Kekuatan sebuah pohon terletak pada akar-akarnya. Bila pohon itu berakar dalam dan kuat, maka ia akan teguh dan tidak tumbang diterjang angin, tetapi bila akarnya tidak kuat, maka dengan mudah pohon itu akan tumbang.

Selain menopang pohon, akar juga berfungsi mengsuplai makanan ke seluruh pohon. Tugas akar adalah mencari makanan/air untuk pohon. Tanpa akar yang dapat mencari air, maka pohon akan layu. Itulah sebabnya bila anda memotong batang suatu pohon, maka pohon masih dapat hidup terus, tetapi bila anda memotong akarnya, maka pohon itu akan mati.

Tuhan berfirman kepada Yermia untuk disampaikan kepada orang-orang Yehuda yang telah murtad dari Tuhan Allah mereka, Allah Abraham, Ishak dan Yakub : "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk (Yeremia 17:5-6).

Orang-orang yang mengandalkan kekuatan mereka sendiri, menyembah patung-patung yang dibuat oleh tangan mereka sendiri, mereka bagaikan semak bulus, bukan pohon, yang hidup di padang belantara yang tidak pernah merasakan kebaikan Tuhan. Mereka menjadi orang-orang terkutuk yang selalu akan berhadapan dengan kesulitan dan kesukaran. Bagaikan hidup di padang gurun atau di padang garam yang asin.

Namun orang-orang yang selalu mengandalkan Tuhan mereka bagaikan sebuah pohon, bukan semak duri, yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah (Yeremia 17:7-8).

Betapa kontras hidup orang yang mengandalkan Tuhan, dan orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri.
Yesus membandingkan orang-orang yang mengandalkan Tuhan dan mereka yang tidak mengandalkan Tuhan sebagai tanah subur dan tanah berbatu , sedangkan firman Tuhan sebagai benih. Bila benih firman Tuhan ditaburkan ditanah yang berbatu, benih itu hidup sebentar, tetapi karena tak berakar, maka sebentar saja langsung layu dan mati. Orang-orang yang tak mengandalkan Tuhan, mudah sekali murtad ketika ditimpa dengan berbagai pencobaan. Tetapi orang yang mengandalkan Tuhan, mereka bagaikan tanah subur . Firman Tuhan berupa bibit yang jatuh di tanah yang subur itu tumbuh dan berakar. Orang-orang yang mengandalkan Tuhan mendengar firman itu, dan menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan." (Lukas 8:13-15)

Sebagai orang yang telah menerima Kristus, kita memiliki akar yang dalam, akar di dalam Kristus. Yesus adalah pokoknya, dan kita adalah carang-carang di dalam Kristus. Yesus memiliki akar di dalam Allah Bapa, karena Bapa adalah si Empunya pohon itu. Rasul Paulus mengingatkan kita agar kita yang telah menerima Kristus Yesus sebagai Tuhan kita untuk terus berada di dalam Dia, dan dibangun di atas Dia, sehingga kita makin hari makin bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepada kita dan hati kita makin bertambah kaya dengan berbagai ucapan syukur. (Kolose 2:6-7). Dalam Efesus 3:17 Paulus menasehatkan kita agar terus berakar di dalam Kristus agar berlimpah kasih kita: sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.