Ada suatu cerita tentang seorang wanita Wales yg tinggal di suatu lembah terpencil. Dia berusaha keras agar listrik dipasang di rumahnya. Namun sesudah sebulan mereka memperhatikan bahwa Ia hampir tidak menggunakan listrik sama sekali. Kenyataannya ia menggunakan lampu teplok. Perusahaan listrik mengirimkan pembaca meter untuk mengecek masalahnya. Orang ini mengetuk pintunya dan berkata, “Kami melihat angka meteran anda. Tidakah anda menggunakan listrik?” “ Oh ya” kata wanita ini. “ Saya menghidupkannya setiap malam namun hanya agar saya dapat menyalakan lampu teplok saya, sesudah itu saya mematikannya lagi.”
Sama seperti kita manusia. Kita sering mengandalkan Tuhan hanya sebentar-sebentar saja. Tuhan selalu bersedia menolong kita setiap saat, namun kita lebih suka menggunakan cara-cara kita. Tuhan ingin hidup kita berkembang kearah yang lebih tinggi, namun kita terus saja mempertahankan kebiasaan-kebiasaan lama kita, hidup dalam kegelapan.
Kita memiliki “Sumber Listrik” yang tak putus-putus yang memberikan cahaya kehidupan kepada kita siang dan malam, namun kita sering cenderung menggunakan cahaya lampu teplok remang-remang kita sehingga hidup kita tak pernah mencapai potensi kita yang sebenarnya. Tuhan menciptakan kita untuk suatu tujuan yang besar, tetapi kita sering hanya mengambil peranan-peranan kecil karena tidak mau mengambil resiko. Kita kuatir dengan ongkos kehidupan yang harus kita tanggung. Kita kuatir dengan beban kehidupan yang harus kita tanggung. Ini membuat hidup kita tak pernah bergerak dari situ-situ saja.
Datanglah kepada Tuhan dan manfaatkan pertolonganNya yang akan membawa kita terbang tinggi mencapai awan dan bukan hidup yang tak mengahsilkan apa-apa.
