Chris Gueffroy yang berusia 20 tahun, merasa terkungkung di Republik Demokrasi Jerman Timur, DDR. Dan ketika terancam wajib militer, ia dan seorang temannya memutuskan untuk menyeberangi tembok.
Tanggal 5 Februari 1989, mereka berdua, ia dan temannya, mencoba lari ke barat dengan menyeberangi tembok, namun Chris tewas ditembak tentara Jerman Timur yang menjaga tembok tersebut, sedangkan temannya luka parah dan dipenjarakan. Chris merupakan korban jiwa terakhir tembok Berlin yang diruntuhkan bulan November, tahun itu juga.
Tembok Berlin merupakan simbol pemisah atau rintangan dalam kebebasan, kemajuan, atau kreatifitas kita. Setiap orang memiliki “tembok” serupa dalam kehidupan pribadi masing-masing. Ada yang berani memanjat, atau yang berusaha meruntuhkannya, dan ada bahkan yang hanya diam tanpa melakukan apa-apa karena takut.
Dalam cerita perjalanan orang Israel dari Mesir ke Kanaan, Tanah Perjanjian, ada banyak sekali “tembok-tembok” serupa yang harus mereka lewati dan atasi. “Tembok” pertama mereka adalah menyeberangi laut merah, melawan para raja-raja yang tempatnya mereka lewati, menyeberang sungai Yordan, dan pada akhirnya meruntuhkan tembok kota Yericho.
Dalam Yoshua 6:20 dikatakan: “Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu. “
Pernahkan anda dalam suatu waktu tertentu harus menghadapi “tembok’ dalam hidup anda? Terobosan macam apa yang anda pilih untuk mengatasi “tembok” hidup anda? Kalau cara yang anda pilih sama seperti Chris dan temannya memanjat Tembok Berlin, maka hanya berakhir pada kematian. Tepai kalau anda memilih cara seperti yang dipakai oleh orang Israel ketika mereka berhadapan dengan “tembok” mereka, maka hanya ada kemenangan di pihak anda.
Apa rahasia bangsa Israel dalam mengatasi “tembok” mereka?
Seringkali kita berusaha mengatasi masalah kita hanya mengandalkan perjuangan kita sendiri, kekuatan diri kita sendiri. Padahal kemampuan kita sering tak sesuai dengan tingginya “tembok” yang harus kita atasi. Kita berusaha menggunakan kemampuan kita, tanpa tahu bahwa kita berhadapan dengan kekuatan di luar kita yang jauh melampaui kemampuan kita sendiri, sehingga pertarungan kita menjadi tak sebanding dan kita terpukul kalah.
Solusi terhadap masalah kita sebenarnya bukan pada fisik kita. Seringkali solusi utama terhadap semua masalah yang kita hadapi bukan terletak pada solusi fisik kita, upaya jasmani kita, bukan terletak pada kemampuan fisik seperti uang, tenaga, bantuan teman, atau organisasi, tetapi tergantung pada hubungan kita dengan Tuhan yang memiliki solusi tersebut. Kita seringkali lupa, bahwa Tuhan yang mengontrol segala sesuatu, sehingga setiap kejadian, setiap masalah tak mungkin terjadi tanpa lepas dari tangan Tuhan. Masalah fisikal kita sering terpecahkan melalui solusi rohani kita dan bukan melalui kemampuan lahiriah kita semata-mata.
Dalam meruntuhkan tembok kota Yericho, tak ada solusi fisikal dari bangsa Israel. Mereka menggunakan solusi rohani yaitu bersandar pada pimpinan Tuhan. Tuhan menyuruh mereka hanya berjalan berputar kota Yericho selama 6 hari tanpa bersuara. Tetapi pada hari ketujuh mereka harus mengelilingi kota itu tujuh kali dan para imam meniup sangkakala. Jika pada akhir perjalanan itu terdengar bunyi sangkakala tanduk domba yang panjang bunyinya, maka seluruh bangsa harus bersorak dengan sorak yang nyaring.
Solusi rohani sering kedengarannya tak masuk akal dan mungkin menjadi bahan ejekan bagi orang lain. Kita bisa membayangkan orang Israel hanya berputar-putar bagaikan orang dungu mengelilingi tembok kota dengan berdiam diri. Bayangkan mereka pasti diperhatikan oleh para tentara di atas tembok kota tersebut. Mungkin pada hari pertama ketika bangsa Israel bergerak, para tentara kota Yericho siap siaga karena mengira orang Israel akan menyerang mereka, namun ketika mereka melihat bahwa orang Israel hanya berjalan berputar tembok kota mereka menjadi lega dan santai. Dalam pikiran mereka tembok kota terlalu tinggi sehingga mereka tak memiliki kemampuan.
Hari kedua ketika orang Israel bergerak dan mengelilingi tembok kota lagi, mungkin mulai menjadi bahan tontonan dan tertawaan para tentara dan penduduk kota. Apalagi itu terjadi juga pada hari ketiga, keempat sampai keenam. Bayangkan, ejekan yang diterima oleh orang Israel dari para penduduk dan tentara kota Yericho. Mereka pasti mengira orang Israel telah menjadi gila karena frustasi.
Cara-cara Tuhan bekerja sering menjadi bahan tertawaan, ejekan, atau cemohon banyak orang karena tak masuk akal. Ketika Nuh membuat bahtera yang sangat besar dan jauh dari laut atau bibir sungai, ia dan keluarganya menjadi bahan ejekan dan tertawaan semua orang. Namun siapakah yang akan menjadi bahan tertawaan terakhir?
Hal itu terjadi dengan penduduk kota Yericho, ketika orang Israel memulai kegiatan berjalan mereka pada hari ketujuh, penduduk kota Yericho pasti mulai naik ke atas tembok dan mengejek orang Israel seperti hari-hari sebelumnya. Namun, hari ini mereka melihat perbedaan, karena orang Israel berjalan lebih lama, tujuh kali memutar tembok kota sambil meniup terompet. Wah, wah, kegilaan apa lagi yang dilakukan orang Israel hari ini. Itulah yang mungkin ada dalam pikiran penduduk Yericho. Namun apa yang terjadi pada akhir perjalanan hari itu jauh berbeda dari hari sebelumnya yang tidak diketahui oleh mereka, itulah hari kehancuran mereka, akhir nasib mereka.
Ketika para iman meniup sangkakala tanduk domba yang panjang bunyinya, maka orang Israel bersorak serentak, dan Tuhan meruntuhkan tembok-tembok kota tersebut.
Adakah hal yang tak mungkin Tuhan lakukan. Haruskah Tuhan menggunakan cara-cara yang sama seperti yang dipikirkan oleh manusia?
Tuhan dapat menggunakan cara-cara apa saja yang mungkin dianggap bodoh oleh akal sehat manusia.
Mulailah sesuatu bersama Tuhan. Mulailah perjalanan anda dalam mengatasi “tembok” perintang hidup anda bersama Tuhan. Bersandarlah kepada Tuhan dan nantikanlah bagaimana Dia mengatasi persoalan hidup anda. Tuhan memberkati anda.
