Bulan Desember ini kita bersiap-siap untuk menyambut Natal. Natal adalah suatu peristiwa yang besar dalam hidup orang percaya karena Allah bersedia menyerahkan Anaknya untuk turun ke bumi ini, lahir dalam rupa manusia, menderita karena dosa-dosa manusia dan mati untuk menebus manusia.
Yesus merupakan Anak Domba Allah yang diserahkan untuk disembelih akibat dosa-dosa kita.Yesus menandai kesedian Allah menyerahkan milikNya yang paling berharga untuk manusia.
Dalam kehidupan kita manusia, pernahkan kita memiliki kesadaran yang sama untuk menawarkan kepada sesama kita yang berkekurangan sebagian dari keberadaan kita? Ada banyak hal yang bisa kita tawarkan kepada sesama kita, bukan sekedar uang.
Kita sering mengasosiakan bantuan kepada orang lain dengan uang. Itu tidak selalu begitu. Tidak semua orang membutuhkan uang. Ada banyak orang yang membutuhkan hal-hal lain dari kita. Kita dapat menyediakan sebagian waktu kita untuk menghibur mereka yang dalam kesedihan. Kehadiran kita di tengah-tengah mereka mungkin akan dapat mengurangi kesedihan mereka. Mungkin ada orang yang membutuhkan senyuman kita, pegawai di kantor kita, teman-teman kita sangat mendambakan sentuhan kegembiraan dari kita untuk membuat suasana persahabatan yang baik. Mungkin ada orang yang membutuhkan pelukan anda, ciuman kasih sayang anda. Anak-anak, isteri atau orangtua kita mungkin sangat mendambakan uluran tangan anda, pelukan anda atau ciuman anda yang jarang anda berikan kepada mereka. Anda mungkin memiliki suara yang bagus untuk dibagikan kepada orang lain. Nyanyian anda mungkin dapat dipakai oleh Tuhan untuk menyembuhkan mereka yang sakit, atau menguatkan mereka yang berada dalam kesedihan.
Pada tanggal 17 Oktober 1995 lahir dua anak kembar perempuan bernama Kyrie dan Brielle di rumah sakit Central Massachusetts, Worcester. Kedua anak ini lahir 12 minggu sebelum waktunya dan sudah merupakan aturan rumah sakit untuk menempatkan mereka pada inkubator terpisah untuk menghindari infeksi.
Kyrie sang kakak yang memiliki berat 1,5 Kg dengan cepat bertambah berat dan tidur dengan nyenyak. Tetapi Brielle yang hanya memiliki berat 1 Kg pada saat lahir tidak seperti kakaknya, ia mengalami kesulitan detak jantung. Level oksigen dalam darahnya rendah, dan pertambahan beratnya rendah
Tiba-tiba pada tanggal 12 Nopember, Brielle mengalami kondisi kritis. Dia mulai sulit bernafas, dan muka, tangan serta kakinya berubah abu-kebiru-biruan. Detak jantungnya meningkat, dan menunjukkan tanda-tanda tubuhnya mengalami stres. Orangtuanya mengawasi dengan perasaan takut dan mengira dia mungkin akan meninggal.
Perawat berusaha untuk menstabilkan kondisi Brielle, namun semua usahanya sia-sia dan keadaannya makin bertambah buruk. Perawat jaga bernama Gayle Kasparian kemudian teringat bahwa teman-temannya pernah bercerita bahwa sudah menjadi kebiasaan umum di Eropa, namun tak pernah diikuti di AS, bahwa bayi kembar prematur memiliki tempat tidur dobel.
Suster kepala saat itu sedang mengikuti konferensi, sehingga Gayle mengambil resiko untuk memindahkan Brielle ke tempat tidur kakaknya Kyrie. Hal ini disetujui oleh kedua orangtua anak-anak ini dan mereka mengawasi dengan penuh perhatian.
Belum lama sesudah pintu inkubator ditutup, Kyrie mengulur tangannya memeluk adiknya dan dalam waktu beberapa menit Brielle menjadi tenang dan level oksigen dalam darahnya menjadi sangat baik sekali.
Seringkali tanpa kita sadari Tuhan menggunakan apa yang kita miliki untuk mendatangkan mujisat di tengah-tengah kita. Hanya dibutuhkan kesediaan kita untuk menawarkan apa yang kita miliki. Memberikan apa yang kita miliki tidak selalu harus dengan materi. Kita memiliki banyak hal yang dapat kita bagikan untuk orang lain. Ketika kita mulai menyediakan hati kita untuk membagi kepada orang lain, maka akan terbuka banyak hal yang dapat dibagikan, dan itu tidak selalu berupa materi.
Ada sesuatu yang baik dalam membagi adalah bahwa ketika kita membagi apa yang kita miliki, kita akan menerima itu kembali dengan berlimpah-limpah. Ketika kita membagi kebahagian kita dengan orang lain, kita menerima kembali kebahagian kita dengan berlimpah-limpah. Ketika kita bersedia membagi kehormatan kita dengan orang lain dengan bersedia menghormati mereka, kita menerima penghormatan yang jauh lebih besar lagi. Ketika kita bersedia membagi kekayaan kita dengan orang lain, kita akan menerima kekayaan yang jauh lebih besar lagi.
Kita memanen apa yang kita tabur. Ketika kita menabur hanya sedikit, maka hanya sedikit pula yang kita terima kembali. Orang yang menabur banyak, ia akan menerima kembali berlimpah-limpah. Namun siapa yang menabur kejahatan ia akan menuai kematian.
Dalam Alkitab kita banyak belajar dari orang-orang yang bersedia membagi apa yang mereka miliki dengan orang lain. Seorang anak kecil bersedia memberikan roti dan ikan kepada Yesus sehingga banyak orang kelaparan bisa dikenyangkan. Seorang janda miskin bersedia memberikan makan kepada Elia dari apa yang hanya tersedia untuk dia dan anaknya sekali makan, dan ia menerima kembali berlimpah-limpah sepanjang tahun-tahun kelaparan.
Tuhan memiliki cara tersendiri untuk menilai manusia. Di atas semua itu Tuhan menilai hati manusia, hati yang tahu menghormati Dia dan menghargai manusia lainnya. Ketika kita beriman kepadaNya dengan mempraktekkan hukum-hukum kasihNya, maka berkat akan dicurahkan dengan berlimpah kedalam hidup kita.
