Search blog.co.uk

Posts archive for: August, 2009
  • Lubang Kosong Dalam Hati

    Robert F Kennedy, Jr. pernah berkata bahwa semua orang pada dasarnya memiliki lubang kosong di dalam diri mereka yang berusaha mereka isi dengan uang, obat terlarang, alkohol, kekuasaan – dan tidak satu pun dari benda material itu berhasil.

    Lubang kosong dalam diri seseorang bisa berupa suatu kerinduan akan suatu tempat perhentian yang dapat menampung keresahan dalam diri kita, rasa dahaga dalam batin akan sesuatu yang kita sendiri tak mampu mengungkapkan apa yang sebenarnya kita inginkan, atau suatu pencarian dan petualangan dalam hidup yang tak pernah berhenti dan terpuaskan sampai jiwa meninggalkan badan.

    Sir Edmund Percival Hillary adalah seorang pendaki gunung terkenal,karena ia yang pertama kali menaklukkan Puncak Everest , puncak tertinggi Pegunungan Himalaya. Ia mencapai puncak yang tingginya 8.850 meter pada tanggal 29 Mei 1953.

    Sebagai orang terkenal Sir Edmund pernah bertemu dan bercakap dengan Menlu Israel, Abba Eban. Eban bertanya kepada Sir Edmund apa sebenarnya yang ia rasakan ketika ia tiba di puncak. Sir Edmund menjawab bahwa perasaan pertamanya adalah kegembiraan luar biasa atas prestasinya, tetapi kemudian datang perasaan hampa, apa lagi yang tersisa untuk dilakukannya?

    Manusia selalu memiliki kekosongan dalam dirinya. Apapun yang kita lakukan dan prestasi apapun yang kita capai dalam hidup kita, pada akhirnya hanya menimbulkan rasa ketidakpuasan dan kehampaan dalam diri kita yang tidak bisa diisi hanya dengan prestasi atau benda-benda material belaka. Blaise Pascal, seorang filosof terkenal , menulis, “Ada kehampaan berbentuk Tuhan dalam hati setiap manusia yang tidak bisa diisi oleh benda ciptaan apapun, melainkan hanya oleh Tuhan, Sang Pencipta, yang dikenal melalui Yesus Kristus.”

    Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menawarkan rasa dahaga dalam diri manusia. Tak sesuatupun di dunia ini yang dapat mengisi kekosongan dalam batin manusia. Sekencang apapun kita berlari, sekeras apapun kita berusaha membebaskan perasaan kekosongan tersebut, mencoba mengisinya dengan prestasi, kekayaan,atau kekuasaan, kita tak akan mampu menghilangkannya dari dalam diri kita, bahkan usaha dan perjuangan kita itu semakin membuat kekosongan dan kehampaan itu menjadi makin besar. Hanya Tuhan satu-satunya yang dapat memberikan kedamaian dalam batin kita, memuaskan rasa dahaga kita, memberikan tempat perhentian bagi jiwa yang merana. Yesus berkata, “ Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28).

    Yesus berkata, “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." (Yohanes 4:13-14).

    Hanya Yesus yang dapat mengisi kekosongan dalam hati kita. Hanya Dia yang dapat memuaskan dahaga dalam batin kita. Hanya Dia yang dapat menyegarkan jiwa kita yang letih lesu.

    Bila beban hidup anda terasa berat, jangan putus asa, datanglah kepada Yesus dan terimalah Dia sebagai Juruselamat anda. Dia akan memberikan damai sejahtera bagi hidup anda dan memakai hidup anda sebagai hidup yang penuh ucapan syukur kepadaNya.

    Betapa Hatiku - Nikita

    betapa hatiku, berterima kasih Tuhan
    Kau mengasihiku, Kau memilikiku

    hanya ini Tuhan persembahanku
    segenap hidupku, jiwa dan ragaku
    sebab tak kumiliki harta kekayaan
    yang cukup berarti, 'ntuk kupersembahkan
    hanya ini Tuhan permohonanku
    terimalah Tuhan persembahanku
    pakailah hidupku sebagai alatMu, seumur hidupku

  • Bila Doa Tak Dikabulkan

    Ketika istri seorang teman sakit keras, ia meminta kami semua untuk mendoakan istrinnya. Kami berdoa secara pribadi kepada Tuhan agar Tuhan dapat mengijinkan istri teman ini dapat sembuh, namun dua hari kemudian istri teman kami meninggal.

    Ketika doa kita tidak dikabulkan oleh Tuhan ada perasaan pedih karena apa yang kita harapkan tidak kita dapatkan. Apalagi bila kita telah berupaya berdoa dengan sungguh-sungguh tetapi hasilnya berlawanan dengan yang kita harapkan.

    Mungkin ada sebagian orang akan menyalahkan kita dengan menganggap doa kita kurang sungguh-sungguh, atau iman kita kurang besar. Hal ini berdasarkan perkataan Tuhan Yesus bahwa kalau iman kita sebesar biji sesawi kita dapat berkata kepada gunung untuk pindah ke laut dan itu akan terjadi.

    Memang ada benarnya doa kita tidak dijawab karena kita kurang sungguhsungguh berdoa kepada Tuhan. Tapi yang mau saya sampaikan dalam kesempatan ini adalah apakah sikap kita ketika doa kita tak dikabulkan oleh Tuhan?

    Dalam Alkitab kita mengenal Daud yang sangat dikasihi oleh Tuhan. Daud memiliki hubungan yang sangat erat dengan Tuhan. Meskipun ia kadang juga jatuh dalam dosa, namun ia mendapatkan pengampunan dari Tuhan dan sangat dikasihi oleh Tuhan.

    Daud berdoa kepada Tuhan agar ia diijinkan membangun Bait Allah bagi Tuhan. Apa yang salah dengan permohonan ini? Membangun Bait Allah adalah suatu keinginan luhur yang keluar dari dalam lubuk hati Daud sebagai ucapan syukur kepada Tuhan karena Tuhan telah memberkati dia dari seorang yang tiada apa-apa menjadi seorang raja yang besar. Menurut jalan pikiran manusia yang paling logis sekalipun permintaan seperti ini pasti akan dikabulkan Tuhan, bahkan ada yang mengatakan seharusnya tak perlu memohon ijin kepada Tuhan.

    Namun apa yang terjadi ketika Daud berdoa meminta ijin dari Tuhan, Tuhan menyuruh nabi Nathan berkata tidak. Bukan Daud yang akan membangun Bait Allah, tetapi nanti sesudah ia mati, anaknya yang akan membangun Rumah Tuhan.

    Daud pasti sangat kecewa mendengar keputusan Tuhan melalui nabi Nathan. Ia sangat menginginkan melakukan sesuatu yang baik bagi Tuhan sebagai tanda ucapan syukur, namun Tuhan tidak menerima niatnya itu.
    Pelajaran apa yang dapat kita petik dari hal ini ketika Tuhan berkata tidak pada doa-doa kita?

    Tuhan itu baik, bahkan meskipun Ia berkata tidak pada permohonan doa kita. Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita lebih dari pada apa yang kita ketahui. Tuhan memiliki rencana bagi kita, dan rencana Tuhan itu adalah rencana damai sejahtera untuk masa depan yang baik bagi kita yang selalu bersandar kepadaNya.

    Oleh karena itu, kalau Tuhan mengatakan tidak pada permohonan doa kita, maka kita harus tetap percaya kepadaNya dan mengikuti rencana Tuhan bagi hidup kita. Tuhan memiliki alasan tersendiri yang tidak kita ketahui. Kalalu kita mau percaya kepadaNya, maka pada akhirnya kita akan memahami mengapa Tuhan memutuskan demikian bagi kita dan menyadari bahwa itu adalah keputusan yang terbaik bagi kita. Kita akan bersyukur kepadaNya dan memuliakan Dia.

    Dari penolakan Tuhan atas permintaan doa kita, kita belajar untuk percaya, belajar untuk rendah hati dan belajar untuk menghargai, menghormati dan mengasihi Tuhan atas keputusan-keputusanNya bagi hidup kita. Ketika kita tetap bertahan dan bahkan mengasihi Tuhan di saat-saat yang paling gelap dalam hidup kita, maka Tuhan akan memberkati kita dengan berbagai kelimpahan.

    Kita dapat belajar dari cerita Ayub bagaimana tetap bertahan dalam situasi tergelap dalam hidup kita. Ayub tetap bertahan, ia tetap menghormati Tuhan ketika semua yang ia miliki hilang satu persatu dan ia jatuh pada titik yang paling gelap. Istrinya sempat menganjurkan agar Ayub menghujat Tuhan dan lalu mati, namun Ayub tetap percaya kepada Tuhan. Ayub mendapatkan kembali hidupnya dan diberkati Tuhan jauh lebih baik dari kehidupannya semula.

  • Menerima Benih Dari Tuhan

    2 Korintus 9:10-11 “ Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. “

    Suatu benih adalah suatu bibit kehidupan. Benih belum menjadi kehidupan dan akan tinggal menjadi benih kalau kita tidak menanamnya dalam tanah.

    Benih memiliki jenis yang bermacam-macam, ada yang besar tetapi ada yang sangat kecil sekali bentuknya.

    Namun hasil dari suatu benih tidak diukur dari besar benih tersebut. Seringkali benih yang kecil justru memberikan bentuk kehidupan yang besar. Benih pohon besar sering berupa suatu bijian yang kecil.

    Kualitas benih sangat mempengaruhi kualitas panen yang akan dihasilkan. Benih yang baik akan menghasilkan hasil yang panen yang baik pula. Namun benih yang jelek akan mengasilkan panen yang jelek pula.

    Para petani memiliki banyak alternatif benih untuk di tanam dalam sawah atau kebun mereka. Mereka dapat memilih benih jagung, padi, jeruk, dsb. Mereka juga dapat memilih benih yang murah atau benih berkualitas baik. Namun benih hanyalah bibit, ia akan tinggal menjadi benih kalau petani tidak menanamnya dalam lahan mereka.

    Begitu juga kita manusia, kita semua memiliki kebebasan memilih benih untuk ditanam dalam kehidupan kita hari ini. Ada banyak alternatif benih yang dapat kita pilih salah satunya untuk kita tanam dalam hidup kita. Tanpa memilih benih dan menanamnya, maka tak ada panen bagi kita. Setiap orang menerima dari benih yang ditanamnya. Tanpa benih tak ada kehidupan. Benih adalah apa yang anda tanam, atau investasikan dalam kehidupan anda hari ini atau sebelumnya yang akan memberikan anda hasil di kemudian hari.

    Sama seperti petani memilih benih, maka kita juga harus menentukan benih yang baik bagi kehidupan kita. Benih bisa berasal dari orangtua, diri kita sendiri, atau orang lain. Namun benih paling baik adalah benih yang berasal dari Tuhan.

    Pernakah anda meminta “benih” dari Tuhan untuk anda taburkan dalam hidup anda?
    Abraham menerima “benih” dari Tuhan berupa suatu janji bahwa keturunannya akan menjadi suatu bangsa yang besar dan mewarisi tanah perjanjian yang berlimpah air susu dan madu. Benih itu ditabur oleh Abraham dalam kehidupannya ketika ia memulai perjalanan panjang keluar dari kampung halamannya. Benih itu dipupuk setiap hari melalui hubunganya dengan Tuhan yang terus memberikan kekuatan dan berkat dalam kehidupannya sehingga benih yang awalnya hanya berupa suatu janji berbuah menjadi kenyataan.

    Yusuf menerima benih dari Tuhan ketika ia masih seorang remaja belasan tahun berupa suatu mimpi bahwa suatu hari kelak ia akan menjadi seorang pemimpin, bahkan orangtua dan saudaranya akan datang menyembah dia. Mimpi itu mulai ia taburkan ketika ia menceritakannya kepada saudara-saudaranya maupun orangtuanya. Benih itu mulai “ditanam dalam tanah” kehidupannya ketika ia ditangkap saudara-saudaranya, dimasukkan dalam sumur dan dijual ke ke Mesir. Yusuf memulai perjalanan panjang pertumbuhan benih kehidupannya sebelum benih yang ia tanam itu memberikan buah kepadanya yaitu menjadi Wakil Raja.

    Daud menerima benih dari Tuhan saat ia masih remaja ketika Samuel datang mengurapi kepalanya menjadi raja. Benih itu mulai ditanam saat ia diminta bapaknya pergi membawa makanan kepada saudara-saudaranya di medan perang. Daud menjumpai saudara-saudaranya hampir mirip dengan Yusuf menjumpai saudara-saudaranya. Mereka tidak menyukai orang yang menerima benih dari Tuhan.

    Tuhan bersedia menyediakan benih bagi kehidupan kita. Tuhan menyediakan benih terbaik untuk kita tabur dalam kehidupan kita asal kita bersedia meminta kepada Tuhan dan menanam benih tersebut.

    Ketika Tuhan memberikan kita benih untuk ditanam dalam hidup kita, Ia juga menyediakan kebutuhan kita selama waktu menunggu hasil tanaman kita. Tuhan memberkati Abraham selama perjalanannya sehingga makin bertambah kaya. Yusuf diberkati selama perjalanannya bahkan meskipun ia berada di penjara. Daud selalu diperlihara dan dilindungi Tuhan selalu waktu pelariannya ketika harus di kejar-kejar oleh Raja Saul.
    Tuhan sanggup melimpahkan segala kasih karuniaNya kepada kita sehingga menjadi berkecukupan bahkan berkelebihan, bila kita mau menerima benih dari Tuhan dan menanamnya dalam hidup kita. Karena itu mari dan datanglah meminta benih kehidupan kita dari Tuhan yang sanggup memberikan benih terbaik dan memelihara kita selama masa pertumbuhan benih hidup kita. Tuhan menolong kita.

  • Investasi Diri Anda Dalam Tuhan

    Investasi sudah merupakan cara hidup manusia. Dengan investasi manusia mendapatkan apa yang diinginkannya. Petani membajak sawah dan menabur benih sebagai investasi untuk panen yang diharapkannya. Orangtua menyekolahkan anak-anaknya sebagai investasi agar anak-anaknya menjadi orang yang berhasil kelak. Investor melakukan investasi dalam perusahaan, saham, atau menabung uang di bank agar suatu saat kelak menerima kembali hasil yang diharapkannya.

    Kita akan menerima apa yang kita investasikan. Apa yang kita tanam akan kita dapatkkan buahnya. Apa yang kita tabur, akan kita terima hasilnya. Bila kita menanam hal-hal yang baik, kita akan memanen hal-hal baik yang berlipat ganda. Namun bila kita menabur angin, kita akan menerima tornado. Bila kita menabur kejahatan, kedengkian, iri hati, kutukan, maka kita akan menuai bencana, pertengkaran, perkelahian, peperangan dan kematian.

    Apakah yang anda tabur dalam kehidupan anda hari ini bagi masa depan anda kelak?

    Sebagian orang akan menjawab bahwa mereka menginvestasikan uang mereka agar bisa hidup tenang dan tentram di kemudian hari. Ada yang mengatakan bahwa mereka bekerja keras mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya agar bisa hidup enak, dan senang di kemudian hari.

    Dalam kehidupan ini, banyak sekali orang kecewa dengan apa yang diinvestasikannya. Apa yang ia kejar pada akhirnya tidak sama dengan apa yang diinginkannya. Apa yang didapatkannya tidak memberikan kesenangan, ketrentraman atau kebahagiaan seperti apa yang dibayangkannya.

    Banyak orang bekerja berat membanting tulang setiap hari mengejar uang dan kekayaan, namun semua hasil jerih payah itu tidak pernah dapat mereka nikmati. Mereka memiliki semuanya tetapi mereka tidak mampu menikmati kesenangan dari apa yang mereka miliki.

    Dalam Kitab Pengkhotbah 2:25-26, Solomo mengatakan: 2:25 Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia? 2:26 Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah.

    Apa yang dikatakan oleh Solomo ini persis sama dengan perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus mengenai orang kaya yang bodoh, yang menginvestasikan seluruh hidupnya hanya untuk mengumpulkan kekayaan. Ia sudah memiliki harta benda yang berlimpah-limpah, gudangnya penuh dengan hasil panen yang berlimpah sehingga tak ada tempat untuk menampungnya. Namun ia tak pernah puas dan mampu menikmati hasilnya, ia terus berpikir dan berusaha memperluas lumbung-lumbungnya. Dalam pikirannya, bila semua itu sudah tercapai ia akan puas. Tetapi malam itu juga ia mati, dan semua harta bendanya menjadi rampasan orang-orang.

    Orang berdosa sering menjadi budak keinginannya. Ia menjadi budak pengumpul kekayaan sehingga ia sendiri tak mampu menikmati hasilnya.

    Orang yang bersandar kepada Tuhan memiliki prioritas berbeda. Mereka mendahulukan Tuhan dalam hidup mereka dan kehidupan mereka diberkati dengan berlimpah-limpah sehingga mereka memiliki waktu dan kesempatan untuk menikmati kebahagiaan, sukacita dan bersyukur kepada Tuhan.

    Kemana anda menginvestasikan hidup anda? Apakah semua waktu hidup anda dihabiskan hanya untuk menjadi “budak” dari keinginan anda?

    Bila anda mendahulukan Tuhan dalam hidup anda maka hidup anda akan diberkatiNya dan anda akan menikmati hidup anda dengan penuh ucapan syukur kepada Tuhan. Namun bila anda mengesampikan Tuhan dan lebih menitikberatkan pada mengejar harta dan kekuasaan, maka anda sama dengan orang kaya yang bodoh, yang pada akhirnya akan kecewa.

    Dalam Matius 6:33 Tuhan Yesus mengatakan: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. “

    Tuhan memberkati anda!

Footer:

The content of this website belongs to a private person, blog.co.uk is not responsible for the content of this website.