2 Korintus 9:10-11 “ Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. “
Suatu benih adalah suatu bibit kehidupan. Benih belum menjadi kehidupan dan akan tinggal menjadi benih kalau kita tidak menanamnya dalam tanah.
Benih memiliki jenis yang bermacam-macam, ada yang besar tetapi ada yang sangat kecil sekali bentuknya.
Namun hasil dari suatu benih tidak diukur dari besar benih tersebut. Seringkali benih yang kecil justru memberikan bentuk kehidupan yang besar. Benih pohon besar sering berupa suatu bijian yang kecil.
Kualitas benih sangat mempengaruhi kualitas panen yang akan dihasilkan. Benih yang baik akan menghasilkan hasil yang panen yang baik pula. Namun benih yang jelek akan mengasilkan panen yang jelek pula.
Para petani memiliki banyak alternatif benih untuk di tanam dalam sawah atau kebun mereka. Mereka dapat memilih benih jagung, padi, jeruk, dsb. Mereka juga dapat memilih benih yang murah atau benih berkualitas baik. Namun benih hanyalah bibit, ia akan tinggal menjadi benih kalau petani tidak menanamnya dalam lahan mereka.
Begitu juga kita manusia, kita semua memiliki kebebasan memilih benih untuk ditanam dalam kehidupan kita hari ini. Ada banyak alternatif benih yang dapat kita pilih salah satunya untuk kita tanam dalam hidup kita. Tanpa memilih benih dan menanamnya, maka tak ada panen bagi kita. Setiap orang menerima dari benih yang ditanamnya. Tanpa benih tak ada kehidupan. Benih adalah apa yang anda tanam, atau investasikan dalam kehidupan anda hari ini atau sebelumnya yang akan memberikan anda hasil di kemudian hari.
Sama seperti petani memilih benih, maka kita juga harus menentukan benih yang baik bagi kehidupan kita. Benih bisa berasal dari orangtua, diri kita sendiri, atau orang lain. Namun benih paling baik adalah benih yang berasal dari Tuhan.
Pernakah anda meminta “benih” dari Tuhan untuk anda taburkan dalam hidup anda?
Abraham menerima “benih” dari Tuhan berupa suatu janji bahwa keturunannya akan menjadi suatu bangsa yang besar dan mewarisi tanah perjanjian yang berlimpah air susu dan madu. Benih itu ditabur oleh Abraham dalam kehidupannya ketika ia memulai perjalanan panjang keluar dari kampung halamannya. Benih itu dipupuk setiap hari melalui hubunganya dengan Tuhan yang terus memberikan kekuatan dan berkat dalam kehidupannya sehingga benih yang awalnya hanya berupa suatu janji berbuah menjadi kenyataan.
Yusuf menerima benih dari Tuhan ketika ia masih seorang remaja belasan tahun berupa suatu mimpi bahwa suatu hari kelak ia akan menjadi seorang pemimpin, bahkan orangtua dan saudaranya akan datang menyembah dia. Mimpi itu mulai ia taburkan ketika ia menceritakannya kepada saudara-saudaranya maupun orangtuanya. Benih itu mulai “ditanam dalam tanah” kehidupannya ketika ia ditangkap saudara-saudaranya, dimasukkan dalam sumur dan dijual ke ke Mesir. Yusuf memulai perjalanan panjang pertumbuhan benih kehidupannya sebelum benih yang ia tanam itu memberikan buah kepadanya yaitu menjadi Wakil Raja.
Daud menerima benih dari Tuhan saat ia masih remaja ketika Samuel datang mengurapi kepalanya menjadi raja. Benih itu mulai ditanam saat ia diminta bapaknya pergi membawa makanan kepada saudara-saudaranya di medan perang. Daud menjumpai saudara-saudaranya hampir mirip dengan Yusuf menjumpai saudara-saudaranya. Mereka tidak menyukai orang yang menerima benih dari Tuhan.
Tuhan bersedia menyediakan benih bagi kehidupan kita. Tuhan menyediakan benih terbaik untuk kita tabur dalam kehidupan kita asal kita bersedia meminta kepada Tuhan dan menanam benih tersebut.
Ketika Tuhan memberikan kita benih untuk ditanam dalam hidup kita, Ia juga menyediakan kebutuhan kita selama waktu menunggu hasil tanaman kita. Tuhan memberkati Abraham selama perjalanannya sehingga makin bertambah kaya. Yusuf diberkati selama perjalanannya bahkan meskipun ia berada di penjara. Daud selalu diperlihara dan dilindungi Tuhan selalu waktu pelariannya ketika harus di kejar-kejar oleh Raja Saul.
Tuhan sanggup melimpahkan segala kasih karuniaNya kepada kita sehingga menjadi berkecukupan bahkan berkelebihan, bila kita mau menerima benih dari Tuhan dan menanamnya dalam hidup kita. Karena itu mari dan datanglah meminta benih kehidupan kita dari Tuhan yang sanggup memberikan benih terbaik dan memelihara kita selama masa pertumbuhan benih hidup kita. Tuhan menolong kita.
