Search blog.co.uk

Posts archive for: March, 2009
  • Dimana Loyalitas Tertinggi Anda

    Dalam Kejadian 22:2 dikisahkan bahwa Firman Tuhan datang kepada Abraham katanya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."

    Abraham hanya memiliki satu anak kandung sebagai ahli waris dari iterinya Sara. Anak perjanjian ini didapat setelah ia menunggu bertahun-tahun lamanya sampai ketika isterinya Sara telah menjadi sangat tua. Namun ketika anak kesayangannya ini baru mulai agak besar, Abraham diperhadapkan dengan suatu ujian, ujian ketaatan, ujian yang menyangkut loyalitas dia kepada Tuhan.

    Mengapa ujian ini diberikan Tuhan kepada Abraham? Kita tidak tahu dengan pasti. Kita dapat saja mereka-reka maksud Tuhan. Namun yang jelas tak ada berkat tanpa ujian, tak ada kesuksesan tanpa kesulitan dan tantangan, tak ada keberhasilan tanpa penderitaan.

    Tuhan melakukan ujian ketaatan kepada Abraham disaat Abraham makin menyayangi putra satu-satunya, ahli waris satu-satunya, putra tunggal satu-satunya. Ujian Tuhan kepada Abraham adalah ujian mengenai dimana nilai-nilai tertinggi Abraham diletakkan, dimana hati Abraham dipertaruhkan. Hal ini seperti kata Yesus dalam Matius 6:21: Karena dimana hartamu, di situ juga hatimu.” Yesus mengatakan lagi dalam Matius 6:24:” Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

    Banyak orang mungkin awalnya sangat mencintai Tuhan, mereka bersandar kepada Tuhan pada saat mereka masih muda, pada saat mereka masih belum memiliki apa-apa. Namun ketika mereka telah sukses, telah memiliki kekayaan atau kekuasaan mereka kemudian menjadi lupa akan Tuhan dan bersandar kepada kemampuan mereka, pada kekayaan atau kekuasaan mereka. Dalam Alkitab kita melihat contoh-contoh orang seperti Raja Saul, yang awalnya seorang yang taat akan Tuhan, namun ketika sudah menjad raja, ia berubah dan bersandar pada dirinya sendiri. Salomo awalnya seorang raja yang baik. Ia meminta hikmat dari Tuhan untuk memimpin bangsanya. Tuhan memberikan kepadanya bukan hanya hikmat tetapi kekayaan dan kebesaran. Namun sesudah ia menjadi sangat mulia, ia mulai tergantung pada kebijaksanaannya sendiri, ia lebih condong menyenangkan hati isteri-isterinya yang banyak dari pada menyenangkan hati Tuhan, ia tidak lagi mengandalkan Tuhan.

    Ujian kepada Abraham menunjukkan apa yang ia dahulukan, apa yang ia prioritaskan, yang ia junjung tinggi dalam kehidupan di dunia, apakah nilai-nilai Tuhan, apakah prinsip-prinsip Tuhan, ajaran-ajaran Tuhan, perintah-perintah Tuhan, ataukah keinginan dirinya sendiri, kehendak diri sendiri, atau kebutuhan diri sendiri.

    Tuhan menginginkan kita untuk lebih menjunjung tinggi Dia dan segala perintah-perintahNya, segala kehendakNya, termasuk di dalamnya mengasihi sesama orang lain, dan bukan hanya melihat kepentingan diri kita sendiri, ego kita sendiri.

    Allah mengasihi kita. Ia selalu menolong kita dan memimpin hidup kita. Namun Ia menginginkan kita hidup dalam ketaatan kepadaNya, mengasihi Dia jauh melampaui kepentingan kita. Ia meminta kita melepaskan perhatian kita dari fokus pada diri kita sendiri dan hanya tertuju pada apa yang menjadi kehendakNya.

    Ujian kepada Abraham sebenarnya mengacu pada kasih Allah kepada manusia. Allah yang sangat berkuasa atas segala sesuatu tak pernah mementingkan diriNya sendiri, tetapi Ia memperhatikan kepentingan manusia, Ia mengetahui ketidakmampuan manusia, tangisan dan jeritan manusia. Allah tersentuh hatinya, Ia tergerak melihat ketidakberdayaan manusia dalam jeratan dosa, dalam penindasan, dalam kesulitan yang berteriak dengan penuh keputusasaan kepadaNya.

    Allah mendengar jeritan penindasan bangsa Israel di Mesir dan menolong mereka. Ia mendengar jeritan mereka dalam pembuangan mereka, dan Ia berkenan menolong mereka. Ia juga mendengar jeritan jiwa kita yang berada dalam jeratan dan penindasan dosa, dan Ia mengirimkan AnakNya untuk berkorban bagi kita.

    Allah mengesampingkan semua kepentinganNya, Ia lebih mengasihi manusia sehingga Ia rela berkorban, Ia rela menyerahkan AnakNya untuk berkorban bagi penyelamatan manusia. Bukan berarti Allah tidak sayang kepada Yesus, Ia sangat mengasihi Yesus, AnakNya yang tunggal. Dalam Matius 3:17 Allah berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."

    Pertanyaannya saat ini adalah kepada siapa anda menaruh prioritas tertinggi anda, kepada apa dan siapa loyalitas anda diberikan, apakah kepada manusia, kekuasaan, keluarga, uang, atau kehendak anda sendiri. Tuhan Yesus menolong anda. Amin.

  • Menjadi Makin Sempurna

    Yakobus 1:1-4: 1:2. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

    Tak ada emas murni tanpa proses pembakaran. Tak ada keramik yang indah tanpa dibakar dalam tanur. Tak ada anggur tanpa proses pemerasan. Tak ada kesuksesan tanpa kesulitan.

    Segala yang baik, segala yang indah, segala yang manis semuanya dicapai sesudah suatu proses yang penuh kesulitan, penuh rintangan, penuh dengan tekanan, dan ujian.

    Tak ada kesuksesan yang didapat dengan gampang. Hanya melalui suatu pencobaan, suatu ujian, suatu perjuangan atau suatu kesulitan, dapatlah orang mencapai kesuksesannya.

    Kesukaran, kesulitan, atau perjuangan berat bukanlah suatu hasil akhir, tetapi suatu proses untuk menghasilkan hasil akhir kepada setiap orang. Tanpa proses ini, tak ada kesuksesan.

    Makin berat suatu perjuangan,kesulitan atau kesukaran, menunjukkan tanda bahwa kesuksesan yang kita inginkan itu memiliki tingkatan yang lebih besar bagi kita, arti yang lebih baik dari kesuksesan lain yang kita dapatkan dengan mudah.

    Di dalam Yakobus 1:1-4, Yakobus menasehatkan kita untuk melihat kesukaran kita, kesulitan atau pencobaan kita dari perspektif suatu proses menjadi sempurna sehingga oleh karenanya bila kita berada dalam suatu kesulitan, kesukaran, atau suatu pencobaan, kita perlu berbahagia.

    Sebagai orang kristen, pencobaan terhadap iman kita perlu kita jalani dengan penuh sukacita, karena ujian atau pencobaan seperti itu akan mendidik kita, mengajarkan ketekunan kepada kita, dan melatih kita untuk menjadi lebih baik, lebih kuat dan lebih mendekati sempurna dalam Kristus.

    Iman kita tak akan pernah bertumbuh menjadi dewasa bila tak pernah diperhadapkan dengan ujian atau kesulitan. Iman yang tak pernah mengalami ujian adalah iman yang kanak-kanak.

    Tuhan menginginkan kita berkembang, tumbuh menjadi dewasa dalam Dia. Untuk itu Tuhan mengijinkan kesulitan dan pencobaan datang menimpa kita. Namun semua ujian, semua pencobaan atau beban yang harus kita pikul, tak akan pernah melampaui kemampuan kita. Tuhan tahu kemampuan kita dan Dia tak pernah mengijinkan apa yang terjadi pada kita melampaui kemampuan kita.

    Dalam pemahaman yang seperti itulah maka Yakobus meminta kita untuk berbahagia.

    Paulus bahkan mengatakan dalam Filipi:4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

    Paulus menasehatkan kita untuk selalu bersukacita terutama bersukacita dalam Tuhan, apapun yang sedang kita hadapi, apapun yang sedang menimpa kita, kita patut bersukacita dalam Tuhan.

    Kesulitan dan kesukaran memang tidak akan pernah hilang dari kehidupan kita manusia di dunia ini. Sepanjang perjalanan kehidupan kita di atas dunia ini, kita akan diterpa dengan berbagai pencobaan, kesulitan dan kesukaran. Namun hanya orang-orang dalam Kristus saja, yang tetap tekun dalam Tuhan, yang akan terus maju sampai mencapai kemenangan. Amin

  • Yesus Adalah Terang Dunia

    Cahaya adalah suatu fenomena yang sangat unik dan penting dalam kehidupan kita manusia. Cahaya memberikan terang pada kegelapan. Cahaya dapat mengatasi kegelapan, tetapi kegelapan tak dapat menutupi terang. Ketika cahaya muncul, maka kegelapan langsung lenyap, namun kegelapan muncul tak dapat mengatasi terang. Saat anda menghidupkan lampu dirumah anda, maka kegelapan kamar anda langsung lenyap.

    Anda bisa menutupi cahaya, tetapi anda tidak dapat menghalangi terang dengan kegelapan. Sekecil apapun cahaya, ia akan langsung bersinar dalam kegelapan, namun betapapun besar kegelapan tak mampu dengan sendirinya mengatasi terang.

    Cahaya merupakan sumber kehidupan bagi makluk hidup di samping air. Dalam proses fotosintesis, tumbuh-tumbuhan maupun bakteri mengubah energi matahari menjadi energi kimia dan menyimpan energi itu dalam ikatan gula. Dikatakan fotosintesis, karena cahaya disintesa kedalam makluk hidup, dan menjadi sumber kekuatan, sumber energi, atau sumber kehidupan. Tanpa adanya cahaya matahari, maka tak ada proses fotosintensis sehingga tak ada kehidupan. Cahaya membawa kehidupan bagi makluk hidup.

    Keunikan lain dari cahaya adalah bahwa ia memiliki kecepatan yang terbesar dan konstan, melampaui semua kecepatan lain. Kecepatan cahaya sekitar 300.000 km/detik. Keunikan dari kecepatan seperti ini menyebakan semua kecepatan menjadi relatif terhadap kecepatan cahaya itu sendiri.

    Sebagai contoh bila dua mobil saling mendekati dengan kecepatan 50 km/jam, maka bila anda berada pada salah satu mobil tersebut anda akan merasakan perbedaan kecepataan mobil anda relatif terhadap mobil yang lain sebesar 50+50 = 100km/jam. Bila mobil anda berjalan seiring dengan mobil teman anda dan masing-masing memiliki kecepatan 50 km/jam, maka kecepatan relatif mobil anda dengan mobil teman anda nol.

    Namun bila kecepatan mobil anda dan mobil teman anda meningkat menjadi sama dengan kecepatan cahaya, maka ketika kedua mobil berpapasan kecepatan mobil anda relatif terhadap mobil teman anda tidak lagi (300.000+300.000) = 600.000 km/detik tetapi tetap 300.000km/detik.

    Ketika kecepatan mendekati kecepatan cahaya, relativitas kecepatan menjadi berkurang, karena kecepatan menjadi konstan, sedangkan yang berubah adalah waktu. Waktu makin lama menjadi makin berkurang, sehingga pada saat kecepatan menjadi sama dengan kecepatan cahaya waktu menjadi nol, alias tak ada waktu atau kekal.

    Selain itu tak ada perbedaan kecepatan antara berbagai jenis cahaya, semua cahaya memiliki kecepatan sama dengan dengan kecepatan cahaya itu sendiri.

    Melihat ciri-ciri unik dari cahaya itu, maka kita dapat mengerti mengapa Yesus mengatakan dalam Yohanes 8:12 "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."

    Yesus memang adalah sumber terang itu sendiri. Ia yang memberikan terang yang mengatasi kegelapan, karena Ia telah mengalahkan kegelapan melalui kematian dan kebangkitanNya.

    Yesus adalah terang dunia, karena Ia yang memberikan kehidupan kekal. Ketika kita bersama Yesus kita menjadi serupa dengan Yesus, Sang Cahaya, Sang Terang itu sendiri, kecepatan kita menjadi sama dengan Yesus, sehingga tak ada waktu yang mengatasi kita, kita menjadi kekal di dalam kekekalanNya.

    Ketika Allah menjadikan alam semesta ini Allah menjadikan terlebih dulu terang, karena alam semesta pada saat itu berada dalam kegelapan. Terang mengatasi kegelapan, tetapi kegelapan tak dapat mengatasi terang. Terang membawa kehidupan sama seperti tumbuhan-tumbuhan dan makluk hidup membutuhkan cahaya untuk hidup.

    Yesus itu adalah Sang Terang, Ia adalah Firman yang bersama-sama dengan Allah ketika dunia ini diciptakan. Melalui Yesus, segala sesuatu itu diciptakan, tanpa Dia tak ada sesuatu yang terjadi. Yohanes 1:1-5 mengatakan: “1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. 1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. 1:5. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. “

  • Tak Ada Yang Mustahil Bagi Tuhan

    Seringkali kita meragukan kuasa Tuhan dalam hidup kita. Kita segan datang meminta sesuatu kepada Tuhan. Kalau sampai kita berdoa memohon sesuatu kepada Tuhan, namun di dalam hati kita ada keraguan, ada kesangsian, tidak memiliki sesuatu keyakinan bahwa hal-hal yang kita mohonkan pada Tuhan itu akan kita dapatkan.

    Apa artinya doa kita, apa artinya permohonkan kita, apa artinya iman kita kepada Tuhan, kalau kita tidak memiliki keyakinan akan kuasa Tuhan, tidak memiliki kepastian bahwa Tuhan akan memberikan kepada kita permohonan kita.

    Kalau kita berdoa tetapi hati kita meragukan kuasa Tuhan atas diri kita, atas kesulitan kita, atas segala sesuatu yang ada di dunia ini, maka kita sebenarnya tidak mengenal siapa Tuhan kita, betapa besar dan hebatnya kekuasaanNya. Tuhan kita adalah pencipta alam semesta ini, Ia berkuasa atas segala sesuatu dan tak ada sesuatu yang dapat terjadi tanpa ijinNya.

    Tuhan dapat melakukan apa saja, Dia dapat menggunakan orang-orang kecil untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar untuk mempermalukan orang-orang besar yang merasa diri mereka hebat. Ia dapat menggunakan cara-cara sederhana dan sepele untuk menyelesaikan masalah-masalah besar, menghapus gunung-gunung kesulitan kita bagaikan debu diterbangkan angin.

    Tuhan menurunkan roti dari surga untuk memberi makan sekitar 2 juta orang Israel di padang gurun selama 40 tahun tanpa henti.

    Yoshua meminta Tuhan menahan terbenamnya matahari sampai orang Israel mengalahkan musuh-musuhnya. Tuhan juga merubuhkan tembok-tembok kota Yericho yang terkenal sangat kuat hanya dengan tiupan terompet.

    Tuhan hanya menggunakan 300 tentara Gideon untuk mengalahkan ratusan ribu tentara Midian dan Amalek (Hakim-Hakim 6 dan 7).

    Tuhan membuat Yusuf diangkat menjadi wakil raja di Mesir, negara superpower pada saat itu, walaupun ia hanya seorang asing dan narapidana.

    Tuhan melindungi Daniel dalam gua singa dan teman-temannya, Zadrach, Mesakh dan Abednego dari tanur api yang dipanaskan sampai tujuh kali.

    Tuhan menggunakan Daud untuk mengalahkan Goliat hanya dengan sebutir batu kecil, agar semua orang besar dan kuat di Israel melihat siapa Tuhan itu.

    Yesus hanya menggunakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan 5000 orang (Matius 14:13-21).

    Yesus mengubah air menjadi anggur dalam pesta perkawinan di Kana.

    Adakah sesuatu yang terlalu besar untuk dilakukan Tuhan? Adakah sesuatu yang terlalu berat untuk dilakukan Tuhan? Adakah sesuatu yang terlalu mulia untuk diberikan Tuhan kepada kita anak-anakNya? Adakah yang terlalu kecil untuk dipakai oleh Tuhan?

    Kalau kita melihat murid-murid Yesus, mereka hanyalah para nelayan, bukan orang terpelajar seperti Paulus, Namun Tuhan menggunakan mereka sebagai RasulNya untuk memberitakan InjilNya.

    Kalau kita melihat kepada Paulus, ia adalah seorang penjahat, seorang pembunuh, yang menangkap orang-orang percaya dan membunuh mereka. Namun Tuhan mau mengampuninya dan menggunakannya sebagai alat dalam pemberitaan InjilNya.

    Tak ada sesuatu yang mustahil bagi Tuhan (Lukas 1:37). Selama kita menaruh percaya kepadaNYa, maka kita akan melihat mujizatNya terjadi dalam kehidupan kita.

    Yesus berkata, bila kita percaya dan tak ada kesangsian dalam diri kita, maka kita dapat berkata kepada gunung untuk pindah ke laut, dan itu akan terjadi. Hanya dibutuhkan iman sebesar butir sesawi yang kecil, maka mujizat itu akan terjadi. Tak ada gunung kesulitan yang dapat mengalahkan kita. Tak ada raksasa Goliat yang dapat melawan kita kalau Tuhan bersama kita.

    Tuhan itu baik, dan sangat sayang kepada orang-orang yang bersandar kepadaNya. Bagaikan Bapak sayang kepada anak-anakNya, begitu juga Tuhan sangat sayang kepada orang-orang yang percaya kepadaNYa.

    Bila anda ingin hidup anda menerima mujizat dan kasih Tuhan, datanglah dan bersandar kepada Dia. Hanya Tuhan yang mengasihi anda ketika semua yang anda harapkan mungkin telah pergi meninggalkan anda. Hanya Tuhan yang masih tersisa bagi anda ketika semua yang anda miliki mungkin telah lenyap.

    Tuhan itu baik bila ia menjadi teman anda, tetapi akan menjadi lawan yang sangat dahsyat dan mengerikan bila Ia menjadi musuh anda.

    Carilah dan sembahlah Dia. Muliakan Dia dalam seluruh hidup anda, maka Dia akan memuliakan anda dalam kehidupan anda dan dalam kerajaanNya di surga. Tuhan memberkati anda sekalian. Amin.

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.