Amsal 18:21. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.
Lidah adalah salah satu anggota tubuh yang sederhana dan kecil tetapi memiliki peranan yang sangat penting bagi manusia dan pengaruhnya yang mematikan atau menghidupkan.
Lidah dapat digunakan untuk merasakan makanan. Enak dan tidaknya apa yang kita makan sangat tergantung pada lidah kita. Lidah memberitahukan kita apakah rasa makanan itu tawar, asin, manis atau pahit. Tanpa lidah orang tak dapat merasakan apa-apa.
Namun pengaruh lidah yang paling besar bukan pada segi rasa, tetapi pada pada kata-kata yang diucapakan oleh lidah. Kata yang keluar dari mulut seseorang dapat memiliki pengaruh hidup dan mati.
Kata-kata yang lemah-lembut dapat memberikan rasa damai, menyelesaikan pertengkaran, namun kata-kata yang kasar dapat berakibat pada pertengkaran, permusuhan, dan peperangan.
Kata-kata juga dapat memberikan dorongan atau dapat menghancurkan orang lain. Kata-kata bisa menjadi berkat bagi orang lain, tetapi juga dapat menjadi kutukan bagi mereka. Kita ingat cerita mengenai Ishak yang sebelum akhir hidupnya, ia memberkati anak-anaknya. Berkatnya sangat ditunggu-tunggu oleh kedua anaknya Esau dan Yakub, karena berkat itu menentukan perjalanan hidup mereka selanjutnya. Esau yang seharusnya memiliki berkat itu begitu ceroboh sehingga ia kehilangan berkat ayahnya yang jatuh kepada Yakub. Kehidupan mereka selanjutnya kita telah tahu, Yakub menjadi Bapak dan bangsa Israel, sedangkan perjalanan hidup Esau tak bermakna apa-apa.
Anak-anak yang masih dalam pertumbuhan sangat terpengaruh oleh kata-kata yang diucapkan oleh orangtua atau orang-orang lain di sekitar mereka. Bila orangtuanya memuji apa yang dilakukannya, maka ia akan tumbuh dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Namun bila setiap hari ia hanya mendengar kata-kata bahwa ia anak yang bodoh, tak berguna, maka kata-kata seperti itu sama dengan kutukan yang menghantui hidupnya. Ia akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang rendah dan memiliki hambatan dalam mengembangkan potensinya.
Kata-kata yang kita keluarkan tidak saja berpengaruh pada orang lain, tetapi juga pada diri kita sendiri. Karena apa yang kita ucapkan itulah yang kita terima. Buah dari kehidupan kita adalah hasil dari apa yang kita tanam. Bila kita menanam sesuatu yang baik bagi orang lain, atau bagi diri kita dengan kata-kata kita, maka kita akan menerima buah yang baik juga, tetapi bila kita menaburkan benih-benih kebencian, atau kutukan, maka hal-hal seperti yang akan akan kita dapat.
Dengan kata-kata kita juga memuliakan Tuhan, dengan kata-kata kita juga dapat menghujat Tuhan.
Jadi berhati-hati dengan apa yang kita katakan. Kata-kata kita dapat menjadi doa bagi Tuhan untuk memberkati kehidupan kita atau kehidupan orang lain, namun kata-kata juga dapat menjadi kutukan bagi hidup kita dan hidup orang lain.
