Mazmur 32:8: Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.
Sebagai orang yang tidak mengenal jalan di kota Bandung, saya dan beberapa teman pernah tersesat saat mencari jalan keluar kearah Jakarta. Jalan di kota ini hampir semuanya bersifat satu arah dan kadang macet. Sesudah lama berputar-putar dan bingung, kami menelpon seorang teman untuk meminta petunjuk bagaimana kami bisa mencapai jalan ke Jakarta yang benar.
Begitu juga dengan kehidupan kita, mencari jalan menuju masa depan di tengah berbagai ”jalan”, alternatif, saran, anjuran, godaan dunia saat ini, maka tanpa panduan yang benar dari seorang ahli, kita akan tersesat.
Mencoba merancang kehidupan kita, masa depan kita, tanpa memohon Tuhan membimbing kita, sama saja dengan meminta nasihat pada orang yang tak mengerti apa-apa untuk menuntun kita.
Tuhanlah yang mengatur masa depan kita. Tuhanlah yang merancang kehidupan manusia. Jadi ketika kita memohon Tuhan merancang hidup kita, Ia akan menunjukkan kepada kita jalan mana yang harus kita tempuh menuju kebahagiaan masa depan kita.
Tanpa Tuhan yang memimpin kita, hidup kita akan tersesat. Mazmur 85:8 berkata: Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?
