakrawala. Mereka memaksa si pemandu membawa mereka ke tepian danau tersebut. Si pemandu yang mengenal gurun itu dengan baik, tahu bahwa apa yang mereka lihat hanyalah ilusi belaka. Dengan sia-sia ia memberitahu tentara-tantara itu bahwa danau itu tidak nyata. Ia tidak mau kehilangan waktu berharga dengan menyimpang dari jalur yang sudah jelas.
Kata-kata marah mulai terdengar dan pada akhirnya para tentara itu membunuh si pemandu. Saat mereka mendekati danau itu, kumpulan air yang mereka lihat makin menjauh. Pada akhirnya mereka menyadari khayalan mereka bahwa danau yang mereka lihat itu hanyalah lautan pasir belaka. “Nasi telah jadi bubur”, si pemandu mereka telah mati. Kehausan yang hebat dan keputus-asaan yang mengerikan menguasai para tentara itu. Tanpa pemandu para tentara itu bergerak tanpa arah di gurun yang bagaikan misteri bagi mereka. Tersesat dan tanpa air membuat mereka pada akhirnya tak ada satupun yang selamat.
Manusia sering bertindak seperti itu. Kita memiliki “Pemandu” yang turun ke dunia ini untuk menuntun kita mencapai keselamatan kekal. Namun godaan membuat kita hanya melihat tawaran-tawaran Iblis yang menggiurkan dan berpaling pada jalan yang sesat. Manusia akhirnya menyalibkan Si Pemandu di kayu salib dan lebih memilih Barabas sang penjahat. Yudas memilih 30 keping perak untuk menyerahkan Sang Guru, Sang Mesias yang telah bersama denganya selama sekian tahun. Ia akhirnya mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.
Tanpa Sang Pemandu kita tidak akan dapat menemukan jalan “dipadang gurun” kehidupan kita. Kita akan tersesat oleh berbagai tawaran dan godan dunia ini sehingga membuat kita berjalan tanpa tujuan yang benar dan putus asa. Hanya Tuhan satu-satunya Pemandu kita. FirmanNya adalah pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Jangalah membuang Sang Pemandu anda. Serahkanlah diri anda untuk dipimpin olehNya. Dia akan memberikan Roh KudusNya untuk memimpin anda dalam melewati padang gurun kehidupan anda.
