Kebanyakan dari kita sering meragukan bahwa Tuhan itu baik. Kita sering mempertanyakan kebesaran hati Allah. Ditengah penderitaan hidup kita sehari-hari kita sering mempertanyakan keberadaan Tuhan. Kita mempertanyakan otoritas Tuhan atas segala bencana yang menimpa kita. Masih adakah Tuhan? Mengapa bencana demi bencana, kesulitan demi kesulitan, penderitaan demi penderitaan silih berganti menimpa hidup kita?

Alkitab memberi kesaksian atas berbagai kebaikan Tuhan baik terhadap bangsa, negara, maupun terhdap individu, orang per orang. Alkitab menceritakan berbagai kebaikan Tuhan terhadap orang-orang yang mengasihiNya. Ada banyak sekali ayat atau pasal yang menceritakan hal tersebut sebagai kesaksian atas kebaikan Tuhan dalam hidup mereka. Beberapa dari ayat-ayat di dalam Alkitab yang mengatakan Tuhan itu baik saya kutipkan sbb:
Nahum 1:7 TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya; Mazmur 86:5 Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu. Mazmur 103:8 TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Mazmur 135:3 Pujilah TUHAN, sebab TUHAN itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah!

Pertanyaannya adalah mengapa ada sebagian orang merasakan kebaikan Tuhan sedangkan sebagian lagi tak merasakan hal tersebut. Di dalam ayat-ayat di atas dikatakan bahwa Tuhan itu baik. Namun Ia baik kepada orang-orang yang mengenalNya, yang mau berseru kepadaNya dan mau berlindung kepadaNya. Tidak semua orang merasakan kasih sayang Tuhan. Tidak semua orang merasakan kebaikan Tuhan karena mereka tidak mau datang kepadaNya. Mereka tidak mau berseru dan memohon kepadaNya. Yesus berkata: "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” (Matius 7:7-8).

Selain mencari dan berlindung kepada Tuhan, pertanyaan berikut yang menyangkut kebaikan Tuhan adalah apa yang kita minta dari Tuhan? Apakah permintaan kita itu sejalan dengan kehendak Tuhan, sejalan dengan kodrat Tuhan yang suci dan agung?

Sebagai manusia kita sering meminta sesuatu hanya menurut kehendak kita sendiri. Kita bagaikan anak kecil yang sering merengek-rengek menuntut sesuatu dari orangtuanya, tanpa kita sadar apakah permintaan kita itu baik atau tidak. Tuhan tidak selalu memberikan sesuai dengan pemintaan kita. Tuhan selalu memberikan yang terbaik bagi kita dan bukan mengabulkan berdasarkan kehendak kita. Tuhan mengetahui hal-hal yang terbaik untuk kita. Jalan-jalanNya adalah jalan-jalan kebaikan dan keselamatan dan bukan jalan-jalan kebinasaan. Oleh karena itu tidak selalu Tuhan mengabulkan doa kita berdasarkan permintaan kita tetapi berdasarkan atas kebaikan kita.

Tuhan itu baik karena ia mendatangkan dan merencanakan segala sesuatu untuk kebaikan kita. Segala apa yang terjadi semua itu terjadi dalam kerangka rencana Tuhan untuk mendatangkan kebaikan dan kemuliaan namaNya. Asal kita percaya dan tetap bersandar kepadaNya sampai rencana itu terwujud, maka kita akan melihat hasilnya.

Nama Tuhan itu identik dengan kebaikan, kesucian, dan keagungan. Itu artinya segala sesuatu yang ia berikan, pada akhirnya menunjukkan kebesaran dan keagungan namaNya itu. Tak pernah ada sesuatu yang diberikan Tuhan yang pada akhirnya mendatangkan kecelakaan dan kebinasaan bagi kita. Karena rancangan Tuhan adalah rancangan keselamatan, rancangan damai sejahtera.

Tuhan merancangkan kebaikan untuk kita manusia, meskipun untuk itu Ia harus berkorban sangat besar melalui pengorbanan AnakNya di kayu salib. Ia adalah Tuhan yang tidak segan-segan mengorbankan diriNya hanya untuk kita agar kita dapat hidup dalam kemenangan.

Persoalannya adalah apakah kita mau sabar menunggu atau tidak? Banyak orang tidak sabar untuk menunggu rencana Tuhan itu terwujud. Mereka meminta dan menginginkan permintaan mereka itu terjadi secara instant.

Semua rencana Tuhan selalu terjadi menurut waktu Tuhan. Karena Tuhan mempersiapkan semua itu terjadi pada waktunya. Segala sesuatu selalu memiliki urut-urutannya, memiliki prosesnya untuk mempersiapkan kita menerima kebahagiaan itu. Tanpa proses itu sendiri, kita tak mampu menikmati, tak mampu merasakan pemberian Tuhan tersebut.

Yusuf sabar menunggu rencana Tuhan bagi dirinya. Pada waktu ia masih muda, Tuhan memberikan dia mimpi bahwa suatu ketika ia akan menjadi seorang pemimpin besar bahkan Ayah dan saudara-saudaranya datang menyembah dia. Namun proses selanjutnya sangat panjang, berliku-liku, dan penuh dengan penderitaan. Proses itu dibutuhkan untuk mempersiapkan Yusuf menjadi orang yang rendah hati, yang mampu mengampuni, dan yang selalu sabar dan percaya kepada Tuhan. Tanpa proses itu, mungkin tak ada pengampunan bagi saudara-saudaranya yang telah bertindak jahat kepadanya. Tanpa pengampunan Yusuf mungkin keluarga Yakub tak pernah tumbuh menjadi bangsa yang besar. Tuhan bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang bersandar kepadanya.

Kalau Tuhan bekerja Ia tidak memberikan kita setengah-setengah, tetapi Ia merancang kepada kita sesuatu yang baik dan besar bagi kita, sesuatu yang akan selalu dikenang ketika pada akhirnya ketika kita sampai di tujuan kita dan menengok kebelakang baru kita menyadari jalan-jalan Tuhan itu.

Semua Baik

Dari semula
Tlah Kau tetapkan
Hidupku dalam tangan-Mu
Dalam rencana-Mu Tuhan

Rencana indah
Tlah Kau siapkan
Bagi masa depanku
Yang penuh harapan

Smua baik, smua baik
Apa yang tlah Kau perbuat di dalam hidupku
Smua baik sungguh teramat baik
Kau jadikan hidupku bererti

(lagu rohani)