Yakobus 1:1-4: 1:2. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, 1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.

Tak ada emas murni tanpa proses pembakaran. Tak ada keramik yang indah tanpa dibakar dalam tanur. Tak ada anggur tanpa proses pemerasan. Tak ada kesuksesan tanpa kesulitan.

Segala yang baik, segala yang indah, segala yang manis semuanya dicapai sesudah suatu proses yang penuh kesulitan, penuh rintangan, penuh dengan tekanan, dan ujian.

Tak ada kesuksesan yang didapat dengan gampang. Hanya melalui suatu pencobaan, suatu ujian, suatu perjuangan atau suatu kesulitan, dapatlah orang mencapai kesuksesannya.

Kesukaran, kesulitan, atau perjuangan berat bukanlah suatu hasil akhir, tetapi suatu proses untuk menghasilkan hasil akhir kepada setiap orang. Tanpa proses ini, tak ada kesuksesan.

Makin berat suatu perjuangan,kesulitan atau kesukaran, menunjukkan tanda bahwa kesuksesan yang kita inginkan itu memiliki tingkatan yang lebih besar bagi kita, arti yang lebih baik dari kesuksesan lain yang kita dapatkan dengan mudah.

Di dalam Yakobus 1:1-4, Yakobus menasehatkan kita untuk melihat kesukaran kita, kesulitan atau pencobaan kita dari perspektif suatu proses menjadi sempurna sehingga oleh karenanya bila kita berada dalam suatu kesulitan, kesukaran, atau suatu pencobaan, kita perlu berbahagia.

Sebagai orang kristen, pencobaan terhadap iman kita perlu kita jalani dengan penuh sukacita, karena ujian atau pencobaan seperti itu akan mendidik kita, mengajarkan ketekunan kepada kita, dan melatih kita untuk menjadi lebih baik, lebih kuat dan lebih mendekati sempurna dalam Kristus.

Iman kita tak akan pernah bertumbuh menjadi dewasa bila tak pernah diperhadapkan dengan ujian atau kesulitan. Iman yang tak pernah mengalami ujian adalah iman yang kanak-kanak.

Tuhan menginginkan kita berkembang, tumbuh menjadi dewasa dalam Dia. Untuk itu Tuhan mengijinkan kesulitan dan pencobaan datang menimpa kita. Namun semua ujian, semua pencobaan atau beban yang harus kita pikul, tak akan pernah melampaui kemampuan kita. Tuhan tahu kemampuan kita dan Dia tak pernah mengijinkan apa yang terjadi pada kita melampaui kemampuan kita.

Dalam pemahaman yang seperti itulah maka Yakobus meminta kita untuk berbahagia.

Paulus bahkan mengatakan dalam Filipi:4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!

Paulus menasehatkan kita untuk selalu bersukacita terutama bersukacita dalam Tuhan, apapun yang sedang kita hadapi, apapun yang sedang menimpa kita, kita patut bersukacita dalam Tuhan.

Kesulitan dan kesukaran memang tidak akan pernah hilang dari kehidupan kita manusia di dunia ini. Sepanjang perjalanan kehidupan kita di atas dunia ini, kita akan diterpa dengan berbagai pencobaan, kesulitan dan kesukaran. Namun hanya orang-orang dalam Kristus saja, yang tetap tekun dalam Tuhan, yang akan terus maju sampai mencapai kemenangan. Amin