<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="0.92"><channel><title>Yesus Sumber Pengharapan Anda</title><link>http://dmanongga.blog.co.uk/</link><description>Yesus adalah sahabat sejati anda. Ia berdiri di depan pintu hati. Maukah anda membuka pintu hati anda untuk menerima Dia? Hanya Dia satu-satunya yang dapat membantu anda. Carilah Dia selama Ia berkenan untuk ditemui. </description><language>en-EU</language><docs>http://backend.userland.com/rss092</docs><image><title>Yesus Sumber Pengharapan Anda</title><link>http://dmanongga.blog.co.uk/</link><url>http://data5.blog.de/design/preview/89/03f27f26d6e5341734f68fced7f5e4_160x200.jpg</url></image><item><title>Mengambil Satu Langkah Iman</title><description>	&lt;p&gt;Bacaan: Hakim-Hakim: 6:25-32&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Gideon didatangi seorang malaikat Tuhan. Tuhan meminta Gideon untuk maju memimpin bangsa Israel mengalahkan tentara bangsa Midian dan Amalek, jumlahnya bagaikan pasir di tepi pantai. Namun sebelum Gideon melakukan hal tersebut masih ada satu hambatan yang merintangi Tuhan untuk membantu bangsa Israel, yaitu patung dan mezbah penyembahan berhala, Baal, milik orangtua Gideon yang ada di halaman rumah mereka. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan tidak mau membantu kalau dalam rumah tangga, keluarga kita, masih ada penyembahan berhala. Patung berhala Baal sangat tidak disukai oleh Tuhan. Dalam salah satu hukum Torat disebutkan bahwa jangan ada padamu ilah-ilah lain di hadapanKu.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan tidak menyukai ada ilah-ilah lain di hadapan hadiratNya. Bila kita menginginkan Tuhan intervensi membantu menyelesaikan persoalan yang kita hadapi, maka pertama-tama adalah membuang semua ketergantungan kita pada hal-hal lain kecuali kepada Tuhan saja.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kepada Gideon Tuhan meminta dia mengambil dua ekor lembu jantan milik ayahnya, satu akan dipakai untuk persembahan dan satu lembu jantan yang lain dipakai untuk  meruntuhkan mesbah penyembahan kepada Baal milik ayahnya dan orang Israel, serta menebang tiang berhala dari kayu di samping mesbah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sesudah meruntuhkan mezbah dan tiang berhala, Gideon harus mendirikan mezbah bagi Tuhan dan mempersembahkan korban menggunakan  lembu jantan yang kedua serta menggunakan kayu tiang berhala yang ditebang itu. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perintah Tuhan ini bukan suatu perintah yang mudah, karena Gideon harus berhadapan dengan ayahnya serta orang Israel. Namun meskipun sangat takut, Gideon mengajak 10 orang temannya dan melakukan perintah Tuhan itu pada malam hari ketika semua orang telah tidur.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika orang-orang kota itu bangun pagi-pagi, tampaklah telah dirobohkan mezbah Baal itu, telah ditebang tiang berhala yang di dekatnya dan telah dikorbankan lembu jantan yang kedua di atas mezbah yang didirikan itu. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Orang Israel menjadi sangat marah dan mereka mencari tahu siapa yang telah berbuat hal tersebut. Mereka mengetahui bahwa Gideon yang telah melakukannya. Mereka datang menghadap ayah Gideon agar ia menyerahkan anaknya agar dihukum mati. berkatalah orang-orang kota itu kepada Yoas, ayah Gideon: "Bawalah anakmu itu ke luar; dia harus mati, karena ia telah merobohkan mezbah Baal dan karena ia telah menebang tiang berhala yang di dekatnya." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa yang terjadi, apakah Gideon diserahkan oleh ayahnya?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Justru disinilah mujizat itu terjadi. Ketika kita berani mengambil satu langkah iman kearah penyerahan diri kita sepenuhnya kepada Tuhan, maka Tuhan campur tangan dan mengubah jalan hidup kita. Gideon tidak diserahkan oleh ayahnya untuk dibunuh meskipun ia telah melecehkan dewa yang disembah oleh ayahnya dan orang Israel. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yoas berdiri di depan orang-orang Israel yang menuntut agar Gideon dihukum mati dan berkata: "Kamu mau berjuang membela Baal? Atau kamu mau menolong dia? Siapa yang berjuang membela Baal akan dihukum mati sebelum pagi. Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang."&lt;br&gt;
Perbuatan Gideon menghancurkan patung Baal telah membawa pertobatan dalam keluarga Gideon. Yoas, ayah Gideon bertobat dan berbalik menyembah Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Di dalam setiap masalah hidup kita selalu ada jalan yang dirancangkan Tuhan untuk selain membantu menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi, juga meluruskan hidup kita, keluarga kita, atau orang-orang di sekitar kita. Hanya dibutuhkan satu langkah iman pertama dari kita untuk mengikuti perintah Tuhan, bahkan meskipun langkah iman kita itu dilakukan dengan perasaan penuh ketakutan, tetapi Tuhan mengubah langkah itu menjadi langkah yang besar yang berdampak pada banyak orang. Ketika kita membuat satu langkah kecil kepadaNya, Tuhan mengubah itu menjadi satu langkah besar bagi semua orang.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/11/09/mengambil-satu-langkah-iman-7334792/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/11/09/mengambil-satu-langkah-iman-7334792/</link><pubDate>Mon, 09 Nov 2009 01:40:21 +0100</pubDate></item><item><title>Memiliki Pemilik</title><description>	&lt;p&gt;
Ada seekor anak kucing kecil, kurus dan terlantar di pinggir jalan. Semua orang yang lewat tak ada yang memperhatikannya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika saya memperhatikan kucing kecil, kotor dan kurus tersebut, saya teringat pada anak kucing kecil peliharaanku yang dibawa oleh anakku untuk dipelihara. Kucing peliharaanku sebenarnya sama saja dengan kucing yang kulihat tersebut sebelum ia di”adopsi” oleh anakku, perbedaannya adalah ia sekarang memiliki tuan yang memperhatikan dan memeliharanya Kucing kotor ini memiliki nasib berbeda karena perbedaan antara ada yang memiliki dan ada yang tidak. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika saya memikirkan perbedaan kedua kucing tersebut, si kucing kotor di depanku dan, si kucing kecil di rumahku, timbul dalam pikiranku betapa beruntungnya kucing yang diadopsi anakku itu.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Begitu juga dengan kita orang percaya. Betapa beruntungnya kita memiliki Bapa di surga yang bersedia mengadopsi kita menjadi milikNya. Ia memberkati kita, dan menyayangi kita sedemikian rupa sehingga hidup kita terpelihara. Apa jadinya hidup kita bila berada di luar sana tanpa ada yang memiliki kita, tanpa proteksi dari Tuhan sebagai pemilik kita, kita mungkin memiliki nasib seperti si kucing kotor di depanku.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Menyadari hal itu kita perlu bersyukur atas semua kesempatan, berkat, dan kesehatan  yang boleh kita nikmati tanpa kita sadar akan hal itu. Kita seringkali jarang bersyukur atas apa yang kita terima dalam hidup kita karena kita tak pernah merasakan bagaimana hidup di luar sana tanpa perlindungan atau proteksi dari Tuhan.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/10/21/memiliki-pemilik-7213962/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/10/21/memiliki-pemilik-7213962/</link><pubDate>Wed, 21 Oct 2009 09:46:28 +0200</pubDate></item><item><title>“Tembok Berlin” Kita</title><description>	&lt;p&gt;
Chris Gueffroy yang berusia 20 tahun, merasa terkungkung di Republik Demokrasi Jerman Timur, DDR. Dan ketika terancam wajib militer, ia dan seorang temannya memutuskan untuk menyeberangi tembok.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tanggal 5 Februari 1989, mereka  berdua, ia dan temannya,  mencoba lari ke barat dengan menyeberangi tembok, namun Chris tewas ditembak tentara Jerman Timur yang menjaga tembok tersebut, sedangkan temannya luka parah dan dipenjarakan. Chris merupakan korban jiwa terakhir tembok Berlin yang diruntuhkan bulan November, tahun itu juga.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tembok Berlin merupakan simbol pemisah atau rintangan dalam kebebasan, kemajuan, atau kreatifitas kita. Setiap orang memiliki “tembok” serupa dalam kehidupan pribadi masing-masing. Ada yang berani memanjat, atau yang berusaha meruntuhkannya, dan ada bahkan yang hanya diam tanpa melakukan apa-apa karena takut.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam cerita perjalanan orang Israel dari Mesir ke Kanaan, Tanah Perjanjian, ada banyak sekali “tembok-tembok” serupa yang harus mereka lewati dan atasi. “Tembok” pertama mereka adalah menyeberangi laut merah, melawan para raja-raja yang tempatnya mereka lewati, menyeberang sungai Yordan, dan pada akhirnya meruntuhkan tembok kota Yericho.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Yoshua 6:20 dikatakan: “Lalu bersoraklah bangsa itu, sedang sangkakala ditiup; segera sesudah bangsa itu mendengar bunyi sangkakala, bersoraklah mereka dengan sorak yang nyaring. Maka runtuhlah tembok itu, lalu mereka memanjat masuk ke dalam kota, masing-masing langsung ke depan, dan merebut kota itu. “&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pernahkan anda dalam suatu waktu tertentu harus menghadapi “tembok’ dalam hidup anda? Terobosan macam apa yang anda pilih untuk mengatasi “tembok” hidup anda? Kalau cara yang anda pilih sama seperti Chris dan temannya memanjat Tembok Berlin, maka hanya berakhir pada kematian. Tepai kalau anda memilih cara seperti yang dipakai oleh orang Israel ketika mereka berhadapan dengan “tembok” mereka, maka hanya ada kemenangan di pihak anda.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa rahasia bangsa Israel dalam mengatasi “tembok” mereka?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Seringkali kita berusaha mengatasi masalah kita hanya mengandalkan perjuangan kita sendiri, kekuatan diri kita sendiri. Padahal kemampuan kita sering tak sesuai dengan tingginya “tembok” yang harus kita atasi. Kita berusaha menggunakan kemampuan kita, tanpa tahu bahwa kita berhadapan dengan kekuatan di luar kita yang jauh melampaui kemampuan kita sendiri, sehingga pertarungan kita menjadi tak sebanding dan kita terpukul kalah.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Solusi terhadap masalah kita sebenarnya bukan pada fisik kita. Seringkali solusi utama terhadap semua masalah yang kita hadapi bukan terletak pada solusi fisik kita, upaya jasmani kita, bukan terletak pada kemampuan fisik seperti uang, tenaga, bantuan teman, atau organisasi, tetapi tergantung pada hubungan kita dengan Tuhan yang memiliki solusi tersebut. Kita seringkali lupa, bahwa Tuhan yang mengontrol segala sesuatu, sehingga setiap kejadian, setiap masalah tak mungkin terjadi tanpa lepas dari tangan Tuhan. Masalah fisikal kita sering terpecahkan melalui solusi rohani kita dan bukan melalui kemampuan lahiriah kita semata-mata. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam meruntuhkan tembok kota Yericho, tak ada solusi fisikal dari bangsa Israel. Mereka menggunakan solusi rohani yaitu bersandar pada pimpinan Tuhan. Tuhan menyuruh mereka hanya berjalan berputar kota Yericho selama 6 hari tanpa bersuara. Tetapi pada hari ketujuh mereka harus mengelilingi kota itu tujuh kali dan  para imam meniup sangkakala. Jika pada akhir perjalanan itu terdengar bunyi sangkakala tanduk domba yang panjang bunyinya, maka seluruh  bangsa harus bersorak dengan sorak yang nyaring.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Solusi rohani sering kedengarannya tak masuk akal dan mungkin menjadi bahan ejekan bagi orang lain. Kita bisa membayangkan orang Israel hanya berputar-putar bagaikan orang dungu mengelilingi tembok kota dengan berdiam diri. Bayangkan mereka pasti diperhatikan oleh para tentara di atas tembok kota tersebut. Mungkin pada hari pertama ketika bangsa Israel bergerak, para tentara kota Yericho siap siaga karena mengira orang Israel akan menyerang mereka, namun ketika mereka melihat bahwa orang Israel hanya berjalan berputar tembok kota mereka menjadi lega dan santai. Dalam pikiran mereka tembok kota terlalu tinggi sehingga mereka tak memiliki kemampuan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hari kedua ketika orang Israel bergerak dan mengelilingi tembok kota lagi, mungkin mulai menjadi bahan tontonan dan tertawaan para tentara dan penduduk kota. Apalagi itu terjadi juga pada hari ketiga, keempat sampai keenam. Bayangkan, ejekan yang diterima oleh orang Israel dari para penduduk dan tentara kota Yericho. Mereka pasti mengira orang Israel telah menjadi gila karena frustasi.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Cara-cara Tuhan bekerja sering menjadi bahan tertawaan, ejekan, atau cemohon banyak orang karena tak masuk akal. Ketika Nuh membuat bahtera yang sangat besar dan jauh dari laut atau bibir sungai, ia dan keluarganya menjadi bahan ejekan dan tertawaan semua orang. Namun siapakah yang akan menjadi bahan tertawaan terakhir?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hal itu terjadi dengan penduduk kota Yericho, ketika orang Israel memulai kegiatan berjalan mereka pada hari ketujuh, penduduk kota Yericho pasti mulai naik ke atas tembok dan mengejek orang Israel seperti hari-hari sebelumnya. Namun, hari ini mereka melihat perbedaan, karena orang Israel berjalan lebih lama, tujuh kali memutar tembok kota sambil meniup terompet. Wah, wah,  kegilaan apa lagi yang dilakukan orang Israel hari ini. Itulah yang mungkin ada dalam pikiran penduduk Yericho. Namun apa yang terjadi pada akhir perjalanan hari itu jauh berbeda dari hari sebelumnya yang tidak diketahui oleh mereka, itulah hari kehancuran mereka, akhir nasib mereka.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika para iman meniup sangkakala tanduk domba yang panjang bunyinya, maka orang Israel bersorak serentak, dan Tuhan meruntuhkan tembok-tembok kota tersebut. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Adakah hal yang tak mungkin Tuhan lakukan. Haruskah Tuhan menggunakan cara-cara yang sama seperti yang dipikirkan oleh manusia? &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan dapat menggunakan cara-cara apa saja yang mungkin dianggap bodoh oleh akal sehat manusia. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Mulailah sesuatu bersama Tuhan. Mulailah perjalanan anda dalam mengatasi “tembok” perintang hidup anda bersama Tuhan. Bersandarlah kepada Tuhan dan nantikanlah bagaimana Dia mengatasi persoalan hidup anda. Tuhan memberkati anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/10/06/tembok-berlin-kita-7107683/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/10/06/tembok-berlin-kita-7107683/</link><pubDate>Tue, 06 Oct 2009 05:04:32 +0200</pubDate></item><item><title>Jangan Pilih Kasih</title><description>	&lt;p&gt;Bacaan: 1 Korintus 4:6-13&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bacaan kita pada pagi hari ini mengajarkan kepada kita tentang kebanggaan dalam kehidupan rohani kita.&lt;br&gt;
Banyak perpecahan dalam jemaat terjadi karena sikap dan kebanggan diri kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ada kecenderungan dalam jemaat untuk mengidolakan seseorang , atau pelayanannya sebagai yang  lebih baik,  lebih spiritual, atau lebih rohani dari pada yang dilakukan oleh orang lain. Sikap seperti ini sering menimbulkan perpecahan dalam tubuh gereja.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam bacaan ini,  jemaat di Korintus memiliki kebanggaan  bahwa mereka adalah warga negara yang terhormat dengan status dan pengaruh dalam masyarakat, sementara Paulus dianggap sebagai orang yang tak berharga, terbuang dan tertuduh  yang akan dihukum mati. Sebagian jemaat di Korintus berpikir bahwa mereka adalah orang-orang yang bijaksana, berkuasa, dan dihormati, dan Paulus hanya seorang bodoh, lemah dan tak terhormat. Mereka mempermalukan Paulus dan menolak citra Paulus dalam jemaat mereka. Seperti terjadi dalam ayat 11-13 Paulus melukiskan dirinya sebagai lapar, telanjang, dihina, difitnah dan terbuang karena jemaat Korintus berupaya menghindari keterikatan dengan dirinya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam ayat 8 dan 10, citra yang dilukiskan oleh Paulus tentang jemaat di Korintus sebagai rasa bangga terhadap diri sendiri, karena mereka hidup dalam kelimpahan yang jauh berbeda dari kehidupan para rasul yang hina, hidup yang menderita karena Injil Yesus.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam ayat 6: kita diberi gambaran bagaimana situasi jemaat Korinstus. Loyalitas mereka terpecah ke berbagai rasul, ada yang ke Paulus, ada yang ke Apollos dan ke rasul yang lain. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam bacaan ini Paulus mengalamatkan nasehatnya terutama kepada mereka para pengikut Apollos yang bersifat mempermalukan Paulus. Paulus mengambil contoh dirinya dan Apollos sebagai ilustrasi saja bahwa hal seperti ini  dapat juga terjadi pada kelompok pengikut para rasul atau pelayan jemaat yang lain.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perkataan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain. Dengan perkataan lain: ikuti petunjuk yang terdapat dalam Alkitab saja, sehingga terhindar dari sikap mengidolakan, mengistemewakan  pelayanan seseorang dari pada orang lain.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dengan kata lain jadilah pengikut firman Tuhan dari pada pengikut kata-kata manusia dan interpretasi. Firman Tuhan  harus menempati posisi / otoritas tertinggi, dari pada perkataan atau interpretasi manusia. Menurut Paulus, apa yang dikatakan manusia dapat saja salah dan menimbulkan perpecahan dalam jemaat. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam ayat 7 Paulus menantang mereka yang menentang pelayanannya.  Kebanggan jemaat  terhadap Apollos, menunjukkan kelemahan atau ketidakmampuan mereka untuk berterima kasih dan mengucap syukur. Mereka tak memiliki pemahaman akan bagaimana Tuhan bekerja dalam jemaat. Karena dosa kejatuhan, kita sering  menjadi  arogan, sombong dan meninggikan diri kita. Bukannya merendahkan diri dan bersyukur kepada Tuhan melalui kehadiran pelayanan hamba-hambaNya yang dipilih untuk menasehatkan  kita, kita justru  berpaling hanya pada mereka yang menyenangkan hati kita saja, pelayanan  yang hanya mendukung gaya hidup atau citra hidup kita yang penuh glamour, penuh kesenangan dan kehormatan, dan menolak pelayanan  yang tidak kita sukai. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perlu kita tahu Paulus adalah pendiri jemaat di Korintus dan Appollos adalah penerusnya. Memakai istilah Paulus: Paulus yang menanam, Apollos yang menyiram, tetapi Tuhan yang memberi pertumbuhan. Dua-duanya hanya pelayan tetapi sumber kehidupan dan pertumbuahan jemaat sebenarnya ada pada Tuhan. Hanya Tuhan yang patut dimuliakan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perhatikan pertanyaan pertama dalam ayat 7: Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Ya apa yang membuat kamu merasa dirimu penting, sehingga dapat menilai pelayanan pelayan-pelayan Tuhan? Siapakah kamu, sehingga berani menilai pelayanan dari para hamba Tuhan?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pertanyaan kedua: Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Pertanyaan ini menunjukkan tak ada rasa syukur di kalangan jemaat Korintus. Kata-kata Paulus bukan akibat karena  merasa teraniaya dan melontarkan pembelaannya, tetapi kata-katanya itu merupakan  inspirasi dari Tuhan. Perkataan itu berasal dari perkataan Tuhan kepada Ayub dalam Ayub 38:2-4 (terjemahan sehari-hari): 38:2 "Siapa engkau, sehingga berani meragukan hikmat-Ku dengan kata-katamu yang bodoh dan kosong itu?  38:3 Sekarang, hadapilah Aku sebagai laki-laki, dan jawablah pertanyaan-pertanyaan ini. 38:4. Sudah adakah engkau ketika bumi Kujadikan? Jika memang luas pengetahuanmu, beritahukan! &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan menunjukkan kenyataan bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah pemberian dari kemurahanNya. Tak ada yang sepatutnya menjadi milik kita yang datang karena kemampuan kita. Jika kita memahami kebenaran akan kemurahan Tuhan ini dengan sungguh-sungguh, maka kita akan hidup dengan sikap yang sepenuhnya bersyukur kepada Tuhan dan kepada orang lain. Tuhan menggunakan orang-orang di sekitar kita untuk melayani kehidupan kita. Tetapi ketika kita seperti jemaat di Korintus, merasa  lebih baik, lebih bijaksana, terhormat atau  lebih tinggi dari orang lain di sekitar kita, maka kita menaruh posisi kita sebagai hakim bagi  orang lain. Kalau kita menghakimi orang lain, kita tidak memahami kemurahan Tuhan dengan baik dan tak ada kerendahan hati seperti yang ditunjukkan oleh Yesus dalam hidup kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pertanyaan ketiga dalam ayat 7, “Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?  Dengan perkataan lain, kalau kamu menerima kemurahan Allah, mengapa kamu bersikap atau bertingkah seolah-olah itu karena  kamu berharga, dan sudah sepantasnya  menerima semua yang kamu miliki?&lt;br&gt;
Seseorang yang pernah mengalami kemurahan hati Tuhan, karena dibebaskan dari suatu masalah, akan memiliki kerendahan hati dan rasa syukur tak terhingga. Tetapi ketika hidup kita hanya dipenuhi oleh kedagingan kita, oleh kesombongan, atau keangkuhan kita, maka hanya ada kebanggan diri dan penghakiman pada orang lain. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kemurahan Tuhan merendahkan sikap kita untuk melihat orang lain seperti Tuhan melihat mereka dengan penuh rasa iba dan kasih sayang kepada mereka. Yesus ketika disalib berdoa kepada BapaNya, “Ya Bapa ampunilah mereka karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Yesus tidak menghakimi mereka , tetapi Ia meminta Bapanya mengampuni dan menggerakkan hati mereka untuk bertobat. Hasilnya adalah salah seorang penjahat di samping Yesus bertobat, dan beberapa perwira Romawi mengakui bahwa Yesus adalah Anak Allah.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ayat 8: “Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja.. ..” Penggunaan kata “kamu telah...”  secara berulang-ulang mau menunjukkan bahwa mereka telah diberkati dengan kelimpahan dalam hidup mereka di bumi ini, padahal  sebagian orang lain harus menunggu hingga sampai tiba di surga baru dapat merasakan hal seperti itu.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Jemaat Korintus  hanya minoritas, namun mereka mendapatkan  keistemewaan  untuk menikmati hidup dalam kemakmuran sedangkan orang lain hidup dalam kemiskinan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun bagi Paulus, persoalannya bukan karena kekayaan dan kemakmuran yang mereka nikmati, tetapi pada sikap hidup mereka yang yang dipenuhi dengan kesombongan dan keangkuhan terhadap berkat dan kemurahan Tuhan yang telah mereka terima.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Jemaat Korintus memiliki keyakinan bahwa mereka adalah anak raja dan hidup sebagai  anak-anak kerajaan Allah di bumi ini. Hal ini terlihat dari perkataan Paulus dalam ayat 8: ” Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kamipun turut menjadi raja dengan kamu.” &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Padahal hidup dan memerintah seperti yang dimaksud oleh Yesus bagi orang percaya baru akan terjadi sesudah Ia datang kedua kali dimana semua orang percaya akan memerintah bersama dengan Dia. Jadi perkataan Paulus ini suatu sindiran bagi jemaat di Korintus yang memiliki keyakinan spiritual  yang salah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Paulus menyatakan betapa baik kalau keyakinan mereka benar sehingga para rasul pun dapat ikut memerintah bersama mereka. Namun keyakinan mereka itu salah dan bukan merupakan bagian dari cara hidup para rasul. Sebagai orang kristen kita diminta untuk hidup yang menyangkal diri kita, hidup yang bukan untuk diri sendiri, tetapi hidup untuk kemuliaan nama Yesus.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ayat 9: Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perkataan Paulus ini mengacu kepada para tawanan perang tentara Romawi yang digiring menjadi tontonan orang banyak, dihina dan bahkan dilemparkan ke dalam arena dalam pertarungan brutal manusia - binatang. Orang kristen sering di kejar, di penjara dan dihukum mati. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Paulus tidak sedang menangisi dirinya sendiri karena kesulitan hidup dan kehinaan yang diterimanya, tetapi ia sedang merasa prihatin dengan kondisi jemaat Korintus. Paulus mengenal dan menyadari lingkungan di mana Tuhan menempatkan dirinya dan ia prihatin dengan sikap jemaat Korintus yang tidak mau mengikuti cara hidupnya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ayat 10: “Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina. “&lt;br&gt;
Memang pemberitaan tentang salib menjadi kebodohan bagi mereka yang binasa, tetapi bagi mereka yang diselamatkan itu adalah hikmat dan kekuatan Allah (1 Kor :23-24).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Jemaat di Korintus sepertinya sedang mengejar hal-hal kebinasaan dari pada hal-hal keselamatan. Mereka lenih suka mengejar hikmat duniawi yaitu  ingin menjadi terhormat, berkuasa, atau berpengaruh. Hikmat duniawi bertentangan dengan Hikmat Allah seperti tertulis dalam 1 Kor 3:19: ...” hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ayat 11-13 Paulus memberikan daftar situasi yang dialami yang para  rasul dalam pemberitaan Injil yang sangat jauh berbeda dengan kondisi hidup jemaat Korintus. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita sering seperti jemaat di Korintus menggantungkan diri pada  kesuksesan, kekuasaan dan pengaruh. Ketika  semua sumber  tempat kita bergantung diambil, maka kita baru  mau bergantung sepenuhnya padaTuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam 2 Kor 12:9-10: Tuhan berkata kepada Paulus: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. 12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kuasa Kristus merupakan satu-satunya  sumber pertolongan Paulus dalam hidupnya. Penderitaannya  mendorong dia hanya bergantung sepenuhnya pada Yesus. Penderitaan memang merupakan keinginan Tuhan agar kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan dari pada kemampuan kita sendiri.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pesan Paulus dalam bacaan ini adalah bahwa tak ada masalah dengan kekayaan dan kehormatan, tetapi sikap kita terhadap kekayaan, kekuasan serta kehormatan itu yang sangat berbahaya. Gehazi, pelayan Eliza, memburu kekayaan sehingga penyakit lepra dari Naaman berbalik menjadi penyakitnya sendiri. Ananias dan Sapira menerima kematian karena keinginan akan uang. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan melihat hati kita, adakah hati yang tahu mengucap syukur kepadaNya dan tidak menghakimi orang lain karena apa yang kita miliki. Tuhan memberkati kita sekalian. Amin. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/10/04/jangan-pilih-kasih-7094141/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/10/04/jangan-pilih-kasih-7094141/</link><pubDate>Sun, 04 Oct 2009 05:45:59 +0200</pubDate></item><item><title>Mengucap Terima Kasih Kepada Tuhan</title><description>	&lt;p&gt;
Seberapa sering kita mengucap terima kasih kepada Tuhan akan apa yang Tuhan telah perbuat dalam hidup kita? &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita sering terlalu sibuk menerima berkat-berkat Tuhan sehingga lupa mengucapkan terima kasih atas apa yang kita telah terima dari padaNya. Ketika kita berada dalam kesulitan dan kesusahan kita datang kepada Tuhan dan berdoa memohon kelepasan dari semua beban yang menindih kita. Namun apakah kita pernah mengucap terima kasih sesudah kita terlepas dari semua beban berat tersebut?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam kehidupan kita yang serba padat dan terburu-buru setiap hari, kita sering jarang memiliki waktu yang cukup untuk Tuhan atau bahkan mengucap syukur kepadaNya. Kadang doa-doa kita begitu terburu-buru, hambar dan tak ada rasa cinta kepada Tuhan. Doa-doa kita sering hanya merupakan suatu kebiasaan dari pada suatu pemujaan dan sembahan bagi Tuhan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Waktu bersama Tuhan merupakan kesempatan istemewa bagi kita. Bayangkan anda mendapatkan kesempatan istimewa untuk bertemu dengan seorang Pemimpin yang sangat agung dan berkuasa. Ia mau meluangkan waktu untuk menerima anda dan mendengarkan curahan hati anda. Adakah pemimpin seperti itu di dunia ini? Tak ada yang seperti itu. Namun Tuhan menyediakan waktu bagi kita untuk datang kepadaNya dan menerima curahan hati kita. Ia bahkan akan memberkati kita dengan segala kelimpahan yang kita perlukan untuk hidup ini.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Kejadian 35:3, Yakub berkata kepada seisi rumahnya: “Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yakub mengambil waktu  khusus dari semua kesibukan rutinnya dan membuat mezbah bagi Allah bukan untuk memohon sesuatu dari padaNya, tetapi ia ingin mengucap syukur kepada Tuhan yang telah menjawab permohonan doanya ketika ia berada dalam kesesakannya. Yakub berhenti dari kesibukannya, dan mengambil waktu khusus untuk mengucap syukur, berterima kasih, dan menyembah Tuhan atas segala kebaikan Tuhan kepadanya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika kita tahu berterima kasih atas kebaikan Tuhan di masa lalu, maka hal tersebut akan menguatkan iman kita untuk menghadapi masa depan. Ada Tuhan di masa lalu kita, dan akan terus ada Tuhan di masa depan kita. Tuhan tidak berubah di waktu lalu, saat ini dan akan datang. Ketika kita membuat mezbah penyembahan bagi Tuhan atas kebaikanNya di masa lalu, kita membuat tugu-tugu peringatan yang akan mengingatkan kita maupun anak-anak serta saudara-saudara kita akan kasih dan penyertaan Tuhan pada kita dan bahwa Tuhan akan selalu menyertai kita apapun yang akan kita hadapi di masa depan. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita. Itulah arti penyembahan kita. Tugu peringatan akan kasih dan penyertaan Tuhan kepada kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sangat penting mengambil waktu khusus bagi Tuhan dan mendirikan tanda peringatan akan setiap kasih dan penyertaan Tuhan yang telah terjadi dalam hidup kita agar tugu atau tanda peringatan itu memberikan kekuatan iman di masa depan ketika kita harus menghadapi pergumulan hidup yang lebih berat. Tuhan menyertai anda kemanapun anda berjalan. Amin.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tetap Cinta Yesus - Herlin Pirena&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kumau cinta Yesus selamanya,&lt;br&gt;
Kumau cinta Yesus selamanya&lt;br&gt;
Meskipun badai silih berganti dalam hidupku,&lt;br&gt;
Ku tetap cinta Yesus selamanya&lt;br&gt;
Ref&lt;br&gt;
Ya Abba, Bapa, Ini aku anakMu&lt;br&gt;
Layakkanlah seluruh hidupku&lt;br&gt;
Ya Abba, Bapa, Ini aku anakMu&lt;br&gt;
Pakailah sesuai dengan rencanaMU   &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/09/08/mengucap-terima-kasih-kepada-tuhan-6917102/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/09/08/mengucap-terima-kasih-kepada-tuhan-6917102/</link><pubDate>Tue, 08 Sep 2009 02:30:47 +0200</pubDate></item><item><title>Hadiah Ulang Tuhan Dari Tuhan</title><description>	&lt;p&gt;Mungkin anda jarang meminta hadiah ulang tahun anda. Mungkin anda berpikir meminta hadiah ulang tahun bagi diri anda sesuatu yang tabu dan hanya dilakukan oleh anak-anak kepada orang tuanya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kebanyakan orang dewasa jadi malu meminta hadiah ulang tahun bagi dirinya sendiri. Ketika kita masih anak-anak kita mungkin sering meminta hadiah  ulang tahun dari orangtua kita. Namun seseudah kita dewasa, kita merasa tak ada orang lain yang mau memberikan kado ulang tahun untuk kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hadiah ulang tahun merupakan suatu tanda sukacita, bahwa ada orang lain mengingat hari kejadian kita, hari kelahiran kita. Kehadiran kita di dunia ini ada nilainya, ada kontribusinya. Jadi ketika orang mengingat hari ulang tahun kita, orang merasa kehadirang kita atau keberadaan kita di dunia ini membawa dampak positif bagi lingkungan dimana kita berada.&lt;br&gt;
Namun apa yang mau saya ungkapan disini bukan keinginan mendapat hadiah dari sesama kita, tetapi keinginan mendapatkan hadiah ulang tahun dari Tuhan. Itulah yang saya inginkan, jauh hari sebelum tanggal hari ulang tahunku terjadi. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Saya memohon hadiah istimewa dari Tuhan untuk HUT, hadiah itu adalah puncak dari karier tertinggi di bidang akademik, yaitu Guru Besar. Kalau mengingat kembali peristiwa itu, permohonan saya ini seperti sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Usulan untuk pengangkatan GB itu begitu sulit, mengalami hambatan dan biasanya membutuhkan waktu yang sangat lama. Sedangkan permohonanku itu saya naikkan kepada Tuhan kurang dari empat bulan sebelum HUT.  Permohonanku itu saya tuliskan dalam sehelai kertas dan saya taruhkan dalam Alkitab saya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Adakah hal yang tak mungkin yang tak dapat Tuhan lakukan?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tak ada sesuatu yang terlalu sulit bagi Tuhan. Tak ada hal yang sangat mustahil untuk Tuhan lakukan. Tak ada yang terlalu besar bagi Tuhan yang mau ia berikan kepada kita. Semuanya mampu dilakukan Tuhan, dan Tuhan sangat senang memberikan kepada siapa saja bila ia mau datang dan memohon kepadaNya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan Yesus pernah berkata:”mintalah, maka semuanya akan diberikan kepadamu. Ketoklah pintu, maka pintu akan dibukakan kepadamu.”  “Mintalah sesuatu kepada Bapa di surga dalam nama Yesus.”&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Doa kita memiliki kekuatan yang membuka pintu-pintu berkat Allah. Doa memiliki kuasa yang menghapus hal-hal yang mustahil. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Saya telah meminta hadiah ulang tahun dari Tuhan, dan Ia memberikan sama seperti yang saya minta. Kado ulang tahun itu, berupa SK GB,  turun seminggu sebelum hari ulang tahunku. Adakah sesuatu yang tak tak bisa Tuhan lakukan?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kalau anda belum pernah menerima sesuatu dari Tuhan, saya menyarankan anda meminta hal tersebut dari Tuhan. Tuliskan permintaan anda itu dan simpan, tunggu sampai permintaan anda itu terwujud. Anda akan merasa takjub dengan bagaimana Tuhan menjawab permintaan doa anda. Amin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/09/05/hadiah-ulang-tuhan-dari-tuhan-6894297/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/09/05/hadiah-ulang-tuhan-dari-tuhan-6894297/</link><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 01:32:41 +0200</pubDate></item><item><title>Doa Seorang Raja yang Jahat</title><description>	&lt;p&gt;Bacaan: 2 Raja-Raja 13:1-5&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yoahas seorang raja Israel yang jahat di mata Tuhan karena ia tidak bersandar kepada Tuhan dan membawa orang Israel menyembah Tuhan, tetapi menyembah kepada patung-patung berhala. Hal ini membuat Tuhan murka kepada bangsa Israel dan diserahkannya mereka kepada tangan Hazael, raja Aram, dan ke tangan Benhadad, anak Hazael. Penindasan yang dilakukan oleh bangsa Aram kepada bangsa Israel begitu berat dan hebat sehingga hampir memunahkan bangsa tersebut.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam situasi seperti itu raja Yoahas melakukan sesuatu yang tak terduga, dia berdoa kepada Tuhan. Seorang raja Israel yang jahat, yang selalu menyembah patung dewa-dewa, tiba-tiba datang berdoa kepada Tuhan dengan setulus hati. Seorang jahat di tengah krisis dan keputusasaan berseru kepada Tuhan dalam doa.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Mungkin anda berpikir  tidak pantas orang seperti itu datang kepada Tuhan setelah apa yang selama ini dilakukannya menghujat nama Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun apa yang terjadi adalah sebaliknya. Tuhan melihat betapa beratnya bangsa Israel ditindas sehingga timbul belas kasihanNya dan Ia mengabulkan doa Yoahas. Allah menjawab doa seorang yang sebenarnya tidak pantas untuk didengar dan ditolong.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Mengapa?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan tidak sama dengan manusia. Kasih Allah melampaui akal manusia, melampaui tingginya langit dari bumi. Ketika seorang berdoa dalam kesesakannya, Allah melihat ketulusan hatinya. Ada ketulusan hati dalam permintaan doa Yoahas yang menggerakkan hati Allah  untuk menolong. Selain itu karena permohonan doa Yoahas tidak disampaikan semata-mata untuk kepentingan dirinya sendiri, tetapi untuk kepentingan bangsanya. Hal ini mengingatkan Tuhan akan janjinya kepada Salomo bahwa walaupun bangsa ini sudah berbuat jahat kepada Tuhan, tetapi bila mereka mau datang berseru kepada Tuhan, maka Ia akan menolong mereka.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Doa dan keprihatinan Yoahas sebagai seorang raja kepada nasib bangsanya yang sangat menderita menjadi petisi kepada Allah, suatu teriakan putus asa yang naik ke hadirat Allah yang mahakuasa, dan Ia mendengar dan mengabulkannya. Allah memberikan mereka seorang penolong. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa yang kita pelajari dari cerita Yoahas ini? Allah memperhatikan doa orang yang dengan tulus mau datang memohon kepadaNya bahkan doa dari seorang yang sebenarnya tidak pantas untuk didengar oleh Tuhan karena selalu menghujat Dia. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kasih Allah sangat besar. Ketika kita mau berbalik kepadaNya dan mengaku semua dosa-dosa kita, maka Ia akan mengampuni kita bahkan melupakan dosa-dosa kita sebelumnya. Ia melupakan dosa-dosa kita bagaikan kabut yang diterbangkan angin sehingga tak terlihat bekasnya sama sekali. Begitu besarnya kasih Allah kepada kita sehingga Ia rela menebus dosa-dosa kita dan membebankannya pada AnakNya Yesus Kristus melalui kematianNya. Di dalam Yesus semua dosa-dosa kita itu diampuni.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tidak ada seorangpun yang tidak pantas untuk Tuhan. Siapapun anda, apapun dosa yang pernah anda lakukan di masa lalu, bila anda bersedia datang kepada Tuhan dan mengaku dengan tulus kepadaNya, maka anda akan diampuniNya. Anda akan menerima hidup baru dalam Kristus. Jangan segan-segan  datang kepada Tuhan dan membawa permohonan doa anda kepadaNya, karena ia memperhatikan doa setiap orang. Amin&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/09/03/doa-seorang-raja-yang-jahat-6879868/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/09/03/doa-seorang-raja-yang-jahat-6879868/</link><pubDate>Thu, 03 Sep 2009 01:05:48 +0200</pubDate></item><item><title>Lubang Kosong Dalam Hati</title><description>	&lt;p&gt;Robert F Kennedy, Jr. pernah berkata bahwa semua orang pada dasarnya memiliki lubang kosong di dalam diri mereka yang berusaha mereka isi dengan uang, obat terlarang, alkohol, kekuasaan – dan tidak satu pun dari benda material itu berhasil.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Lubang kosong dalam diri seseorang bisa berupa suatu  kerinduan akan suatu tempat perhentian yang dapat menampung keresahan dalam diri kita, rasa dahaga dalam batin akan sesuatu yang kita sendiri tak mampu mengungkapkan apa yang sebenarnya kita inginkan, atau suatu pencarian dan petualangan dalam hidup yang tak pernah berhenti dan terpuaskan sampai jiwa meninggalkan badan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sir Edmund Percival Hillary adalah seorang pendaki gunung terkenal,karena ia  yang pertama kali menaklukkan Puncak Everest , puncak tertinggi Pegunungan Himalaya. Ia mencapai  puncak yang tingginya  8.850 meter pada tanggal 29 Mei 1953. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai orang terkenal Sir Edmund pernah bertemu dan bercakap dengan Menlu Israel, Abba Eban. Eban bertanya kepada Sir Edmund apa sebenarnya yang ia rasakan ketika ia tiba di puncak. Sir Edmund menjawab bahwa perasaan pertamanya adalah kegembiraan luar biasa atas prestasinya, tetapi kemudian datang perasaan hampa, apa lagi yang tersisa untuk dilakukannya?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Manusia selalu memiliki kekosongan dalam dirinya. Apapun yang kita lakukan dan  prestasi apapun yang kita capai dalam hidup kita, pada akhirnya hanya menimbulkan rasa ketidakpuasan dan kehampaan dalam diri kita  yang tidak bisa diisi hanya dengan prestasi atau benda-benda material belaka. Blaise Pascal, seorang filosof terkenal , menulis, “Ada kehampaan berbentuk Tuhan dalam hati setiap manusia yang tidak bisa diisi oleh benda ciptaan apapun, melainkan hanya oleh Tuhan, Sang Pencipta, yang dikenal  melalui Yesus Kristus.”&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tidak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat menawarkan rasa dahaga dalam diri manusia. Tak sesuatupun di dunia ini yang dapat mengisi kekosongan dalam batin manusia. Sekencang apapun kita berlari, sekeras apapun kita berusaha membebaskan perasaan kekosongan tersebut, mencoba mengisinya dengan prestasi, kekayaan,atau kekuasaan, kita tak akan mampu menghilangkannya dari dalam diri kita, bahkan usaha dan perjuangan kita itu semakin membuat kekosongan dan kehampaan itu menjadi makin besar. Hanya Tuhan satu-satunya yang dapat memberikan kedamaian dalam batin kita, memuaskan rasa dahaga kita, memberikan tempat perhentian bagi jiwa yang merana. Yesus berkata, “ Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”  (Matius 11:28).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus berkata, “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,  tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." (Yohanes 4:13-14).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hanya Yesus yang dapat mengisi kekosongan dalam hati kita. Hanya Dia yang dapat memuaskan dahaga dalam batin kita. Hanya Dia yang dapat menyegarkan jiwa kita yang letih lesu. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bila beban hidup anda terasa berat, jangan putus asa, datanglah kepada Yesus dan terimalah Dia sebagai Juruselamat anda. Dia akan memberikan damai sejahtera bagi hidup anda dan memakai hidup anda sebagai hidup yang penuh ucapan syukur kepadaNya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Betapa Hatiku - Nikita &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;betapa hatiku, berterima kasih Tuhan&lt;br&gt;
Kau mengasihiku, Kau memilikiku&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;hanya ini Tuhan persembahanku&lt;br&gt;
segenap hidupku, jiwa dan ragaku&lt;br&gt;
sebab tak kumiliki harta kekayaan&lt;br&gt;
yang cukup berarti, 'ntuk kupersembahkan&lt;br&gt;
hanya ini Tuhan permohonanku&lt;br&gt;
terimalah Tuhan persembahanku&lt;br&gt;
pakailah hidupku sebagai alatMu, seumur hidupku&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/08/24/lubang-kosong-dalam-hati-6805338/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/08/24/lubang-kosong-dalam-hati-6805338/</link><pubDate>Mon, 24 Aug 2009 02:44:28 +0200</pubDate></item><item><title>Bila Doa Tak Dikabulkan</title><description>	&lt;p&gt;Ketika istri seorang teman sakit keras, ia meminta kami semua untuk  mendoakan istrinnya. Kami berdoa secara pribadi kepada Tuhan agar Tuhan dapat mengijinkan istri teman ini dapat sembuh, namun dua hari kemudian istri teman kami meninggal.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika  doa kita tidak dikabulkan oleh Tuhan ada perasaan pedih karena  apa yang kita harapkan tidak kita dapatkan. Apalagi bila kita telah berupaya berdoa dengan sungguh-sungguh tetapi hasilnya berlawanan dengan yang kita harapkan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Mungkin ada sebagian orang akan menyalahkan kita dengan menganggap doa kita kurang sungguh-sungguh, atau iman kita kurang besar. Hal ini berdasarkan perkataan Tuhan Yesus  bahwa kalau iman kita sebesar biji sesawi kita dapat berkata kepada gunung untuk pindah ke laut dan itu akan terjadi.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Memang ada benarnya doa kita tidak dijawab karena  kita kurang sungguhsungguh  berdoa kepada Tuhan.  Tapi yang mau saya sampaikan dalam kesempatan ini adalah apakah sikap  kita ketika doa kita tak dikabulkan oleh Tuhan?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Alkitab kita mengenal Daud yang sangat dikasihi oleh Tuhan. Daud memiliki hubungan yang sangat erat dengan Tuhan. Meskipun ia kadang juga jatuh dalam dosa, namun ia mendapatkan pengampunan dari Tuhan dan sangat dikasihi oleh Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Daud berdoa kepada Tuhan agar ia diijinkan membangun Bait Allah bagi Tuhan. Apa yang salah dengan permohonan ini? Membangun Bait Allah adalah suatu keinginan luhur yang keluar dari dalam lubuk hati Daud sebagai ucapan syukur kepada Tuhan karena Tuhan telah memberkati dia dari seorang yang tiada apa-apa menjadi seorang raja yang besar.  Menurut jalan pikiran manusia yang paling logis sekalipun permintaan seperti ini pasti akan dikabulkan Tuhan, bahkan ada yang mengatakan seharusnya tak perlu memohon ijin kepada Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun apa yang terjadi ketika Daud berdoa meminta ijin dari Tuhan, Tuhan menyuruh nabi Nathan berkata tidak. Bukan Daud yang akan membangun Bait Allah, tetapi nanti sesudah ia mati, anaknya yang akan membangun Rumah Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Daud pasti sangat kecewa mendengar keputusan Tuhan melalui nabi Nathan. Ia sangat menginginkan melakukan sesuatu yang baik bagi Tuhan sebagai tanda ucapan syukur, namun Tuhan tidak menerima niatnya itu.&lt;br&gt;
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari hal ini ketika Tuhan berkata tidak pada doa-doa kita?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan itu baik, bahkan meskipun Ia berkata tidak pada permohonan doa kita. Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi kita lebih dari pada apa yang kita ketahui. Tuhan memiliki rencana bagi kita, dan rencana Tuhan itu adalah rencana damai sejahtera untuk masa depan yang baik bagi kita yang selalu bersandar kepadaNya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Oleh karena itu, kalau Tuhan mengatakan tidak pada permohonan doa kita, maka kita harus tetap percaya kepadaNya dan mengikuti rencana Tuhan bagi hidup kita. Tuhan memiliki alasan tersendiri yang tidak kita ketahui. Kalalu kita mau percaya kepadaNya, maka pada akhirnya kita akan memahami mengapa Tuhan memutuskan demikian bagi kita dan menyadari bahwa itu adalah keputusan yang terbaik bagi kita. Kita akan bersyukur kepadaNya dan memuliakan Dia.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dari penolakan Tuhan atas permintaan doa kita, kita belajar untuk percaya, belajar untuk rendah hati dan belajar untuk menghargai, menghormati dan mengasihi Tuhan atas keputusan-keputusanNya bagi hidup kita. Ketika kita tetap bertahan dan bahkan mengasihi Tuhan di saat-saat yang paling gelap dalam hidup kita, maka Tuhan akan memberkati kita dengan berbagai kelimpahan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita dapat belajar dari cerita Ayub bagaimana tetap bertahan dalam situasi tergelap dalam hidup kita. Ayub  tetap bertahan, ia tetap menghormati Tuhan ketika semua yang ia miliki hilang satu persatu dan ia jatuh  pada titik yang paling gelap. Istrinya sempat  menganjurkan agar Ayub menghujat Tuhan  dan lalu mati, namun Ayub tetap percaya kepada Tuhan. Ayub mendapatkan kembali hidupnya dan diberkati Tuhan jauh lebih baik dari kehidupannya semula. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/08/22/bila-doa-tak-dikabulkan-6791112/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/08/22/bila-doa-tak-dikabulkan-6791112/</link><pubDate>Sat, 22 Aug 2009 03:33:14 +0200</pubDate></item><item><title>Menerima Benih Dari Tuhan</title><description>	&lt;p&gt;2 Korintus 9:10-11 “ Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;  kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami. “&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Suatu benih adalah suatu  bibit kehidupan. Benih belum menjadi kehidupan dan akan tinggal menjadi benih kalau kita tidak menanamnya dalam tanah.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Benih memiliki jenis yang bermacam-macam, ada yang besar tetapi ada yang sangat kecil sekali bentuknya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun hasil dari suatu benih tidak diukur dari besar benih tersebut. Seringkali benih yang kecil justru memberikan bentuk kehidupan yang besar. Benih pohon besar sering berupa suatu bijian yang kecil.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kualitas benih sangat mempengaruhi kualitas panen yang akan dihasilkan. Benih yang baik akan menghasilkan hasil yang panen yang baik pula. Namun benih yang jelek akan mengasilkan panen yang jelek pula. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Para petani memiliki banyak alternatif benih untuk di tanam dalam sawah atau kebun mereka. Mereka dapat memilih benih jagung, padi, jeruk, dsb. Mereka juga dapat memilih benih yang murah atau benih berkualitas baik. Namun benih hanyalah bibit, ia  akan tinggal menjadi benih kalau petani tidak menanamnya dalam lahan mereka. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Begitu juga kita manusia, kita semua memiliki kebebasan memilih benih untuk ditanam dalam kehidupan kita hari ini. Ada banyak alternatif benih yang dapat kita pilih salah satunya untuk kita tanam dalam hidup kita. Tanpa memilih benih dan menanamnya, maka tak ada panen bagi kita. Setiap orang menerima dari benih yang ditanamnya. Tanpa benih tak ada kehidupan. Benih adalah apa yang anda tanam, atau investasikan dalam kehidupan anda hari ini atau sebelumnya yang akan memberikan anda hasil di kemudian hari.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sama seperti petani memilih benih, maka kita juga harus menentukan benih yang baik bagi kehidupan kita. Benih bisa berasal dari orangtua, diri kita sendiri, atau orang lain. Namun benih paling baik adalah benih yang berasal dari Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pernakah anda meminta “benih” dari Tuhan untuk anda taburkan dalam hidup anda?&lt;br&gt;
Abraham menerima “benih” dari Tuhan berupa suatu janji bahwa keturunannya akan menjadi suatu bangsa yang besar dan mewarisi tanah perjanjian yang berlimpah air susu dan madu. Benih itu ditabur oleh Abraham dalam kehidupannya ketika ia memulai perjalanan panjang keluar dari kampung halamannya. Benih itu dipupuk setiap hari melalui hubunganya dengan Tuhan yang terus memberikan kekuatan dan berkat dalam kehidupannya sehingga benih yang awalnya hanya berupa suatu janji berbuah menjadi kenyataan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yusuf menerima benih dari Tuhan ketika ia masih seorang remaja belasan tahun berupa suatu mimpi bahwa suatu hari kelak ia akan menjadi seorang pemimpin, bahkan orangtua dan saudaranya akan datang menyembah dia. Mimpi itu mulai ia taburkan ketika ia menceritakannya kepada saudara-saudaranya maupun orangtuanya. Benih itu mulai “ditanam dalam tanah” kehidupannya ketika ia ditangkap saudara-saudaranya, dimasukkan dalam sumur dan dijual ke ke Mesir. Yusuf memulai perjalanan panjang pertumbuhan benih kehidupannya sebelum benih yang ia tanam itu memberikan buah kepadanya yaitu menjadi Wakil Raja.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Daud menerima benih dari Tuhan saat ia masih remaja ketika Samuel datang mengurapi kepalanya menjadi raja. Benih itu mulai ditanam saat ia diminta bapaknya pergi membawa makanan kepada saudara-saudaranya di medan perang. Daud menjumpai saudara-saudaranya hampir mirip dengan Yusuf menjumpai saudara-saudaranya. Mereka tidak menyukai orang yang menerima benih dari Tuhan.  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan bersedia menyediakan benih bagi kehidupan kita. Tuhan menyediakan benih terbaik untuk kita tabur dalam kehidupan kita asal kita bersedia meminta kepada Tuhan dan menanam benih tersebut. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Tuhan memberikan kita benih untuk ditanam dalam hidup kita, Ia juga menyediakan kebutuhan kita selama waktu menunggu hasil tanaman kita. Tuhan memberkati Abraham selama perjalanannya sehingga makin bertambah kaya. Yusuf diberkati selama perjalanannya bahkan meskipun ia berada di penjara. Daud selalu diperlihara dan dilindungi Tuhan selalu waktu pelariannya ketika harus di kejar-kejar oleh Raja Saul.&lt;br&gt;
Tuhan sanggup melimpahkan segala kasih karuniaNya kepada kita sehingga menjadi berkecukupan bahkan berkelebihan, bila kita mau menerima benih dari Tuhan dan menanamnya dalam hidup kita. Karena itu mari dan datanglah meminta benih kehidupan kita dari Tuhan yang sanggup memberikan benih terbaik dan memelihara kita selama masa pertumbuhan benih hidup kita. Tuhan menolong kita.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/08/15/menerima-benih-dari-tuhan-6727218/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/08/15/menerima-benih-dari-tuhan-6727218/</link><pubDate>Sat, 15 Aug 2009 03:50:14 +0200</pubDate></item><item><title>Investasi Diri Anda Dalam Tuhan</title><description>	&lt;p&gt;Investasi sudah merupakan cara hidup manusia. Dengan investasi manusia mendapatkan apa yang diinginkannya. Petani membajak sawah dan menabur benih sebagai investasi untuk panen yang diharapkannya.  Orangtua menyekolahkan anak-anaknya sebagai investasi agar anak-anaknya menjadi orang  yang berhasil kelak. Investor melakukan investasi dalam perusahaan, saham, atau menabung uang di bank agar suatu saat kelak menerima kembali hasil yang diharapkannya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita akan menerima apa yang kita investasikan. Apa yang kita tanam akan kita dapatkkan buahnya. Apa yang kita tabur, akan kita terima hasilnya. Bila kita menanam hal-hal yang baik, kita akan memanen hal-hal baik yang  berlipat ganda. Namun bila kita menabur angin, kita akan menerima tornado. Bila kita menabur kejahatan, kedengkian, iri hati, kutukan, maka kita akan menuai bencana, pertengkaran, perkelahian, peperangan  dan kematian.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apakah yang anda tabur dalam kehidupan anda hari ini bagi masa depan anda kelak? &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagian orang akan menjawab bahwa mereka menginvestasikan uang mereka agar bisa hidup tenang dan tentram di kemudian hari. Ada yang mengatakan bahwa mereka bekerja keras mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya agar bisa hidup enak, dan senang di kemudian hari. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam kehidupan ini, banyak sekali orang kecewa dengan apa yang diinvestasikannya. Apa yang ia kejar pada akhirnya tidak sama dengan apa yang diinginkannya. Apa yang didapatkannya tidak memberikan kesenangan, ketrentraman atau kebahagiaan seperti apa yang dibayangkannya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Banyak orang bekerja berat membanting tulang setiap hari mengejar uang dan kekayaan, namun semua hasil jerih payah itu tidak pernah dapat mereka nikmati. Mereka memiliki semuanya tetapi mereka tidak mampu menikmati kesenangan dari apa yang mereka miliki.  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Kitab Pengkhotbah 2:25-26, Solomo mengatakan: 2:25 Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia? 2:26 Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa yang dikatakan oleh Solomo ini persis sama dengan perumpamaan yang diceritakan Tuhan Yesus mengenai  orang kaya yang bodoh, yang menginvestasikan  seluruh hidupnya hanya untuk mengumpulkan kekayaan.  Ia sudah memiliki harta benda yang berlimpah-limpah, gudangnya penuh dengan hasil panen yang berlimpah sehingga tak ada tempat untuk menampungnya. Namun ia tak pernah puas dan mampu menikmati hasilnya, ia terus berpikir dan berusaha memperluas lumbung-lumbungnya. Dalam pikirannya, bila semua itu sudah tercapai ia akan puas. Tetapi malam itu juga ia mati, dan semua harta bendanya menjadi rampasan orang-orang.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Orang berdosa sering menjadi budak keinginannya. Ia menjadi budak pengumpul kekayaan sehingga ia sendiri tak mampu menikmati hasilnya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Orang yang bersandar kepada Tuhan memiliki prioritas berbeda. Mereka mendahulukan Tuhan dalam hidup mereka dan kehidupan mereka diberkati dengan berlimpah-limpah sehingga mereka memiliki waktu dan kesempatan untuk menikmati kebahagiaan, sukacita dan bersyukur  kepada Tuhan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kemana anda menginvestasikan hidup anda? Apakah semua waktu hidup anda dihabiskan hanya untuk menjadi “budak” dari keinginan anda?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bila anda mendahulukan Tuhan dalam hidup anda maka hidup anda akan diberkatiNya dan anda akan menikmati hidup anda dengan penuh ucapan syukur kepada Tuhan. Namun bila anda mengesampikan Tuhan dan lebih menitikberatkan pada  mengejar harta dan  kekuasaan, maka anda sama dengan orang kaya yang bodoh, yang pada akhirnya akan kecewa. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Matius 6:33 Tuhan Yesus mengatakan: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. “&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan memberkati anda!&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/08/11/investasi-diri-anda-dalam-tuhan-6695816/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/08/11/investasi-diri-anda-dalam-tuhan-6695816/</link><pubDate>Tue, 11 Aug 2009 01:22:21 +0200</pubDate></item><item><title>Kuasa Lidah Manusia</title><description>	&lt;p&gt;Amsal 18:21. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Lidah adalah salah satu anggota tubuh yang sederhana dan kecil tetapi memiliki peranan yang sangat penting bagi manusia dan pengaruhnya yang mematikan atau menghidupkan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Lidah dapat digunakan untuk merasakan makanan. Enak dan tidaknya apa yang kita makan sangat tergantung pada lidah kita. Lidah memberitahukan kita apakah rasa makanan itu tawar, asin, manis atau pahit. Tanpa lidah orang tak dapat merasakan apa-apa.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun pengaruh lidah yang paling besar bukan pada segi rasa, tetapi pada pada kata-kata yang diucapakan oleh lidah. Kata yang keluar dari mulut seseorang dapat memiliki pengaruh hidup dan mati. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kata-kata yang lemah-lembut dapat memberikan rasa damai, menyelesaikan pertengkaran, namun kata-kata yang kasar dapat berakibat pada pertengkaran, permusuhan, dan peperangan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kata-kata  juga dapat memberikan dorongan atau dapat menghancurkan orang lain. Kata-kata bisa menjadi berkat bagi orang lain, tetapi juga dapat menjadi kutukan bagi mereka. Kita ingat cerita mengenai Ishak yang sebelum akhir hidupnya, ia memberkati anak-anaknya. Berkatnya sangat ditunggu-tunggu oleh kedua anaknya Esau dan Yakub,  karena berkat itu menentukan perjalanan hidup mereka selanjutnya. Esau yang seharusnya memiliki berkat itu begitu ceroboh sehingga ia kehilangan berkat ayahnya yang jatuh kepada Yakub. Kehidupan mereka selanjutnya kita telah tahu, Yakub menjadi Bapak dan bangsa  Israel, sedangkan perjalanan hidup Esau tak bermakna apa-apa.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Anak-anak yang masih dalam pertumbuhan sangat terpengaruh oleh kata-kata yang diucapkan oleh orangtua atau orang-orang lain di sekitar mereka. Bila orangtuanya memuji apa yang dilakukannya, maka ia akan tumbuh dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Namun bila setiap hari ia hanya mendengar kata-kata bahwa ia anak yang bodoh, tak berguna, maka kata-kata seperti itu sama dengan kutukan yang menghantui hidupnya. Ia akan tumbuh dengan rasa percaya diri yang rendah dan memiliki hambatan dalam mengembangkan potensinya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kata-kata yang kita keluarkan tidak saja berpengaruh pada orang lain, tetapi juga pada diri kita sendiri. Karena apa yang kita ucapkan itulah yang kita terima. Buah dari kehidupan kita adalah hasil dari apa yang kita tanam. Bila kita menanam sesuatu yang baik bagi orang lain, atau bagi diri kita dengan kata-kata kita, maka kita akan menerima buah yang baik juga, tetapi bila kita menaburkan benih-benih kebencian, atau kutukan, maka hal-hal seperti yang akan akan kita dapat. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dengan kata-kata kita juga memuliakan Tuhan, dengan kata-kata kita juga dapat menghujat Tuhan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Jadi berhati-hati dengan apa yang kita katakan. Kata-kata kita dapat menjadi doa bagi Tuhan untuk memberkati kehidupan kita atau kehidupan orang lain, namun kata-kata juga dapat menjadi kutukan bagi hidup kita dan hidup orang lain. &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/07/17/kuasa-lidah-manusia-6530344/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/07/17/kuasa-lidah-manusia-6530344/</link><pubDate>Fri, 17 Jul 2009 01:02:03 +0200</pubDate></item><item><title>Allah Melengkapi Orang yang Ia Pilih dan Utus</title><description>	&lt;p&gt;Yeremia 1:1-8&lt;br&gt;
1:1. Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin. 1:2 Dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga belas dari pemerintahannya datanglah firman TUHAN kepada Yeremia. 1:3 Firman itu datang juga dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, hingga penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima.&lt;br&gt;
1:4. Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:&lt;br&gt;
1:5 "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."  1:6 Maka aku menjawab: "Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda."  1:7 Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: "Janganlah katakan: Aku ini masih muda, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.  1:8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kisah panggilan Yeremia sebagai nabi merupakan sesuatu yang sangat menarik. Pertama karena Yeremia dipersiapkan jauh sebelum ia lahir. Tuhan berkata dalam ayat 5 bahwa sebelum ia ada dalam rahim ibunya Tuhan telah mengenal Yeremia. Tuhan yang membentuknya, dan sebelum ia dilahirkan Tuhan telah menguduskannya dan menetapkannya menjadi nabi bangsa-bangsa. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Betapa indahnya kejadian Yeremia. Ia dikenal sebelum ada dalam rahim ibunya. Ia telah ditetapkan menjadi nabi bahkan sebelum ia lahir.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Mungkin kita bertanya-tanya apakah kasus ini hanya terjadi pada Yeremia saja?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tidak! Kejadian seperti ini bukan hanya terjadi pada Yeremia. Daud mengatakan dalam Mazmur 139:13dan 16 sbb:  Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.  mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yohanes Pembaptis juga telah ditetapkan sebagai nabi sebelum ia ada dalam kandungan ibunya. Malaikat Tuhan datang dan menyampaikan hal tersebut kepada ayahnya Zacharia. Bahkan Yohanes yang masih ada dalam rahim ibunya mengetahui kehadiran Maria sebagai Ibu Yesus. Dalam Injil Lukas 1:41 dikatakan: Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ayat-ayat yang dikutip tersebut mau menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan adalah pengarang atau perancang yang menulis  kehidupan manusia. Kalau Tuhan merancangkan kehidupan kita, maka kehidupan kita bukanlah  sekedar milik kita sendiri untuk digunakan sekehendak kita, tetapi kita adalah milik Tuhan yang menciptakan kita jauh sebelum kita ada di Bumi ini.  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kehidupan setiap manusia seperti  yang terjadi dengan Yeremia, Daud atau Yohanes Pembaptis, ada dalam rencana Tuhan. Tuhan merencanakan kehidupan setiap orang dengan bakat dan talentanya masing-masing. Tiap orang tidak ada yang sama, semuanya direncanakan secara cermat oleh Tuhan sebagai Pencipta kita. Tuhan mengatakan kepada Yeremia bahwa sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, aku telah mengenalmu. Tuhan mengenal rancanganNya mengenai kehadiran kita dan peranan kita dalam kehidupan di dunia ini. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Daud juga mengakui hal ini dengan mengatakan bahwa  Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dengan mengatakan Tuhan menenun dia dalam kandungan ibunya, Daud mau mengatakan bahwa kejadiannya bukan suatu kebetulan, tetapi direncanakan dengan baik dan cermat oleh Sang Penciptanya, sama seperti seorang penenun merencanakan motif-motif apa yang akan ditenunnya; sama seperti seorang pemahat merancangkan karya seninya. Tuhan menentukan dalam diri kita motif, bakat atau talenta yang dibutuhkan untuk suatu tujuan, suatu panggilan hidup yang Ia taruh bagi tujuan hidup kita sebagai manusia di dunia ini&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam ayat 16 Daud mengatakan  mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebelum hari-hari itu terjadi, sebelum kita lahir sudah tertulis dalam buku Tuhan apa yang akan terjadi. Tuhan merencanakan dan menulis semua rencana itu dalam buku catatanNya, apa yang Ia inginkan dalam hidup kita.&lt;br&gt;
Dalam kasus Yeremia, Tuhan telah menetapkannya menjadi nabi bagi bangsa-bangsa sebelum Yeremia lahir. Segala hal, kemampuan yang diperlukan oleh Yeremia sebagai seorang nabi telah dipersiapkan di dalam dirinya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pertanyaannya adalah ketika Tuhan telah mempersiapkan diri kita sebelum kita lahir untuk suatu tujuan yang Ia inginkan bagi kita, mengapa kita sering justru menghindar dari panggilan kita tersebut. Mengapa kita berusaha dengan berbagai cara menghindari panggilan hidup kita&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam kasus Yeremia, ia menghindari dengan berbagai alasan antara lain dengan mengatakan : “Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya aku tidak pandai berbicara, sebab aku ini masih muda”&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita selalu berusaha menonjolkan kelemahan kita di hadapan Allah untuk menghindari tugas panggilan kita. Yeremia memberikan alasan ia tak pandai bicara dan masih terlalu muda.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita melihat kasus yang sama terjadi pada Yesaya ketika datang panggilan untuk diutus sebagai nabi. Yesaya berkata dalam Yesaya 6:5 Jangan aku Tuhan, karena aku seorang yang najis bibirnya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hal yang sama terjadi dengan Gideon dalam Hakim-Hakim 6:14-15  Lalu berpalinglah TUHAN kepadanya dan berfirman: "Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!"  Tetapi jawabnya kepada-Nya: "Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan akupun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Gideon menghindari panggilan dengan alasan ia berasal dari suku yang paling  kecil di Israel dan ia yang paling muda. Alasan Gideon sama dengan Yeremia, merasa terlalu muda.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hal yang sama terjadi dengan Musa yang kita kenal begitu hebat, tetapi pada awal panggilan Tuhan itu datang apa yang dikatakan Musa kepada Tuhan. Musa katakan dalam Keluaran 3:11.  "Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?" &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai manusia kita selalu melihat kepada kelemahan kita, ketidakberdayaan kita menghadapi tugas panggilan kita. Tetapi Tuhan tidak melihat kepada kelemahan kita, ia tidak melihat kepada keberadaan fisik kita, tetapi Ia melihat kepada kesediaan kita, Tuhan mengetahui situasi kita karena Ia yang merancang hidup kita dan Ia sendiri yang memperlengkapi kita dengan hal yang kita perlukan untuk tugas panggilan kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan Yesus tidak memilih murid-murid dari antara orang-orang yang paling hebat, dan paling terpelajar. Tuhan Yesus justru memilih orang-orang sederhana sebagai muridnya dan yang diutusnya. Mereka adalah para nelayan yang diabaikan, yang terpinggirkan. Ia memilih mereka dan melengkapi mereka dengan RohNya yang Kudus sehingga mereka siap menyampaikan apa yang difirmankanNya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hal yang sama terjadi juga dengan Yeremia. Tuhan berkata dalam ayat 7 dan 8: kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah engkau pergi, dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan. 1:8 Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan katakan jangan takut. Pertama karena engkau menyampaikan sesuatu yang bukan dari dalam dirimu sendiri, bukan perkataan dirimu, tetapi apa yang engkau sampaikan adalah pesan yang Tuhan taruh dalam bibirmu. Kedua, jangan takut, karena Aku, Tuhan, menyertai engkau dan akan melepaskanmu. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan tidak mengirimkan atau mengutus kita tanpa perlengkapan yang memadai. Tuhan mempersiapkan utusanNya dengan peralatan yang lebih dari yang dia butuhkan untuk tugas tersebut. Bahkan tangan kuasaNya menyertai setiap orang yang diutusNya. Seperti dikatakan oleh Paulus dalam Ibrani 13:5b-6:  Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."  Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?" &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Roma 8:3b 1 Paulus menekankan sekali lagi: Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa arti renungan ini bagi kita orang percaya saat ini?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai orang yang kristen, orang yang telah mengaku percaya kepada Yesus, kita telah menerima panggilan untuk menjadi muridNya dan menerima panggilan pengutusan agung yang disampaikan oleh Yesus sebelum Ia naik ke surga, yang Ia sampaikan kepada murid-muridNya dalam Matius 28:19-20:  Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,  dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Setiap orang kristen memiliki panggilan untuk menjadi imam dari Yesus Kristus. Kita adalah imam-imam dengan Yesus sebagai Imam Agung kita. Kita terpanggil untuk memberitakan kabar sukacita, kabar baik, yaitu kabar pengampunan dosa yang telah terjadi melalui Yesus Kristus. Petrus menyatakan hal ini dalam 1 Petrus 2:9-10 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:  kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai orang kristen kita memiliki tanggung jawab untuk tidak menyimpan kabar sukacita yang telah kita dengar dan percaya hanya untuk diri kita sendiri, tetapi memiliki kewajiban untuk meneruskan hal tersebut bagi orang lain. Kewajiban untuk meneruskan kabar sukacita ini adalah amanat agung kita yang diberikan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.  Kita tidak perlu kuatir atau merasa tak berarti, karena Tuhan akan memperlengkapi kita dengan semua hal yang kita butuhkan. Ia mengaruniakan RohNya untuk menolong kita menyampaikan firmanNya. Ia juga akan menyertai dan menjaga kita. Amin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/07/09/allah-melengkapi-orang-yang-ia-pilih-dan-utus-6475942/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/07/09/allah-melengkapi-orang-yang-ia-pilih-dan-utus-6475942/</link><pubDate>Thu, 09 Jul 2009 05:11:39 +0200</pubDate></item><item><title>Dengan Roh Kristus kita lakukan yang baik dan kalahkan yang jahat</title><description>	&lt;p&gt;Bacaan: Roma 7:21-25&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;7:21 Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. 7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, 7:23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.  7:24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?  7:25 Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Rasul Paulus menggambarkan Hukum Taurat Tuhan sebagai kudus,  benar dan baik. Hanya mereka yang hidup menurut hukum yang dibenarkan. Iman bukan sekedar percaya tetapi melakukan perintah-perintah Tuhan yang adalah hukum itu sendiri. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam ayat 22, Paulus menyatakan hukum Allah sebagai sesuatu yang sangat disukai oleh batinnya. Sikap positif  Rasul Paulus terhadap Hukum Tuhan sama seperti Daud dalam Mazmur 119: 97-112 saya mengutip beberapa dari ayat-ayat itu:  119:97. Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. 119:98. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. 119:99 Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. 119:105. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. 119:111. Peringatan-peringatan-Mu adalah milik pusakaku untuk selama-lamanya, sebab semuanya itu kegirangan hatiku. 119:112 Telah kucondongkan hatiku untuk melakukan ketetapan-ketetapan-Mu, untuk selama-lamanya, sampai saat terakhir. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Orang kristen menolak ide yang mengatakan bahwa melalui iman kita tidak lagi membutuhkan  Hukum Taurat. Itu sama sekali tidak benar karena justru melalui iman kepada Allah, kita makin tunduk dibawah hukum Taurat, yaitu kita makin mengasihi  Allah dan mengasihi sesama kita manusia. Dalam Roma 3:31 Paulus mengatakan: “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.”&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hukum Tuhan itu adalah perintah, dan perintah Tuhan itu menyelamatkan dan bukan memberi hukuman atau menindas. Seperti dikatakan  Daud, Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:105).   &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sikap  positif  dan menyukai Hukum Allah itu menunjukkan sikap yang benar dan menyenangkan hati Allah. Karena Tuhan memberikan Hukum Taurat dengan tujuan utama untuk  mengajarkan cara hidup yang benar.  Hukum Allah sebagai sumber hikmat dan pengetahuan,  perintah-perintahNya agar kita hidup dalam kebenaran. Hukum Allah memiliki peranan sebagai mendidik dan bukan untuk menindas. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sama seperti Daud, Salomo mengatakan dalam Amzal 1:7: Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Takut akan Tuhan dan menjalankan perintahNya perlu dilihat sebagai sesuatu yang menyenangkan karena mengikuti perintah Tuhan memberikan hikmat, sukacita dan kedamaian. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Fungsi hukum yang kedua adalah sebagai pembenaran. Bagaimana orang bisa tahu dia benar atau salah, bagaimana dia tahu dia diampuni dari kesalahannya kalau tidak ada hukum yang menunjukkannya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tidak ada seorangpun yang dapat merubah hukum Allah. Karena Allah itu setia terhadap apa yang dikatakanNya dan Ia suci sehingga tak dapat berdampingan dengan dosa. Allah tidak pernah berubah, sehingga ketika Adam dan hawa  jatuh kedalam dosa karena melawan perintah Tuhan, maka tak ada satu cara yang dapat melawan perintah itu selain kematian manusia. Karena dosa berarti mati. Tak ada cara lain! &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun syukur kepada Allah, meskipun  sebagai manusia  kita masih berada dibawah ancaman kematian karena dosa, tetapi kita juga berada dibawah anugerah Allah yang membebaskan kita dari hukuman kematian itu. Allah tidak menghapus atau merubah  hukumNya  untuk membenarkan kita, tetapi Allah sendiri yang menanggung atau  membayar hukuman kita sehingga kita terlepas dari hukuman itu. Disinilah terlihat konsistensi, kesetiaan dan kesucian Allah terhadap hukumNya sendiri, tetapi sekaligus menunjukkan&lt;br&gt;
keagungan dan kebesaran kasihNya kepada kita manusia. Begitu kasih sayangnya Allah kepada kita sehingga Ia bersedia membayar harga tebusan kita yang berat berupa satu kematian.  Demi untuk membenarkan kita, demi untuk menyucikan kita, Allah rela menyerahkan milik satu-satuNya, yaitu AnakNya Yesus Kristus, untuk mati sebagai ganti kematian kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pertanyaannya adalah kalau kita sudah ditebus dari dosa, sudah dibenarkan, mengapa Paulus mengatakan bahwa ia masih bergulat dengan dosa yang ada di dalam dirinya?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam ayat 21 Paulus mengatakan bahwa jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku? Mengapa dia mengatakan dalam ayat  23-24: 23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.  24 Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita mengetahui kebaikan, tetapi kita tidak melakukannya. Kita mengetahui apa yang salah dan kita berjuang melawan hal tersebut, tetapi kita kemudian melakukan kesalahan yang sama tersebut. Kita berjanji kepada Tuhan untuk bertobat, dan tak akan mengulang kesalahan kita, namun kita terperosok kembali untuk melakukan kesalahan tersebut? Apa yang Paulus maksudkan dengan dosa yang ada di dalam dirinya?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pernyataan Paulus itu menggambarkan ketidakmampuan dirinya sebagai manusia biasa seperti kita. Sebagai manusia biasa, meskipun telah ditebus, kita masih memiliki sifat kedagingan. Paulus menjelaskan hal ini dalam Roma 7:14-15 sbb: 7:14. Sebab kita tahu, bahwa hukum Taurat adalah rohani, tetapi aku bersifat daging, terjual di bawah kuasa dosa.  7:15 Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ayat 15 menunjukkan kepada kita betapa dosa yang bercokol dalam kedagingan  membuat bukan apa yang kita kehendaki yang kita perbuat, tetapi justru apa yang kita benci, hal-hal yang berdosa, yang kita lakukan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai daging, manusia terikat pada kedagingannya. Tak ada sesuatu yang baik dari kedagingannya, seperti tertulis dalam ayat 18-19:  Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. 7:19 Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa yang mau dijelaskan Paulus  kepada kita  adalah bahwa dirinya sebagai manusia sama sekali tak berharga dihadapan Allah, karena tak ada yang baik yang dapat dibanggakan dihadapan Tuhan. Tak ada sesuatu di dalam kita yang mendatangkan keselamatan bagi kita di hadapan Allah.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Saat ia menulis surat Roma ini Rasul Paulus telah bertobat selama 20 tahun, ia dianggap telah mantap dalam iman, namun ia  masih saja berjuang dengan dosa kedagingan yang bercokol dalam dirinya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Paulus mengaku bahwa seberapa kuat ia berusaha, ia tak dapat melepaskan diri dari kekuatan dosa yang ada di dalam kedagingan dirinya. Penjelasan Paulus ini sama dengan yang tertulis dalam Yesaya  64:6. Demikianlah kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyapkan oleh angin. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam ayat 21 Paulus menggambarkan kejahatan sebagai sudah ada padanya, sudah melekat padanya. Kemanapun ia pergi, kejahatan itu selalu menempel padanya, ada di dalam dirinya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Jadi persoalan bukan sekedar dosa atau kejahatan yang berasal dari luar diri kita, tetapi yang paling sulit adalah dosa yang ada dan bercokol dalam diri kita. Ini adalah perjuangan yang tidak ada seorangpun dapat melihatnya.  Kejahatan itu bercokol atau berdiam dalam hati dan pikiran kita. Ia  mempengaruhi sikap, pemikiran dan motivasi kita. Kita bisa saja pergi ke gereja setiap hari minggu dan kelihatan baik, tetapi dibalik senyuman kita tersimpan suatu pergumulan, mungkin rasa sakit hati, kekecewaan, kekalahan, kemenangan, pengecut, keberanian, semuanya bercampur menjadi satu. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam kartun komik Pogo yang dikarang oleh Walt Kelly, sang pahlawan kembali dan berkata, “kami sudah berjumpa dengan musuh, dan dia adalah kami sendiri.”&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pertempuran dengan dosa dan kejahatan adalah suatu pertempuran kepada siapa kita memilih untuk berpihak. Keduanya ada di dalam diri kita, tinggal kita memilih kemana kita berpihak. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pertarungan kita sama seperti pertarungan dua ekor anjing seorang nelayan Eskimo yang datang ke kota setiap Sabtu sore membawa dua ekor anjing, hitam dan putih. Dia telah mengajarkan mereka berkelahi berdasarkan perintahnya. Setiap Sabtu sore orang berkumpul di taman kota dan menyaksikan perkelahian kedua ekor anjing tersebut dan bertaruh uang dengan petani tersebut. Kadang anjing hitam yang menang, minggu berikutnya anjing putih yang menang, namun sang nelayan yang selalu menang taruhan. Teman nelayan itu bertanya kepadanya, bagaimana ia dapat melakukan hal tersebut? Nelayan ini menjawab, semuanya tergantung kepada anjing mana yang saya beri makan dan mana yang tidak. Bila aku memberi makan yang putih, maka yang putih yang akan menang karena ia kuat, dan yang hitam akan kalah karena ia lemah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ada dua kekuatan yang saling bertempur dalam diri kita yang telah bertobat. Kekuatan yang dominan tergantung kepada siapa kita berpihak. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kehidupan kristiani kita adalah suatu pertarungan dua kekuatan yang bergumul dalam diri kita. Namun kita bersyukur, karena Tuhan tidak membiarkan kita bergantung kepada kekuatan kita,    Bagi orang percaya, Yesus telah memberikan penolong yaitu Roh Kudus yang akan selalu menolong kita untuk bergantung kepadaNya dan menuruti perintahNya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Martin Luther, pemimpin reformasi kristen, menemukan dirinya diserang oleh Setan. Si jahat membuka segulungan kertas berisi daftar dosa-dosa Luther, dan menunjukan semua itu kepadanya. Ketika sampai pada akhir gulungan, Luther bertanya, “Apakah sudah semuanya?” Belum jawab si jahat dan mulai membuka gulungan kedua dan ketiga sampai selesai.  “Kau melupakan sesuatu,” Luther  berteriak dengan penuh kemenangan, “ tuliskan dalam setiap gulungan itu, “Darah Yesus Kristus, Anak Allah, telah menyucikan semua dosa-dosa saya”.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Setan selalu menggunakan dosa-dosa kita untuk membuktikan bahwa tak ada harapan bagi kita. Karena kedagingan kita selalu membuat kita terikat pada dosa. Tetapi kita bersyukur kepada Allah, karena melalui Yesus Kristus, semua dosa-dosa kita telah diampuni. Dia yang memberikan kita Roh Kudus, penolong yang  membantu kita untuk hidup dalam kemenangan. Dalam kedagingan, kita masih melayani dosa, namun dalam roh kita melayani Tuhan. Karena Allah itu adalah Roh. Siapa ada dalam Yesus, ia ada dalam roh. Yohanes 4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Roh Kudus akan memimpin kita memahami  Firman Allah sebagai sesuatu yang menyenangkan dan menyegarkan jiwa bila kita merenungkan dan melakukannya. Karena perintah Allah itu membuat kita lebih bijaksana. Firman Tuhan itu sebagai pelita bagi kaki kita dan terang bagi jalan kita. Membuat kita lebih berakal budi dan membawa damai dan sukacita dalam hati kita. Amin&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/27/dengan-roh-kristus-kita-lakukan-yang-baik-dan-kalahkan-yang-jahat-6403208/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/27/dengan-roh-kristus-kita-lakukan-yang-baik-dan-kalahkan-yang-jahat-6403208/</link><pubDate>Sat, 27 Jun 2009 08:14:48 +0200</pubDate></item><item><title>Tetap setia dalam segala hal</title><description>	&lt;p&gt;
Lukas 16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Mazmur 18:25-28:  Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela,   terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.   Karena Engkaulah yang menyelamatkan bangsa yang tertindas, tetapi orang yang memandang dengan congkak Kaurendahkan. Karena Engkaulah yang membuat pelitaku bercahaya; TUHAN, Allahku, menyinari kegelapanku. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tetap setia merupakan tuntutan dan kewajiban setiap orang. Tetap setia berarti setia memegang janji, setia terhadap apa yang dikatakan, dan setia dalam tangung jawab dan peri laku yang baik. Meskipun tuntutan ini berat tetapi harus dilakukan, meskipun sudah menjadi sifat dasar manusia untuk selalu ingin bebas, memiliki kebebasan menentukan pilihan, kebebasan yang sering justru menjurus kepada ketidaksetiaan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Adam dan Hawa diciptakan untuk memiliki hubungan yang akrab dengan Allah. Dalam hubungan yang seperti ini mereka hidup dalam suasana yang damai, penuh kebahagiaan  dan berkecukupan. Semua begitu indah, sampai suatu saat mereka tergoda untuk keluar dari kesetiaan mereka kepada Allah. Mereka tergoda untuk tidak setia terhadap janji dan larangan Allah, dan ingin memiliki sesuatu yang lebih dari apa yang disediakan bagi mereka. Akibatnya mereka terjerumus dalam ketidaksetiaan, dalam kebohongan dan saling melempar tanggung jawab.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Tuhan datang mencari mereka sesudah terjatuh dalam ketidaksetiaan, mereka bersembunyi, dan ketika Tuhan menemukan mereka dan bertanya mengapa mereka bersembunyi, mereka malu atas situasi mereka yang telanjang. Ketika Tuhan bertanya mengapa mereka makan buah larangan itu, mereka saling menuduh dan melempar tanggung jawab. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Itulah kebiasaan manusia, sulit untuk setia, sulit untuk mengaku ketidaksetiaannya dan menerima tanggung jawab.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Injil Lukas 16:1-8, Tuhan Yesus memberikan perumpamaan sebagai contoh lain ketidaksetiaan seorang manajer kepada tuannya yang mempercayakan bisnis kepadanya. Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.  Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.  Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.  Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?   Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.  Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.  Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ya, seringkali untuk menutupi ketidaksetiaan kita kepada orang lain, kepada Tuhan, kepada isteri, kepada orang tua, kita berbohong. Dari satu kebohongan kita teruskan dengan kebohongan berikutnya, sampai suatu saat kita hidup penuh  dengan kebohongan-kebohongan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Mazmur 18:25-28, Daud yang adalah seorang raja besar mengungkapkan pengakuannya akan pentingnya kesetiaan kepada Tuhan yang akan berdampak pada berkat-berkat Tuhan dalam kehidupannya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Menurut Daud, terhadap orang yang setia Tuhan akan berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Tuhan juga akan berlaku tidak bercela,   terhadap orang yang suci Tuhan  berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Tuhan akan berlaku belat-belit.   &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan menyelamatkan  bangsa yang tertindas, tetapi orang yang memandang dengan congkak direndahkanNya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Daud memuliakan Tuhan, karena Dialah yang membuat pelitanya (hidupnya) bercahaya, Tuhan menyinari hidupnya dengan penuh kesuksesan dan menolongnya dari musuh-musuhnya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kesetiaan adalah kunci suatu persahabatan, suatu hubungan yang harmonis. Ketika salah satu pihak menjadi tidak setia, maka tidak ada alasan untuk meminta pihak lain tetap setia. Begitu juga dengan Tuhan, ketika kita tidak setia kepadaNya, maka tak ada alasan, tak ada tanggung jawab Tuhan untuk menolong kita. Tanpa kesetiaan, kita tidak terhitung dalam kasih dan anugerah Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan Yesus,  melalui perumpamaan bendahara yang tak jujur ini, meminta kita untuk selalu menjaga kesetiaan kita, baik dalam hal-hal yang kecil maupun besar. Ketika kita setia, maka Tuhan akan tetap setia melindungi kita, tetap setia menolong kita dan tetap setia mencurahkan berkatnya dalam kehidupan kita. Tuhan menolong anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/26/tetap-setia-dalam-segala-hal-6392875/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/26/tetap-setia-dalam-segala-hal-6392875/</link><pubDate>Fri, 26 Jun 2009 05:39:38 +0200</pubDate></item><item><title>Hidup dalam damai sejahtera dengan Allah</title><description>	&lt;p&gt;Roma: 5:1-5&lt;br&gt;
&lt;em&gt;5:1. Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. 5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. 5:3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 5:4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. 5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hidup memang sering berat dan sulit, dapat membuat orang menderita. Robert Schuller mengatakan: “masa sulit tak pernah berakhir, namun orang-orang yang kuat mampu bertahan (tough times never last, but tough people do).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Orang-orang yang kuat tidak identik dengan fisikal, tidak identik dengan postur, tidak juga identik dengan uang yang banyak atau kekuasaan yang besar. Orang yang kuat, yang mampu bertahan dalam setiap kesulitan, tidak ada hubungan dengan semua itu. Karena kekuatan manusiawi kita sering tak dapat memberikan jaminan untuk  selalu mampu bertahan menghadapi  semua pencobaan dan pergumulan hidup kita. Banyak kejadian dimana justru orang-orang besar, yang memiliki kekayaan yang besar, atau pernah memiliki kekuasaan besar justru melakukan bunuh diri. Sebagai contoh, mantan presiden Korea Selatan, Roh Moo-Hyun, yang tengah dililit kasus korupsi, mengakhiri hidupnya dengan melompat dari tebing di belakang rumahnya. Krisis finansial telah membuat milyuner Jerman, Adolf Merckle, orang terkaya ke 94 di dunia versi Majalah Forbes,  memilih bunuh diri setelah kerajaan bisnisnya runtuh diterpa badai krisis. Dalam Alkitab, Samson, yang memiliki kekuatan fisik yang besar, justru terjatuh dalam godaan dan menjadi budak Delilah.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sumber kemampuan untuk tetap tegar menghadapi segala tantangan kehidupan, pencobaan dan pergumulan hidup  hanya dapat berasal dari Tuhan, yaitu hidup dalam iman kepada Tuhan, hidup dalam damai sejahtera dengan Allah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam bacaan di atas dikatakan bahwa melalui iman kepada Yesus, kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia Allah.  Kita malah dapat bermegah juga dalam kesengsaraan kita. Di dalam kasih karunia ini kita mampu berdiri dan bermegah dalam pengharapan dan menerima kemuliaan Allah. Kemuliaan Allah yang mengangkat kita tinggi-tinggi  di hadapan lawan-lawan kita. Bahkan dalam Mazmur 23, Daud bersaksi mengenai Tuhan sebagai Gembala yang menuntun kita di jalan-jalan yang penuh mara bahaya. Ia menuntun kita pada air yang tenang, Ia menyegarkan jiwa kita. Ia bahkan menyiapkan hidangan di depan musuh-musuh kita.  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Itulah hidup dalam damai sejahtera dengan Allah. Allah menuntun kita. Allah memberikan kekuatan kepada kita, memberikan harapan di tengah ketiadaan harapan. Allah memberikan damai di tengah tekanan gelombang pencobaan yang bertubi-tubi. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kalau hidup anda saat ini sedang berada dalam tekanan gelombang kehidupan yang berat. Ingatlah akan kasih Allah yang begitu besar dalam Yesus Kristus. Ingatlah akan salib itu, disitulah tergambarkan kasih dan pengorbanan Allah yang begitu besar kepada kita semua. Allah mengasihi kita. Apapun kesulitan kita, Allah mengasihi kita. Kasih Allah itu tak berubah, tak berkesudahan. Kasih itu tetap. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apapun kesulitan kita, sepanjang Allah tetap mengasihi kita, maka tak akan ada kesulitan yang dapat menghancurkan kita, tak ada pencobaan yang dapat mematahkan dan menjatuhkan kita. Percayalah kepadaNya dan serahkan semua beban kita kepadaNya dan terimalah damai sejahtera dari padaNya. Yesus telah mengalahkan dunia ini. Dia berkata kasihKu cukup bagimu, cukup untuk mengatasi kesulitanmu hari ini. Amin.  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;HIDUPMU BERHARGA&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;HIDUPMU BERHARGA BAGI ALLAH&lt;br&gt;
TIADA YANG TAK BERKENAN DI HADAPAN-NYA&lt;br&gt;
DIA CIPTAKAN KAU S'TURUT GAMBAR-NYA&lt;br&gt;
SUNGGUH BERHARGA HIDUP-MU BAGI DIA&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;DIA BERIKAN KASIH-NYA PADA KITA&lt;br&gt;
DIA T'LAH RELAKAN SEGALA-GALANYA&lt;br&gt;
DIA DISALIB 'TUK TEBUS DOSA KITA&lt;br&gt;
KAR'NA HIDUPMU SANGATLAH BERHARGA&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;REFF:&lt;br&gt;
BULUH YANG TERKULAI TAKKAN DIPATAHKAN-NYA&lt;br&gt;
DIA 'KAN JADIKAN INDAH SUNGGUH LEBIH BERHARGA&lt;br&gt;
SUMBU YANG T'LAH PUDAR TAKKAN DIPADAMKAN-NYA&lt;br&gt;
DIA 'KAN JADIKAN TERANG UNTUK KEMULIAAN-NYA&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/18/hidup-dalam-damai-sejahtera-dengan-allah-6329947/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/18/hidup-dalam-damai-sejahtera-dengan-allah-6329947/</link><pubDate>Thu, 18 Jun 2009 02:04:26 +0200</pubDate></item><item><title>Bersyukur Selalu Kepada Tuhan</title><description>	&lt;p&gt;
Mazmur 86:12-13: &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;&lt;em&gt;Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;  sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Menurut  pendeta Jesse Duplantis, gunakan pengalaman kemenangan masa lalu kita bersama Tuhan untuk menghadapi pertempuran kita hari ini dan masa depan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Merayakan kemenangan masa lalu karena pimpinan Tuhan merupakan sikap ucapan syukur kita kepada Tuhan atas apa yang Tuhan telah buat dalam hidup kita. Jangan pernah melupakan perbuatan-perbuatan Tuhan kepada kita, jangan mengambil pujian bagi diri sendiri yang seharusnya ditujukan untuk Tuhan, jangan meninggikan, atau membanggakan  diri sendiri atas hal-hal yang dibuat Tuhan, sehingga Tuhan tidak dimuliakan dalam kehidupan kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Daud adalah orang yang penuh ucapan syukur kepada Tuhan. Ia tahu menempatkan dirinya dengan benar dihadapan Tuhan dan orang lain. Ia tidak mengambil pujian bagi dirinya ketika ia merayakan kemenangan-kemenangannya. Ia memberikan pujian itu hanya bagi Tuhan. Ketika ia mengalahkan Goliat, Daud tidak menganggap keberhasilan itu karena kehebatan dirinya, tetapi itu adalah perbuatan Tuhan, Tuhan yang berperang bagi dia, dan bukan dia yang berperang bagi Tuhan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Daud begitu menghormati Tuhan sehingga ia takut menaruh tangannya pada orang yang telah diurapi Tuhan. Ketika Tuhan menyerahkan Saul, musuh yang mengejarnya siang dan malam,  dalam genggamannya, Daud menolak membunuh Saul. Apapun kesalahan Saul, Daud merasa ia tidak berhak untuk menghukumnya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sikap Daud yang selalu menempatkan Tuhan dalam setiap hal dalam hidupnya membuat ia selalu dikasihi dan diberkati Tuhan, bahkan ketika ia jatuh dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba, istri Uria. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Daud hanya manusia biasa, tidak setiap kali ia mampu mempertahankan sikap benar dihadapan Tuhan. Namun ia memiliki  sikap hidup yang penuh ucapan syukur kepada Tuhan, sehingga apapun kelemahan ida, apapun kesalahan dia, Tuhan bersedia mengampuninya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita bisa membaca pengakuan Daud sesudah jatuh dalam dosa pada Mazmur 51 dan bagaimana Tuhan bersedia mengampuni Daud dalam 2 Samuel 12:13:  &lt;em&gt;Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam kejatuhan sekalipun, Daud masih mempertahankan sikap bersyukur kepada Tuhan. Ia mengingat-ingat perbuatan Tuhan yang besar dalam pengalaman hidupnya. Daud mengakui bahwa semua yang dicapainya adalah karena pemberian Tuhan semata-mata. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa yang kita pelajari dari pengalaman hidup Daud?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pertama, hidup kita ada dalam tangan Tuhan. Sebagai orang percaya, Tuhan adalah pusat dari kehidupan kita. Tuhan adalah pusat dari ucapan syukur kita.Hidup kita adalah hidup yang bersandar kepada Tuhan dan memuliakan Tuhan. Hidup kita adalah hidup yang selalu bersyukur atas semua perbuatan-perbuatan Tuhan dalam hidup kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kedua, untuk selalu dapat bersyukur kita harus memohon, mengundang Tuhan menjadi bagian dari hidup kita, mengundang Tuhan memimpin pergumulan hidup kita. Daud bersaksi bahwa pertarungan dengan Goliat bukan pertarungan dia pribadi dengan Goliat, tetapi pertarungan Tuhan melawan Goliat bersama dengan semua dewa-dewa Goliat. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketiga, ketika kita mencapai kemenangan, jangan merampok kemuliaan Tuhan. Jangan sekali-kali merampok pujian-pujian yang seharusnya ditujukan kepada Tuhan bagi diri kita sendiri. Kalau Tuhan yang membuat kita menang, membuat kita berhasil, maka sudah semestinya kita memberikan pujian itu bagi Tuhan, dan kita mundur ke belakang agar Tuhan yang dimuliakan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Keempat, ketika kita mencapai kemenangan dan keberhasilan, jadikan kejadian itu sebagai monumen, tugu peringatan bagi kita, tonggak iman untuk menunjang pertempuran di masa depan. Membangun tonggak-tonggak iman merupakan bagian dari membangun dan memperkokoh iman kita untuk menghadapi pertempuran iman yang lebih besar di masa depan. Iman kita bukanlah iman yang mandeg, bukan iman yang berhenti, tetapi iman yang berkembang, iman yang bertumbuh dari waktu ke waktu. Umat Israel selalu membangun tugu-tugu peringatan perjumpaan mereka dengan Tuhan agar mereka selalu teringat akan campur tangan Tuhan dalam hidup mereka. Kitapun harus selalu membangun tonggak-tonggak, tugu-tugu peringatan untuk mengingat-ingat campur tangan Tuhan dalam pergumulan hidup kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tonggak-tonggak, tugu peringatan bukan hanya penting bagi kita, tetapi juga bagi anak-anak kita, bagi keturunan-keturunan kita untuk melihat dan meniru teladan kita dan mau menyandarkan hidup mereka kepada Tuhan. Tuhan menolong anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/13/bersyukur-selalu-kepada-tuhan-6292959/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/13/bersyukur-selalu-kepada-tuhan-6292959/</link><pubDate>Sat, 13 Jun 2009 02:29:01 +0200</pubDate></item><item><title>Kasih Yang Sempurna</title><description>	&lt;p&gt;Dalam Kitab Hosea pasal 1 diceritakan bahwa Tuhan menyuruh Hosea untuk menikahi seorang perempuan bernama Gomer, yang sehari-hari berprofesi sebagai WTS.  Hosea menikahi perempuan itu dan ia melahirkan bagi Hosea 3 orang anak, 2 anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Anak pertama laki-laki dinamai Yizreel, berdasarkan nama tempat pembunuhan politik di kerajaan Israel 10 suku oleh Yehu( 2 Raja 9). Anak yang kedua seorang anak perempuan dinamai Lo-Ruhama yang artinya, “tidak cinta”, dan anak ketiga seorang anak laki-laki dinamai Lo-Ami, yang artinya “bukan milikku”, karena Hosea tidak tahu apakah dia adalah ayah dari anak itu. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Cara Hosea menamai anak-anaknya menunjukkan betapa Gomer seorang perempuan yang tak bisa dipercaya meskipun ia telah menjadi isteri Hosea, isteri seorang nabi besar di Israel, seorang nabi yang sangat disegani oleh seluruh Israel termasuk para raja dan menteri. Meskipun telah menjadi isteri, Gomer tetap melakukan perselingkuhan. Gomer bahkan merindukan kembali kepada profesinya yang lama, kembali kepada pelukan para lelaki hidung belang. Bukan para lelaki itu yang mengejar Gomer, tetapi sebaliknya, ia sendiri yang mengejar para lelaki hidung belang tersebut (Hosea pasal 2). Puncaknya ketika ia lari meninggal rumah, suami dan anak-anaknya dan akhirnya terjebak hutang dan dijadikan budak pemuasan kebutuhan seksual. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun Hosea tetap mencintai isterinya, meskipun perilaku isterinya itu sudah sangat keterlaluan. Hosea datang membeli kembali Gomer dari tangan mucikarinya. Ia membeli kembali isterinya dengan harga yang sangat mahal, meskipun di mata orang lain isterinya sudah tidak memiliki nilai apa-apa. Hosea membeli dia sebesar lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai. (Hosea 3:2)&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Memang kasih itu mengatasi segala-galanya, tak memandang kepada keburukan, atau kejelekan seseorang, tetapi kepada kebaikannya, bahkan meskipun tak ada kebaikan sama sekali, kasih itu menututpi semua kejelekan itu. Tuhan berkata dalam Yesaya 1:18: Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kasih itu bersedia mengampuni, meskipun perbuatan-perbuatan seseorang kepada kita sudah mencapai suatu tingkat yang tidak layak untuk diampuni. Paulus melukiskan kasih itu dalam       I Korintus 13:4-7 sbb: “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.   Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.   Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. “&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Itulah bahasa kasih, bahasa cinta yang diungkapkan oleh Allah, betapa Ia sangat mengasihi kita. Ia bersedia menghapus semua pelanggaran kita, mengampuni kita dan menerima kita kembali sebagai anak-anakNya.  Kasih Allah itu sempurna, tak berkesudahan, tak terbatas, dan tetap setia, meskipun kita tidak setia. Allah bahkan bersedia berkorban bagi kita melalui AnakNya Yesus, agar dosa-dosa kita disucikan dan kita dibenarkan dalam Dia. Amin.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;BAPA YANG KEKAL&lt;br&gt;
Julita Manik&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;KASIH YANG SEMPURNA TELAH&lt;br&gt;
KU T'RIMA DARI-MU&lt;br&gt;
BUKAN KAR'NA KEBAIKANKU&lt;br&gt;
HANYA OLEH KASIH KARUNIA-MU&lt;br&gt;
KAU PULIHKAN AKU, LAYAKKANKU&lt;br&gt;
'TUK DAPAT MEMANGGIL-MU, BAPA&lt;br&gt;
REFF:&lt;br&gt;
KAU B'RI YANG KUPINTA&lt;br&gt;
SAAT KUMENCARI, KUMENDAPATKAN&lt;br&gt;
KUKETUK PINTU-MU DAN KAU BUKAKAN&lt;br&gt;
S'BAB KAU BAPAKU, BAPA YANG KEKAL&lt;br&gt;
TAK KAN KAU BIARKAN&lt;br&gt;
AKU MELANGKAH HANYA SENDIRIAN&lt;br&gt;
KAU SELALU ADA BAGIKU&lt;br&gt;
S'BAB KAU BAPAKU, BAPA YANG KEKAL&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/06/kasih-yang-sempurna-6247092/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/06/kasih-yang-sempurna-6247092/</link><pubDate>Sat, 06 Jun 2009 01:22:44 +0200</pubDate></item><item><title>Rencana Tuhan Bagi Hidup Kita</title><description>	&lt;p&gt;&lt;em&gt;Mazmur 16:11 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.&lt;br&gt;
&lt;/em&gt;&lt;br&gt;
Pernakah anda bertanya apa yang dipikirkan Tuhan ketika Ia merancang kehadiran anda di dunia ini.  Di dalam Yermia 1:5 Tuhan berkata kepada Yermia:  &lt;em&gt;"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kehadiran setiap orang anak manusia di dunia ini dirancang oleh Tuhan untuk maksud tertentu. Tuhan memiliki rencana ketika Ia merancang keberadaan kita di atas dunia ini. Rencana itu sudah tentu hanya Tuhan sendiri yang tahu. Seperti dikatakan dalam Yermia 29:11:  &lt;em&gt;“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. “&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun Tuhan sering memberitahukan rencanaNya itu kepada orang yang dikasihiNya. Tuhan memberitahukan rencana akan datang kepada Yusuf  dalam mimpi bahwa suatu ketika ia akan menjadi seorang pemimpin bahkan saudara-saudara dan orangtuanya akan datang menyembah dia. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan mengungkapkan rencanaNya kepada Abraham bahwa anak cucunya akan menjadi suatu bangsa yang besar seperti pasir yang tak terhitung banyaknya atau seperti banyaknya bintang di langit. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan memberitahukan apa yang akan terjadi kepada nabi-nabi atau rasul-rasul mengenai apa yang akan terjadi kemudian pada akhir zaman. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bahkan Tuhan memberitahukan rencanaNya kepada raja Nebukadneser dalam mimpi bahwa ia adalah raja yang terbesar dalam sejarah manusia dilambangkan oleh kepala patung dari emas. Raja-raja sesudah itu tidak akan sekuat dan sebesar dia. Raja Nebukadneser bahkan diberitahukan berkali-kali apa yang akan terjadi kepadaNya bahwa ia akan direndahkan sama seperti binatang makan rumput dan minum air embun di padang sampai ia mengakui Tuhan yang mahakuasa.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Di dalam setiap rencana Tuhan selalu ada peranan yang dimainkan oleh kita. Ketika Tuhan memberitahukan rencanaNya, Tuhan memberitahukan kita apa yang akan menjadi peranan kita dalam rencana itu.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Mazmur 16:11 di atas, Daud memberikan kesaksian bagaimana Tuhan mengungkapkan rencana bagi kehidupannya. Dari pengalaman Daud kita tahu bahwa Tuhan menyuruh Samuel datang mengurapi Daud menjadi raja bangsa Israel saat ia masih berumur belasan tahun, padahal saat itu Saul masih menjadi raja di Israel. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Rencana Tuhan itu tidak secara otomatis terjadi kepada kita. Sering waktu sampai rencana Tuhan itu terwujud sangat panjang. Yusuf  harus menunggu bertahun-tahun, melewati perjalanan penuh kepahitan, sebelum kemudian ia menjadi wakil raja. Bangsa Israel harus berputar-putar selama 40 tahun di padang gurun sebelum mereka diijinkan masuk tanah perjanjian. Daud tidak otomatis langsung menjadi raja, tetapi ia harus menunggu hampir 30 tahun kemudian baru ia menjadi raja. Selama waktu itu Daud harus berlari kesana kemari menyembunyikan dirinya dari Saul yang hendak membunuhnya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa yang kita pelajari dari semua hal di atas adalah bahwa ada rencana Tuhan bagi hidup kita. Rencana itu Tuhan buat jauh sebelum kita dilahirkan. Rencana Tuhan itu adalah tujuan hidup, tujuan keberadaan kita. Namun apakah rencana atau tujuan itu akan berjalan sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan masih tergantung pada diri kita sendiri. Tuhan memberikan kebebasan kepada kita bahwa selama kita berada di dalam Dia, maka rencanaNya dalam diri kita itu akan terwujud, yaitu rencana damai sejahterah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Adam dan Hawa diciptakan untuk rencana Tuhan bagi suatu kehidupan yang menyenangkan dalam Taman Eden, namun mereka kemudian tergoda  dan terbuang dari Taman Eden. Bangsa Israel direncanakan akan masuk ke tanah perjanjian, tetapi kemudian banyak yang memberontak dan mati dalam perjalanan kesana. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Meskipun Tuhan merencanakan hidup kita, namun Tuhan tidak memaksakan rencana itu terjadi pada kita. Tuhan menaruh tujuan itu, dan kemudian ia mendidik kita selama perjalanan mencapai tujuan itu. Karena tujuan bukan segala-galanya dalam rencana Tuhan. Hal yang paling utama dalam rencana Tuhan itu adalah proses hubungan kita dengan Tuhan selama melakukan perjalanan ke tujuan yang Tuhan tetapkan bagi kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tujuan hanyalah hasil dari proses hubungan kita dengan Tuhan. Karena itu membina hubungan erat, atau akrab dengan Tuhan jauh lebih penting dari menuntut terwujudnya janji Tuhan itu. Karena janji itu tidak akan terwujud sebelum hubungan akrab kita dengan Tuhan terjadi. Makin cepat kita melakukannya,  makin segera janji itu terwujud. Tuhan memberkati anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/04/rencana-tuhan-bagi-hidup-kita-6233250/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/06/04/rencana-tuhan-bagi-hidup-kita-6233250/</link><pubDate>Thu, 04 Jun 2009 01:15:56 +0200</pubDate></item><item><title>Merancang Perjalanan Hidup Kita</title><description>	&lt;p&gt;
&lt;em&gt;Mazmur 32:8: Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.&lt;br&gt;
&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai orang yang tidak mengenal jalan di kota Bandung, saya dan beberapa teman pernah tersesat saat mencari jalan keluar kearah Jakarta. Jalan di kota ini hampir semuanya bersifat satu arah dan kadang macet. Sesudah lama berputar-putar dan bingung, kami menelpon seorang teman untuk meminta petunjuk bagaimana kami bisa mencapai jalan ke Jakarta yang benar.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Begitu juga dengan kehidupan kita, mencari jalan menuju masa depan di tengah berbagai ”jalan”, alternatif, saran, anjuran, godaan dunia saat ini,  maka tanpa panduan yang benar dari seorang ahli, kita akan tersesat.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Mencoba merancang kehidupan kita, masa depan kita, tanpa memohon Tuhan membimbing kita, sama saja dengan meminta nasihat pada orang yang tak mengerti apa-apa untuk menuntun kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhanlah yang  mengatur masa depan kita. Tuhanlah yang merancang kehidupan manusia. Jadi ketika kita memohon Tuhan merancang hidup kita, Ia akan menunjukkan kepada kita jalan mana yang harus kita tempuh menuju kebahagiaan masa depan kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tanpa Tuhan yang memimpin kita, hidup kita akan tersesat. Mazmur 85:8 berkata: Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, TUHAN. Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya, supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan? &lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/05/28/merancang-perjalanan-hidup-kita-6189406/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/05/28/merancang-perjalanan-hidup-kita-6189406/</link><pubDate>Thu, 28 May 2009 05:54:15 +0200</pubDate></item><item><title>Memahami Penjara Kita</title><description>	&lt;p&gt;Menurut Wikipedia versi bahasa Indonesia penjara adalah tempat di mana orang-orang dikurung dan dibatasi berbagai macam kebebasan. Kamus Merriam-Webster menambah arti lain penjara sebagai suatu situasi atau keadaan terkurung (a state of confinement or captivity). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Memang penjara bersifat membatasi ruang lingkup seseorang, membatasi hak-hak seseorang, membatasi pergaulannya dan kebebasannya yang normal. Dipenjara berarti berada dalam kurungan, anda tidak memiliki kebebasan untuk melakukan sesuatu, ruang gerak anda dibatasi. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Alkitab kita dapat membaca banyak cerita mengenai para hamba Tuhan yang dipenjara. Yusuf dipenjara, ia dirantai baik kaki maupun lehernya dengan besi. Yohanes Pembaptis, Petrus, dan Paulus adalah contoh lain mereka yang dipenjara.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Petrus dipenjara ia bukan hanya dibelenggu dengan rantai besi, tetapi rantai itu diikat kepada tangan  dua orang tentara Herodes yang ikut tidur dengannya.  Selain itu, di pintu bagian luar masih ada sejumlah prajurit yang menjaga penjara tersebut. Petrus dipenjarakan dan akan dihukum mati keesokan harinya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Paulus di penjara, kedua kakinya dipasung, dan sejumlah tentara Romawi berjaga-jaga di depan pintu penjara.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bagi orang percaya bukan penjara yang menjadi pokok masalah tetapi memahami bagaimana sikap kita ketika terpenjara jauh lebih penting, dari pada memahami situasi penjara.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Paulus dipenjara tetapi ia bernyanyi memuji Tuhan. Apa yang terjadi sesudah itu adalah gempa bumi yang hebat dan semua belenggu besi terlepas, pintu-pintu penjara terbuka lebar, dan membuat ketakutan perwira penjaga penjara. Tapi Paulus menenangkannya sehingga ia pada akhirnya menerima Yesus sebagai Juruselamatnya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Petrus dipenjarakan tetapi sikapnya benar dihadapan Tuhan sehingga Tuhan menyuruh malaikatnya membuka semua pintu penjara dan membebaskannya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Daniel dilemparkan dalam penjara yang dipenuhi banyak singa, namun singa-singa itu tak dapat berbuat apa-apa baginya, dan ia bahkan dilepaskan keesokan harinya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Zadrach, Mesach, dan Abednego dilemparkan kedalam penjara dapur api yang dipanaskan tujuh kali, namun Tuhan melepaskan mereka, bahkan raja Nebukadneser akhirnya mengakui Allah mereka sebagai Allah yang benar dan berkuasa.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yusuf  dipenjara tetapi ia bahkan dipercaya oleh kepala penjara. Ia kemudian berkenalan dengan juru roti dan minum raja yang kemudian menyampaikan kepada raja kemampuan Yusuf menerjemahkan mimpi. Ia kemudian menjadi wakil raja.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sikap kita ketika terpenjarakan mengubah arah perjalanan hidup kita. Sikap seseorang membuat perbedaan siapa kita dibandingkan dengan orang lain. Ketika kita memiliki sikap yang benar dihadapan Tuhan, maka penjara sekalipun tak dapat merintangi kuasa dan kasih Tuhan kepada kita. Penjara boleh memenjarakan kita, tetapi penjara tak dapat membatasi Tuhan. Tuhan dapat menjangkau kita dimanapun kita berada. Tak ada suatu hal yang dapat merintangi kuasa Allah kepada kita, ketika kita bersama dengan Dia.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam hidup kita manusia, penjara tidak selamanya berupa penjara fisik, terkurung dalam sel penjara karena alasan tertentu, tetapi juga bisa berarti terperangkap dalam situasi ketidakberdayaan, situasi dimana meskipun fisik bisa bebas bergerak tetapi kondisi hidup kita terperangkap dalam situasi yang itu-itu saja, tak ada kemajuan, tak ada peningkatan, tak ada harapan akan masa depan yang lebih baik. Itu adalah penjara kehidupan, ketika kita kehilangan masa depan, kehilangan harapan akan sesuatu yang lebih baik itu adalah “penjara hidup kita”.  Situasi membuat kita terpenjara secara sosial, ekonomi, pendidikan, dan keamanan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Penjara-penjara dalam arti seperti yang disebutkan terakhir memiliki dampak yang sering jauh lebih buruk dari sekedar penjara di balik jeruji besi. Karena penjara sosial, ekonomi, pendidikan dan keamanan menimbulkan rasa frustasi, rasa apatis, dan kehilangan gairah hidup. Tak ada impian akan masa depan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika hidup anda terkurung pada rutinitas, berputar-putar pada hal-hal yang itu-itu saja, anda sudah terpenjara.  Karena hidup sebagai manusia adalah suatu perjalanan ke depan, suatu pertualangan, suatu eksplorasi hal-hal yang baru. Ketika hidup kita terperangkap dalam situasi yang monoton, maka sebagai manusia sebenarnya kita telah kehilangan hakekat hidup kita, atau jati diri kita sebagai manusia, apalagi jati diri sebagai orang beriman. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika iman kita hanya suam-suam kuku, tidak panas, tidak juga dingin, tidak bertumbuh menjadi iman yang dewasa, maka kita sebenarnya sedang menuju kepada “penjara kita sendiri”.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bangsa Israel terperangkap dalam “penjara perbudakan”  selama sekian ratus tahun sebelum Tuhan datang membebaskan mereka. Hidup mereka dari hari kehari hanyalah bekerja paksa. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Israel memberontak kepada Tuhan, Allah membiarkan mereka terpenjara dengan berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun, sampai satu generasi bangsa itu mati, sebelum Allah menuntun kembali mereka masuk kedalam tanah perjanjian.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Memahami penjara dimana kita terperangkap di dalamnya sangat penting. Namun yang lebih penting dari itu adalah memiliki sikap yang benar kepada Tuhan saat kita “terperangkap dalam penjara kita”&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika kita menaruh sikap benar kepada Allah, maka kasih setiaNya akan menjangkau kita, akan merangkul kita, sehingga apapun situasi “penjara kita”, tidak akan mampu membuat kita frustasi atau kehilangan harapan. Dalam tangan Tuhan hidup kita akan dipakaiNya menjadi alat bagi kemuliaan namaNya, bahkan meskipun kita masih ada dalam “penjara kita”. Amin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/05/04/memahami-penjara-kita-6053660/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/05/04/memahami-penjara-kita-6053660/</link><pubDate>Mon, 04 May 2009 03:26:25 +0200</pubDate></item><item><title>Pilihan Ada Di Tangan Anda: Siapa yang Anda Pilih?</title><description>	&lt;p&gt;Bacaan Yoshua 24:14-31&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sepanjang hidup setiap orang dia harus memilih jalan mana yang akan dia tempuh, alternatif mana yang akan dia ambil, dan saran mana yang akan diikuti. Pilihan merupakan kebebasan yang dimiliki oleh manusia. Tuhan memberikan kepada kita kebebasan untuk memilih dan membuat keputusan. Tuhan tidak pernah memaksa kita membuat pilihan yang sesuai dengan kehendakNya, kita sendiri yang harus menentukan pilihan kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pilihan memiliki konsekuensi. Karena setiap pilihan menuju kepada hasil yang berbeda-beda pula. Sejak k ita lahir sampai kita dewasa, kita diajari untuk membuat pilihan, membuat keputusan. Pendidikan entah dirumah atau di sekolah berupaya mendidik kita agar memiliki pertimbangan dan membuat keputusan yang benar. Namun tetap saja, kita sendiri yang harus memilih dan kita sendiri yang akan merasakan dampak hasilnya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bacaan kita menyajikan cerita mengenai suatu pilihan hidup. Pilihan hidup merupakan kunci, merupakan inti dari berbagai pilihan atau keputusan berikutnya yang akan kita lakukan seterusnya. Pilihan pertama ini merupakan gerbang bagi pilihan-pilihan lanjutan dalam hidup kita karena pilihan ini menentukan kemana arah kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pilihan yang dimaksud adalah pilihan mengenai apakah kita akan taat kepada Tuhan atau taat kepada kemauan kita sendiri, kepada idola-idola kita sendiri, atau mengikuti arus pikiran banyak orang, mengikuti pendapat umum dan menyangkal Tuhan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Cerita dalam bacaan itu bermula ketika Yoshua, yang menggantikan Musa memimpin bangsa Israel, telah tua, ia sudah berumur sekitar 110 tahun, dan bangsa Israel telah menikmati kehidupan di tanah Kanaan, tanah perjanjian yang dijanjikan Tuhan kepada nenek moyang mereka yaitu Abraham. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yoshua merasa bahwa kehidupan yang serba enak dan hidupnya yang tidak lama lagi,  maka ia  bermaksud mengingatkan kembali komitmen bangsa ini kepada Allah yang telah memimpin mereka, Allah yang telah menepati janjiNya kepada mereka. Yoshua ingin bangsa ini, sesudah ia meninggal, masih tetap hidup dalam ketaatan kepada Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yoshua memulai percakapannya dengan para tua-tua Israel dengan mengingatkan mereka bagaimana Allah memulai karyaNya dengan memilih Abraham, nenek moyang mereka.  Abraham dan ayahnya Nahor, sebenarnya tidak beribadah kepada Allah, tetapi kepada dewa-dewa lain. Allah memanggil Abraham keluar dari kaum keluarganya dan berjanji untuk membuat keturunan Abraham menjadi suatu bangsa yang besar dan akan memberikan kepada mereka suatu tanah yang penuh dengan air susu dan madu, tanah perjanjian. Allah memperlihatkan kepada Abraham tanah itu. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sesudah itu Yoshua mengingatkan mereka bagaiaman Allah menganugerahkan Ishak kepada Abraham, dan Ishak memiliki Esau dan Yakub. Yakub memiliki anak-anak yang kemudian pergi ke Mesir dan memiliki keturunan yang sangat banyak. Tetapi kehidupan selanjutnya di Mesir membuat bangsa Israel kemudian diperbudak oleh bangsa Mesir dan mereka berteriak meminta tolong kepada Tuhan. Tuhan mengirimkan Musa dan Harun untuk menuntun mereka keluar dari Mesir. Dalam perjalanan di padang gurun itu diceritakan kembali oleh Yoshua bagaimana tangan Tuhan yang kuat tetap menuntun mereka sehingga tak ada satu musuhpun dapat mengalahkan mereka, bahkan Tuhan menurunkan roti dan daging dari langit, serta air dari batu cadas. Pada akhirnya mereka sampai ke tanah perjanjian, tanah yang penuh dengan air susu dan madu, tanah yang subur, semuanya bukan karena kemampuan mereka, tetapi karena Tuhan memberikannya kepada mereka.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam ayat  14 Yoshua mengingatkan mereka untuk tetap taat kepada Tuhan. Tetap tunduk dan mengormati Tuhan, agar berkat-berkat seperti yang saat ini mereka rasakan dan miliki dapat terus terjadi dalam hidup mereka.  Yoshua meminta mereka untuk  takut akan TUHAN dan beribadah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Tidak boleh ada  allah lain, tetapi hanya beribadah kepada TUHAN. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam ayat 15, Yoshua meminta mereka untuk memilih, apakah mereka akan tetap beribadah kepada TUHAN atau kepada dewa-dewa nenek moyang mereka. Yoshua sendiri mengatakan bahwa apapun pilihan mereka, ia sendiri akan tetap memilih beribadah kepada TUHAN!&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perkataan Yoshua ini merupakan suatu ketegasan pilihan. Apapun pilihanmu, tetapi aku akan tetap beribadah kepada Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yoshua menentukan pilihannya berdasarkan bukti-bukti nyata perbuatan  Tuhan di masa lalu, dan sampai dengan saat ini. Yoshua menghayati bahwa bukti-bukti itu sudah jauh mencukupi untuk tetap memilih beribadah kepada Tuhan.  Yoshua yakin bahwa kalau Tuhan mampu berbuat hal-hal dasyat, mujisat-mujisat, di masa lalu sampai dengan saat ini, maka Tuhan yang sama akan tetap mampu melakukannya di masa depan, asalkan kita selalu hidup dalam kesetiaan dihadapan hadiratNya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Menurut Yoshua, Tuhan tak pernah gagal menolong mereka. Tuhan tak pernah membiarkan mereka terlantar. Ia adalah Tuhan yang mendengar tangisan mereka, bahkan meskipun mereka kadang tak setia kepadaNya. Tetapi ketika mereka berbalik dan memohon pertolonganNya, Tuhan tetap setia kepada mereka. Tuhan seperti itu yang menurut Yoshua adalah Tuhan yang patut disembah. Kita menilai Tuhan karena perbuatan-perbuatan ajaib dan besar yang telah dilakukanNya dalam hidup kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita beribadah kepada Tuhan bukan karena kita takut akan kuasaNya yang besar, tetapi karena kasih sayangNya yang tak berkesudahan. Kasih setia Tuhan yang begitu besar dan agung kepada kita, meskipun kita sering tersandung dalam dosa dan jatuh, tetapi Tuhan tetap setia dan dengan kasih sayang mengulurkan tanganNya menolong kita, dan mengatur kembali hidup kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yoshua mengajarkan kepada kita bahwa dalam menentukan pilihan mengenai kepada siapa kita beribadah, tidak ada kata demokrasi, tidak ada rasa kuatir menjadi minoritas, kuatir ditinggalkan oleh kelompok yg lebih besar.  Semuanya adalah keputusan individu dan bukan keputusan orang lain. Yoshua mengatakan bahwa bahkan meskipun kalian semua menolak untuk beribadah kepada Tuhan yang telah berbuat baik kepada kamu, namun aku akan terus beribadah kepada Tuhan, aku beserta seluruh keluargaku. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Itulah pilihan yang harus dibuat oleh setiap orang sepanjang hidupnya. Terus beribadah kepada Tuhan, meskipun ada banyak tawaran, ada banyak iming-iming seperti kekuasaan, kekayaan atau bahkan hukuman mati.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Zadrach, Mesach dan Abednego menghadapi pilihan itu apakah tetap menyembah Allah atau menyembah patung Nebukadneser.  Mereka harus menentukan pilihan mereka dibawah ancaman hukuman mati dilemparkan kedalam dapur api yang menyala-nyala.  Syukur mereka memilih yang benar, tetap beribadah kepada Allah dan diselamatkan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Mempertahankan iman percaya ditengah situasi seperti itu memang dibutuhkan keyakinan yang kuat dan teguh. Namun bila kita pernah merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita, pernah merasakan perbuatan-perbuatan besar Tuhan dalam hidup kita, mujisat-mujisat Tuhan, kita memiliki pengalaman batin bersama Tuhan yang memberikan kita keyakinan yang kuat dan teguh. Pengalaman akrab bersama Tuhan  memberikan pegangan bahwa Tuhan itu ada dan tetap ada. Ia itu tidak berubah dulu, saat ini dan selamannya. Ia tetap setia dan akan selalu setia pada janjiNya kepada kita yaitu akan menyertai kita  dalam situasi apapun yang kita hadapi.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apakah situasi hidup anda saat ini mengharuskan anda membuat pilihan, apakah terus beribadah kepada Tuhan, apakah terus setia kepada Tuhan atau menyangkal Tuhan?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kalau itu yang sedang anda hadapi, saya mengajak anda untuk memilih Tuhan. Jangan meninggalkan iman anda hanya karena tawaran kebahagiaan sesaat yang pada akhirnya akan membuat anda kecewa. Bahkan kalaupun anda terlanjur telah membuat keputusan yang salah, saya mengajak anda kembali kepada Tuhan dan memohon pengampunan. Tuhan tetap mencintai anda dan bersedia menerima anda kembali. Amin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/05/02/pilihan-ada-di-tangan-anda-siapa-yang-anda-pilih-6043840/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/05/02/pilihan-ada-di-tangan-anda-siapa-yang-anda-pilih-6043840/</link><pubDate>Sat, 02 May 2009 04:53:06 +0200</pubDate></item><item><title>Perbedaan Reaksi  Berdampak Perbedaan Hasil Akhir</title><description>	&lt;p&gt;Ada dua orang raja, sama-sama memerintah di Israel, raja yang pertama bernama Hizkia dan memerintah di kerajaan Yehuda (2 Raja-Raja 18-21). Sedangkan raja yang kedua bernama  Ahazia, raja di kerajaan Israel (10 suku).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Persamaan dari kedua raja ini adalah bahwa mereka memerintah suku-suku Israel, Ahazia memerintah 10 suku, sedangkan Hizkia memerintah kerajaan Yehuda. Persamaan kedua raja ini adalah bahwa mereka sama-sama jatuh sakit.  Ahazia sakit karena terjatuh dari  kamar di tingkat  atas istananya, sedangkan Hizkia jatuh sakit karena penyakit. Kedua-duanya sama-sama berada dalam keadaan hampir mati.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun ada perbedaan antara kedua raja itu yang sangat significant. Raja Ahazia adalah raja yang bertindak jahat di mata Tuhan dengan mengikuti kelakuan orangtuanya , Ahab dan Isebel (1 Raja-Raja  22:52). Sedangkan raja Hizkia adalah raja yang taat kepada Tuhan. Ia selalu bersandar dan bertindak menurut apa yang diperintahkan oleh Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika keduanya berada dalam keadaan hampir mati, maka raja Ahazia mengirimkan orang-orang kepercayaannya, seorang perwira dan sejumlah tentara, pergi bertanya kepada Baal-Zebub apakah ia akan sembuh dari penyakitnnya itu.  Baal-Zebub adalah  dewa  orang Filistin yang berada di kota Ekron.  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun di tengah perjalanan mereka dari Samaria ke Ekron, Tuhan menyuruh nabi Elia untuk menemui utusan Ahazia dengan mengatakan bahwa: “apakah di Israel sudah tidak ada Tuhan lagi sehingga engkau pergi bertanya kepada Baal-Zebub?”  Karena sikap Ahazia itu, maka Tuhan mengatakan bahwa raja Ahazia  tidak akan bangun lagi dari tempat tidur, di mana dia berbaring, sebab dia  pasti akan mati.” (2 Raja-Raja 1:4)&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sedangkan raja Hizkia didatangi oleh nabi Yesaya yang memberitakan bahwa kematiaannya sudah dekat sehingga Hizkia diminta untuk segera menyampaikan pesan-pesan terakhirnya kepada keluarganya (2 Raja-Raja 20:1). &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kedua raja ini sama-sama menerima firman Tuhan melalui mulut nabi-nabi: Ahazia melalui mulut nabi Elia, sedangkan Hizkia melalui mulut nabi Yesaya. Hal yang menarik  di cermati adalah bagaimana reaksi kedua raja tersebut sesudah menerima berita kematian mereka.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Reaksi Ahazia atas berita kematiannya adalah permusuhan, pertunjukkan kekuasaan, terutama kepada nabi Elia yang menyampaikan firman Tuhan tersebut. Ahazia mengirimkan seorang perwira dengan 50 tentara untuk memaksa nabi Elia datang kepadanya.  Ketika utusan itu sampai kepada Elia, maka berkatalah perwira itu kepada Elia dengan sombong: "Hai abdi Allah, raja bertitah: Turunlah!" &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Elia menjawab: "Kalau benar aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu." Maka turunlah api dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya. (2 Raja-Raja 1:10).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Mendengar apa yang terjadi pada utusannya, raja Ahazia bukannya merendah dan bertobat, ia bahkan mengirimkan lagi utusan yang kedua, seorang perwira dengan 50 tentaranya. Sama dengan utusan yang pertama, utusan yang kedua itu sampai kepada Elia dan berkata dengan sombong: "Hai abdi Allah, beginilah titah raja: Segeralah turun!"  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tetapi sekali lagi Elia menjawab: "Kalau benar aku abdi Allah, biarlah turun api dari langit memakan engkau habis dengan kelima puluh anak buahmu!" Maka turunlah api Allah dari langit memakan dia habis dengan kelima puluh anak buahnya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kejadian ini tidak menjadi pelajaran bagi sang raja,  ia tetap ngotot mengirimkan utusannya untuk memaksa Elia datang kepadanya. Kali ini ia mengirimkan lagi seorang perwira dengan 50 tentaranya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun perwira yang datang ini mungkin telah belajar dari kejadian terdahulu. Ia memiliki kerendahan hati. Ia berbeda dengan rajanya yang sombong dan angkuh. Sang perwira ini datang kepada Elia dan berlutut di depan Elia.  Ia  memohon belas kasihan kepadanya, katanya: "Ya abdi Allah, biarlah kiranya nyawaku dan nyawa kelima puluh orang hamba-hambamu ini berharga di matamu.   Bukankah api sudah turun dari langit memakan habis kedua perwira yang dahulu dengan kelima puluh anak buah mereka? Tetapi sekarang biarlah nyawaku berharga di matamu." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sang perwira ketiga ini meminta belas kasihan Elia agar nyawanya dan nyawa kelima puluh anak buahnya bisa diampuni, karena ia beserta dengan anak buahnya hanya sekedar menjalankan perintah raja, mereka bukan bagian dari keangkuhan raja, mereka hanyalah sekedar pelaksana saja.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan mendengar permohonan perwira yang rendah hati ini dan ia diampuni beserta dengan anak buahnya. Tuhan meminta Elia untuk pergi bersama mereka menemui raja Ahazia.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Berbeda dengan raja Ahazia, raja Hizkia memiliki reaksi yang bertolak belakang. Ketika nabi Yesaya selesai menyampaikan firman Tuhan mengenai kematiannya, Hizkia menangis dihadapan Tuhan. Seorang raja yang memiliki kekuasaan, justru menangis tanpa malu-malu di hadapan banyak orang. Ia menangis dihadapan Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam 2 Raja-Raja 20: 2 dan 3,  kita dapat membaca bagaimana reaksi raja Hizkia: 20:2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN: 20:3 "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa yang dapat kita pelajari dari cerita pengalaman dua orang raja ini?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Orang percaya menyambut situasi yang dihadapinya dengan meminta campur tangan Tuhan, memohon belas kasihan Tuhan, meminta pengampunan Tuhan untuk mengatasi situasi yang sedang dihadapinya.  Sedangkan orang yang tidak mengenal Tuhan bereaksi dengan kesombongannya, menggunakan kekuatannya sendiri, bahkan mau menunjukkan kesombongannya dihadapan Tuhan. Hal ini dapat kita cermati dari sikap raja Ahazia yang mengirimkan utusan berkali-kali untuk memaksa nabi Elia datang kepadanya. Kita juga bisa melihat kesombongan dua utusan terdahulu yang dapat kita bayangkan tiba dirumah nabi Elia, berdiri bercagak pinggang menghadap Elia sambil mengacungkan tangan dan memerintah Elia untuk segera ikut dengannya menghadap raja. Bandingkan dengan sikap perwira yang ketiga yang justru datang menyembah dan memohon belas kasihan Elia atas nyawanya sendiri dan nyawa kelimapuluh anak buahnya. Ada rasa hormat dan takut akan Tuhan dalam diri sang perwira ketiga itu.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perbedaan reaksi kita terhadap situasi kita berdampak pada perbedaan solusi terhadap masalah kita. Cara pandang kita memberikan perbedaan dalam hasil akhir yang kita dapatkan. Dua perwira pertama datang dengan kesombongan dan berakhir dengan kebinasaaan ditelan api dari langit. Ahazia bereaksi dengan kesombongan dan berakhir dengan kematian. Kontras dengan reaksi perwira  ketiga yang datang dengan rasa hormat dan rendah hati serta takut akan Tuhan. Ia diampuni beserta dengan seluruh anak buahnya. Hal yang sama terjadi juga dengan Hizkia, Tuhan mengubah keputusanNya kepada Hizkia setelah menyaksikan tangisan Hizkia yang tanpa malu-malu dihadapan banyak orang. Allah yang begitu berkuasa, mengubah keputusannya mendengar tangisan seorang anak manusia kepadaNya. Tuhan memperpanjang umur Hizkia 15 tahun lagi. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Reaksi dan doa Hizkia dihadapan Tuhan dengan penuh tangisan menimbulkan rasa iba Tuhan dan Ia memutuskan mengubah keputusan Nya kepada Hizkia. Hal yang sama terjadi pada raja dan seluruh rakyat kota Niniweh ketika nabi Yunus menyampaikan berita penghukuman Tuhan atas mereka. Raja beserta seluruh rakyat mengenakan kain karung dan debu, mereka  merendahkan diri dihadapan Tuhan dan memohon belas kasihan Tuhan, mereka diampuni.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan bersedia mengampuni kesalahan kita. Tuhan bersedia mengubah keputusanNya kepada kita bila kita mau datang kepadaNya dan memohon pengampunan, belas kasihanNya. Periwra ketiga itu diampuni; Hizkia diperpanjang umurnya; raja dan seluruh rakyat kota Niniweh juga mengalami pengampunan Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Cerita pengalaman dua orang raja ini mengingatkan kita pada cerita dua orang penjahat yang disalibkan bersama dengan Yesus. Keduanya  sama-sama penjahat yang harus menerima hukuman kematian. Namun perbedaan cara pandang mereka, perbedaan reaksi mereka terhadap apa yang menimpa mereka,  membuat perbedaan hakiki pada akhir cerita mereka. Penjahat pertama bereaksi dengan menghina Yesus, sedangkan yang kedua menerima keputusan kesalahannya tetapi ia memohon pengampunan Yesus sekaligus pertobatan. Kematiannya penjahat yang pertama  berakhir dalam penghukuman abadi di neraka, sedangkan yang kedua berakhir dalam kerajaan surga.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Cara pandang kita, reaksi kita terhadap suatu masalah, memberikan perbedaan kita dengan orang lain. Ketika kita bereaksi dengan menyembah Tuhan, memohon pertolongan dan belas kasihan Tuhan, maka ada jaminan pertolongan, ada jaminan keselamatan, bahkan meskipun lubang kematian sudah diambang pintu hidup kita, Allah dapat mengubah kematian menjadi kehidupan, mengubah kehidupan yang sudah hancur menjadi berguna bagi Dia dan banyak orang, menyembuhkan kepahitan, kesakitan menjadi puji-pujian bagiNya. Amin&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/04/25/perbedaan-reaksi-berdampak-perbedaan-hasil-akhir-6002980/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/04/25/perbedaan-reaksi-berdampak-perbedaan-hasil-akhir-6002980/</link><pubDate>Sat, 25 Apr 2009 04:05:30 +0200</pubDate></item><item><title>Ketika Allah Bangkit</title><description>	&lt;p&gt;Mazmur 68:2-4&lt;br&gt;
2.  Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya. 3 Seperti asap hilang tertiup, seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah orang-orang fasik binasa di hadapan Allah. 4 Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ada beberapa point penting dari bacaan ini yang saya ingin mengajak kita bersama merenungkannya:&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hal pertama: Allah bangkit berarti kemenangan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ayat 2:  Allah bangkit, maka terseraklah musuh-musuh-Nya, orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kebangkitan Tuhan berarti kemenangan bagi kita orang-orang percaya. Kita ditebusNya, kita dibebaskan bukan agar kita hidup dalam kegagalan, kedukaan, kebimbangan, ketakutan atau kecemasan, tetapi agar kita dapat hidup dalam kemenangan, sukacita,  penuh kegembiraan, dan agar supaya kita menjadi suatu kesaksian bagi dunia di sekitar kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bila kehidupan kita sesudah Tuhan membebaskan, dimanapun kita berada, dalam situasi apapun yang kita hadapi, kita selalu penuh kemenangan dalam Kristus, kita selalu mampu mengatasi kesulitan hidup kita,  kita selalu penuh kebahagiaan,  sukacita, kedamaian,   ucapan syukur kepada Allah, maka hidup kita menjadi kesaksian bagi banyak orang untuk datang kepada Allah. Hidup dalam kemenangan seperti itu ditunjukkan oleh pengakuan Paulus dalam 2 Korintus 2:14-15: 2:14 Tetapi syukur bagi Allah, yang dalam Kristus selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana. 2:15 Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perlu dicermati disini bahwa Tuhan tak pernah  bangkit, Tuhan tak pernah campur tangan  untuk kalah. Bila Tuhan bangkit, bila Tuhan menolong, itu semua hanya untuk satu alasan yaitu kemenangan. Karena Nama Tuhan selalu identik dengan kemenangan. Oleh karena itu, Ia mengundang anda untuk datang padaNya, datang dan berjalan bersama Dia menuju kemenangan. Berjalan bersama Tuhan, maka kita selalu menang.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hal kedua: Kebangkitan Kristus telah mengamankan kemenangan itu.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kebangkitan Yesus mengamankan kemenangan kita. Yesus telah mengalahkan kejahatan, Yesus telah menghancukan ketakutan terbesar manusia yaitu kematian. Kematian bukan akhir perjalanan hidup manusia. Yesus telah membuat kematian hanya sebagai tempat persinggahan sementara dalam perjalanan kita ke surga. Kematian bukan tujuan akhir perjalanan kita, tetapi hanya tempat persinggahan sementara menuju kemuliaan di surga.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Selain mengamankan/menjamin masa depan bagi kita, kebangkitan Yesus juga memberikan kita kuasa menghadapi semua musuh-musuh dan masalah kita selama menjalani hidup kita di dunia ini. Dalam Yohanes 16:33b Yesus berkata: ...... kuatkanlah hatimu, karena Aku telah mengalahkan dunia."&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus menjanjikan kepada kita kuasa untuk mengatasi kelemahan kita yaitu kuasa Roh Kudus.  Dalam Kisah Rasul 1:8  Yesus berkata: Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Berbagai jaminan itu diberikan Yesus agar hati kita dikuatkan, diteguhkan meskipun kita harus menghadapi  badai dan topan hidup kita.  Jaminan ini ia berikan agar kita tidak lagi hidup dalam kesedihan, kecemasan ataupun ketakutan, tetapi boleh hidup dalam kemenangan, sukacita, dan dalam ucapan syukur kepada Allah.  Karena kalau Tuhan bersama kita, siapakah musuh-musuh kita? &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kehidupan kristen haruslah kehidupan yang penuh kemenangan dan penuh ucapan syukur dalam Kristus, karena tak ada lagi ketakutan dalam diri kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hal ketiga:  Allah bangkit dan musuh-musuh Tuhan cerai-berai&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Tuhan campur tangan dalam masalah hidup kita, ketika Tuhan bangkit berdiri menghadapi musuh-musuh kita, maka cerai berai semua musuh-musuh kita. Mereka seperti asap hilang tertiup angin; mereka seperti lilin meleleh di depan api, demikianlah musuh-musuh kita binasa di hadapan Allah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Allah bangkit dan mengambil inisiatif membebaskan Israel dari Mesir, maka hancur lebur semua kuasa Mesir. Allah menumpahkan berbagai bencana kepada orang Mesir, bukan satu atau dua bencana, tetapi 10 jenis bencana dahsyat dalam waktu yang relatif singkat.&lt;br&gt;
1.	air berubah menjadi darah.&lt;br&gt;
2.	Bencana 2: katak di seluruh tempat di wilayah orang Mesir.&lt;br&gt;
3.	Bencana 3  nyamuk&lt;br&gt;
4.	Bencana 4  lalat&lt;br&gt;
5.	Bencana 5  penyakit pada ternak&lt;br&gt;
6.	Bencana 6  bisul-bisul  pada manusia dan binatang  yang tidak dapat disembuhkan&lt;br&gt;
7.	Bencana 7  hujan es bercampur api&lt;br&gt;
8.	Bencana 8  belalang&lt;br&gt;
9.	Bencana  9  kegelapan selama 3 hari&lt;br&gt;
10.	Bencana 10 kematian anak-anak sulung dari semua keluarga Mesir. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dengan 10 bencana  ini  membuat  Mesir bertekuk lutut dan membiarkan orang Israel pergi, mereka bahkan menyerahkan emas dan barang berharga mereka  kepada orang Israel agar lekas pergi. Karena bagi orang Mesir Israel identik dengan bencana bagi mereka.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Allah bangkit menolong Israel, tak satu rintangan mampu menghambat mereka, lautpun dibelah menjadi jalan bagi umatnya; mataharipun di ditutupi dengan tiang awan; dinginnya malam diselimuti dengan tiang api;  serta kejaran tentara Mesir ditenggelamkan di dalam laut merah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Allah bangkit, Ia menurunkan roti dan daging dari langit, roti yang dimakan orang Israel selama 40 tahun perjalanan mereka di padang gurun. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Allah bangkit, airpun dipancarkan dari batu; mataharipun dibuat tak bergerak sampai Israel mengalahkan musuh-musuhnya; bahkan tembok-tembok kokoh kota Yericho juga dirobohkan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Allah bangkit, raksasa seperti Goliat bagaikan lawan tak berarti bagi Daud, karena hanya dengan sebutir batu kecil ia jatuh terkapar dan mati. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Allah datang menolong Israel, Gideon hanya membutuhkan 300 orang untuk mengalahkan ratusan ribu tentara Midian dan Amalek. Ketiga ratus orang itu hanya bertugas meniup terompet, memecahkan buyung dan memegang obor.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Allah bangkit menolong Israel dari kelaparan hebat karena kepungan Benhadad, raja Aram (2 Raja-Raja 6-7), begitu hebatnya sehingga tahi burungpun menjadi sangat berharga, maka Tuhan hanya menggunakan suara kaki 4 orang kusta yang kelaparan bagaikan derap suara ribuan tentara berkereta kuda, sehingga semua puluhan ribu tentara Aram itu lari kocar kacir  meninggalkan kemah dan semua kuda, keledai apa saja milik mereka begitu saja; mereka melarikan diri menyelamatkan nyawanya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Yesus bangkit dari tidurNya, maka redalah angin dan gelombang yang menerpa perahu murid-muridNya. Ketika Yesus bangkit dari kematian, cerai berai tentara romawi yang menjaga kubur Yesus. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Siapakah yang dapat berdiri melawan Allah? Musuh-musuh Tuhan bagaikan awan ditiup angin, mereka bagaikan lilin yang cair dihadapan api dan hilang lenyap. Tak ada satu kekuatan, suatu kuasapun yang  dapat tahan berdiri di hadapan Allah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Penting bagi kita mengetahui siapakah sebenarnya musuh-musuh Tuhan dan apa yang mereka lakukan?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Musuh-musuh Tuhan adalah Iblis dengan kroni-kroninya, mereka yang selalu melakukan kejahatan, menindas, menghancurkan,  melakukan kekejaman, dan tidak memiliki belas kasihan bagi mereka yang lemah dan miskin.  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan bangkit untuk menolong mereka yang tertindas, menolong mereka yang lemah, mereka yang tak berdaya. Kasihnya membebaskan, kasihnya menyembuhkan hati yang terluka, bilur-bilur kepahitan, kasihnya memberdayakan, menguatkan dan memberi kita damai sejahtera.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Penting sekali bagi kita untuk mengetahui:&lt;br&gt;
-	siapa musuh-musuh Tuhan,&lt;br&gt;
-	siapa atau apa musuh-musuh kita, dan&lt;br&gt;
-	apakah musuh-musuh Tuhan juga adalah musuh-musuh kita?&lt;br&gt;
-	Dengan perkataan lain, apakah kita berada dipihak Tuhan? Apakah kita bersama Tuhan sedang memerangi musuh-musuh yang sama? Ataukah kita sedang berperang melawan Tuhan? Ataukah kita sedang berperang melawan musuh-musuh kita tanpa bantuan Tuhan?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus telah mengalahkan Iblis dengan sekutu-sekutunya. Mereka telah dicerai-beraikan. Namun mereka belum dilenyapkan. Secara kekuatan mereka telah kalah, tetapi mereka masih ada dan masih memiliki peluang untuk melakukan kejahatan, peluang untuk menipu, menggoda dan membujuk kita menjadi sekutu-sekutu mereka agar mereka tidak sendirian pada saat dibinasakan nanti.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Iblis dan sekutunya memang telah dikalahkan. Pertanyaannya: bagaimana dengan musuh-musuh kita, apakah musuh-musuh kita juga telah kita kalahkan???&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Musuh-musuh kita masih sama dengan musuh-musuh yang telah dikalahkan Yesus, selalu menimbulkan kecemasan,  ketakutan, dan rasa putus asa  dalam diri kita. Musuh-musuh kita itu memiliki nama samaran yang bermacam-macam seperti: kesakitan, ketakutan, kekurangan, kemiskinan,  putus asa, keterikatan pada minuman keras dan obat-obatan, kebiasaan-kebiasaan buruk, kepahitan masa lalu, kemarahan, dendam, dsb. Itu semua adalah musuh-musuh kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sangat penting bagi kita untuk mengetahui musuh-musuh kita, musuh-musuh yang menguasai hidup kita. Itu adalah langkah pertama. Namun tak kalah penting lagi mengambil langkah untuk  membuat musuh-musuh kita, membuat kelemahan kita, dosa-dosa kita menjadi musuh-musuh Allah. Kalau kita menyerahkan diri kita kedalam tanganNya dan hidup dalam ketaatan kepada Allah, maka musuh-musuh kita menjadi musuh-musuh Allah, dan musuh-musuh Allah juga menjadi musuh kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hal Keempat: Keselarasan dan Ketaatan Kepada  Allah&lt;br&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;br&gt;
Pertanyaan yang selalu diajukan banyak orang percaya adalah mengapa musuh-musuh yang telah dicerai-beraikan Tuhan itu masih terus mampu mendominasi hidup kita?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Jawabannya terletak pada apakah kita memberikan tempat perlindungan bagi mereka dalam hidup kita. Kalau Tuhan telah mengusir mereka, kalau Tuhan telah mencerai-beraikan mereka, maka jangan kita memberi tempat perlindungan, memberikan tempat persembunyian bagi mereka dalam diri kita. Karena kalau kita lakukan itu, maka kita sedang berkonflik, sedang bermusuhan dengan Tuhan dan bukan berpihak kepada Tuhan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika kita berdiri menentang pekerjaan Tuhan, maka kita kehilangan kuasa Tuhan untuk mengalahkan musuh-musuh Tuhan, kita bahkan menjadi musuh-musuh Tuhan. Kalau kita menjadi musuh Tuhan, maka hanya bencana dan kemalangan yang datang menimpa kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Alkitab mengatakan dalam Efesus 4:27: janganlah beri kesempatan kepada Iblis.  &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kalau musuh-musuh kita adalah musuh-musuh Tuhan maka ada  kepastian bahwa mereka akan dicerai beraikan, mereka akan dihalau pergi. Karena itu periksalah apakah musuh-musuh yang  telah dicerai-beraikan Tuhan tidak mengambil tempat persembunyian dalam diri kita. Hiduplah dalam keselarasan dan ketaatan  kepada Tuhan agar kita selalu menikmati kemenanganNya dalam hidup kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hal Kelima: Panggilan kita adalah bangkit dan menang bersama Kristus Tuhan kita&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Panggilan atau tugas kewajiban kita adalah bangkit bersama Kristus Tuhan kita. Kita adalah bagian dari kebangkitan Kristus. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan bangkit untuk memberikan penebusan dan harapan kepada kita orang-orang berdosa, kita sebenarnya tidak layak menerima pengampunan itu. Kita sama  persis dengan salah seorang penyamun yang disalibkan bersama Yesus. Namun Yesus memberi pengampunan dan keselamatan baginya. Pengampunan itu diberikan dan bukan karena jasa-jasa kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Melalui kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga, Ia memberikan Roh Kudusnya, agar Roh itu membantu kita melaksanakan firmanNya, agar firmanNya itu menjadi firman yang hidup yang ditulis bukan di atas batu atau kertas tetapi dituliskan langsung didalam hati kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Melalui RohNya yang kudus, Yesus menaruh firmannya dalam mulut kita, agar melalui mulut kita, kita menceritakan kebesaran Allah dalam hidup kita, kita menceritakan mujizat-mujizat Allah, berkat-berkat Allah dalam hidup kita, agar hidup kita menjadi suatu  kesaksian yang kudus bagi Dia, menjadi saksi bagi kemuliaan NamaNya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hal inilah yang dimaksudkan Pemazmur dalam ayat 4: Tetapi orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergembira dan bersukacita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hal yang sama  ditulis dalam Yesaya 59:20-21:  Dan Ia akan datang sebagai Penebus untuk Sion dan untuk orang-orang Yakub yang bertobat dari pemberontakannya, demikianlah firman TUHAN. Adapun Aku, inilah perjanjian-Ku dengan mereka, firman TUHAN: Roh-Ku yang menghinggapi engkau dan firman-Ku yang Kutaruh dalam mulutmu tidak akan meninggalkan mulutmu dan mulut keturunanmu dan mulut keturunan mereka, dari sekarang sampai selama-lamanya, firman TUHAN.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hidup dalam kemenangan adalah hidup yang memberikan kesaksian tentang berbagai perbuatan ajaib Tuhan dalam hidup kita. Hidup dalam sukacita, dalam nyanyian syukur setiap hari. Roh kita bersukacita bersama Roh Allah. Seperti anjuran Paulus dalam Roma 12:1-2  agar  mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadah yang sejati. Janganlah kita menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budi kita, sehingga kita dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Tuhan menolong kita. Amin&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/04/20/ketika-allah-bangkit-5973818/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/04/20/ketika-allah-bangkit-5973818/</link><pubDate>Mon, 20 Apr 2009 03:53:44 +0200</pubDate></item><item><title>Jangan Kuatir dan Resah</title><description>	&lt;p&gt;Anak saya yang berada di kelas 2 SD bertanya kepada saya apa arti kata resah? Dia mungkin baru saja membaca buku dan menemukan kata itu yang tidak dimengertinya. Saya menjawab bahwa resah dapat berarti gelisah, kuatir, dan cemas.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sesudah menjawab pertanyaan anak saya ini, saya tergelitik untuk memikirkan arti jawaban saya tersebut.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Memang situasi kehidupan kita sering membuat hidup kita tak pernah merasa damai. Ada-ada saja masalah atau situasi yang menimbulkan kekuatiran atau kecemasan dalam diri kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Cemas akan pekerjaan kita, usaha kita, masa depan kita, atau apa saja yang ada di sekitar kita membuat kita kehilangan suasana bahagia, suasana damai, suasana sejahtera. Tampilan luar kita bisa saja kelihatan ceria, bisa kelihatan bahagia, namun di dalam hati, atau batin kita penuh dengan kecemasan, kegelisahan dan kekuatiran. Banyak kehidupan rumah tangga yang kelihatan luarnya bahagia, tetapi di dalamnya diliputi dengan kegelisahan, pertengkaran, curiga dan penderitaan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Banyak orang sering mencoba menutupi bagian dalam diri mereka yang penuh kekuatiran dan kecemasan dengan bertindak berani, bertindak gagah, bertindak ceria, namun sebenarnya jauh di dalam hati mereka penuh dengan perasaan cemas, gelisah dan kuatir.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai orang kristen, apa yang harus kita lakukan untuk menghilangkan kecemasan dan kekuatiran dalam diri kita dan hidup dengan penuh kedamaian?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kita hanya bisa menghilangkan kegelisahan, ketakutan, atau kecemasan kita bila kita memiliki harapan. Tanpa harapan tak ada kepastian akan penyelesaian masalah kita, tak ada pegangan akan adanya pertolongan atau jalan keluar dari masalah kita. Ketika kita memiliki harapan, maka harapan itu memberikan kita titik terang, memberikan pegangan, memberikan kekuatan untuk terus bertahan, terus  berjuang menghadapi semua rintangan, semua masalah ataupun ancaman.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun harapan akan tinggal harapan kalau kita meletakkan harapan kita pada sesuatu yang kosong, yang kelihatannya besar, kuat, penuh gemerlapan, tetapi pada dasarnya  kosong. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Seekor anjing memburu dan menggonggong ssebuah mobil yang lewat di hadapannya, namun setelah ia mencapai mobil itu, ia tidak tahu mau diapakan mobil itu, karena tak ada sesuatu yang didapatinya, tak bisa dimakan, atau diapakan. Mobil yang dikejarnya tak sesuai dengan harapan, tak sesuai dengan jati dirinya,  atau impiannya. Lebih baik ia memburu seekor kelinci atau kucing dari pada sebuah mobil. Ia akhirnya berjalan kembali dengan kecewa.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ada banyak tawaran dalam dunia di sekitar kita untuk mengobati kegelisahan, kekuatiran dan kecemasan kita. Dunia memberikan berbagai alternatif, berbagai  resep bagi manusia. Namun tak ada resep yang bisa menjamin atau mujarab untuk menentramkan kegelisahan, kekuatiran dan kecemasan kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Banyak orang mengira ketika mereka memiliki uang, mereka tak akan gelisah, kuatir atau cemas, tetapi justru uang menimbulkan lebih banyak kegelisahan, kekuatiran dan kecemasan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagian orang mengira dengan memiliki kekuasaan mereka akan merasa tentram dan gembira, tetapi kekuasaan justru menimbulkan lebih banyak kegelisahan, kekuatiran dan kecemasan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagian lagi mencoba mencari kesenangan dan ketentraman dengan obat-obatan dan minuman keras, mereka pergi ke tempat-tempat hiburan, namun tak ada kedamaian dan ketentraman yang mereka temukan, hanya kegelisahan dan makin terperosok jauh kedalam ketakutan, dan kegelisahan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Damai dan ketentraman hanya dapat kita temukan bukan di luar kita, tetapi melalui hubungan batin kita dengan Tuhan, Sang Pencipta kita. Ia yang menciptakan kita. Ia yang menaruh dalam diri kita hubungan penciptaan itu antara Dia dengan kita, sehingga ketika kita ada di dalam Dia kita mengalami kedamaian dan ketentraman, namun ketika kita memutuskan hubungan itu, maka kedamaian dan ketentraman di dalam diri kitapun juga ikut lenyap. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hubungan kita dengan Sang Pencipta kita bagaikan hubungan ranting dengan pohonnya. Ketika ranting terlepas dari pokok pohonnya, maka ranting itu akan menjadi kering dan mati. Begitu juga dengan kita, hidup kita akan merana dan akhirnya mati ketika kita melepaskan diri kita dari hubungan dengan Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Daud mengatakan dalam Mazmur 63:2-3:  Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.  Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ya memang hanya dekat pada Tuhan saja, kita dapat merasakan ketenangan dan kedamaian. Di dalam Tuhan kita menerima penghiburan, menerima pengharapan akan masa depan kita, menemukan solusi dari semua kegelisahan hati kita, dan menerima jaminan pengampunan dari semua dosa, semua kesalahan yang menghantui hidup kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Hanya melalui hubungan kita yang erat, yang akrab dengan Tuhan kita menemukan keteduhan dari semua kecemasan dan kegelisahan hati kita. Di dalam hubungan dengan Tuhan kita dipulihkan kembali, disembuhkan dari semua bilur-bilur masa lalu kita, luka-luka batin kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesaya mengatakan dalam Yesaya 61:10:  Aku bersukaria di dalam TUHAN, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Di dalam Tuhan kita menemukan keselamatan, mendapatkan hidup baru, karena hanya Tuhan yang dapat memberikan keselamatan kekal, kehidupan baru, dunia baru bagi kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Rasul Petrus mengatakan dalam I Petrus 5:7 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Carilah Tuhan dalam kegelisahan dan kecemasan anda. Carilah dan temuilah Tuhan, serta ceritakan semua kegelisahan dan kecemasan anda, serahkan hidup anda padaNya, agar anda menemukan ketentraman, kedamaian, dan keselamatan dari padaNya. Amin. Tuhan menolong anda.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/04/03/jangan-kuatir-dan-resah-5880816/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/04/03/jangan-kuatir-dan-resah-5880816/</link><pubDate>Fri, 03 Apr 2009 01:21:11 +0200</pubDate></item><item><title>Dimana Loyalitas Tertinggi Anda</title><description>	&lt;p&gt;Dalam Kejadian 22:2 dikisahkan bahwa Firman Tuhan datang kepada Abraham katanya:  "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Abraham hanya memiliki satu anak kandung sebagai ahli waris dari iterinya Sara. Anak perjanjian ini didapat setelah ia menunggu bertahun-tahun lamanya sampai ketika isterinya Sara telah menjadi sangat tua. Namun ketika anak kesayangannya ini baru mulai agak besar, Abraham diperhadapkan dengan suatu ujian, ujian ketaatan, ujian yang menyangkut loyalitas dia kepada Tuhan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Mengapa ujian ini diberikan Tuhan kepada Abraham? Kita tidak tahu dengan pasti. Kita dapat saja mereka-reka maksud Tuhan. Namun yang jelas tak ada berkat tanpa ujian, tak ada kesuksesan tanpa kesulitan dan tantangan, tak ada keberhasilan tanpa penderitaan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan melakukan ujian ketaatan kepada Abraham disaat Abraham makin menyayangi putra satu-satunya, ahli waris satu-satunya, putra tunggal satu-satunya. Ujian Tuhan kepada Abraham adalah ujian mengenai dimana nilai-nilai tertinggi Abraham diletakkan, dimana hati Abraham dipertaruhkan. Hal ini seperti kata Yesus dalam Matius 6:21: Karena dimana hartamu, di situ juga hatimu.” Yesus mengatakan lagi dalam Matius 6:24:” Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Banyak orang mungkin awalnya sangat mencintai Tuhan, mereka bersandar kepada Tuhan pada saat mereka masih muda, pada saat mereka masih belum memiliki apa-apa. Namun ketika mereka telah sukses, telah memiliki kekayaan atau kekuasaan mereka kemudian menjadi lupa akan Tuhan dan bersandar kepada kemampuan mereka, pada kekayaan atau kekuasaan mereka. Dalam Alkitab kita melihat contoh-contoh orang seperti Raja Saul, yang awalnya seorang yang taat akan Tuhan, namun ketika sudah menjad raja, ia berubah dan bersandar pada dirinya sendiri. Salomo awalnya seorang raja yang baik. Ia meminta hikmat dari Tuhan untuk memimpin bangsanya. Tuhan memberikan kepadanya bukan hanya hikmat tetapi kekayaan dan kebesaran. Namun sesudah ia menjadi sangat mulia, ia mulai tergantung pada kebijaksanaannya sendiri, ia lebih condong menyenangkan hati isteri-isterinya yang banyak dari pada menyenangkan hati Tuhan, ia tidak lagi mengandalkan Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ujian kepada Abraham menunjukkan apa yang ia dahulukan, apa yang ia  prioritaskan, yang ia  junjung tinggi dalam kehidupan di dunia, apakah nilai-nilai Tuhan, apakah prinsip-prinsip Tuhan, ajaran-ajaran Tuhan, perintah-perintah Tuhan, ataukah keinginan dirinya sendiri, kehendak diri sendiri, atau kebutuhan diri sendiri. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan menginginkan kita untuk lebih menjunjung tinggi Dia dan segala perintah-perintahNya, segala kehendakNya, termasuk di dalamnya mengasihi sesama orang lain, dan bukan hanya melihat kepentingan diri kita sendiri, ego kita sendiri.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Allah mengasihi kita. Ia selalu menolong kita dan memimpin hidup kita. Namun Ia menginginkan kita hidup dalam ketaatan kepadaNya, mengasihi Dia jauh melampaui kepentingan kita. Ia meminta kita melepaskan perhatian kita dari fokus pada diri kita sendiri dan hanya tertuju pada apa yang menjadi kehendakNya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ujian kepada Abraham sebenarnya mengacu pada kasih Allah kepada manusia. Allah yang sangat berkuasa atas segala sesuatu tak pernah mementingkan diriNya sendiri, tetapi Ia memperhatikan kepentingan manusia, Ia mengetahui ketidakmampuan manusia, tangisan dan jeritan manusia. Allah tersentuh hatinya, Ia tergerak melihat ketidakberdayaan manusia dalam jeratan dosa, dalam penindasan, dalam kesulitan yang berteriak dengan penuh keputusasaan kepadaNya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Allah mendengar jeritan penindasan bangsa Israel di Mesir dan menolong mereka. Ia mendengar jeritan mereka dalam pembuangan mereka, dan Ia berkenan menolong mereka. Ia juga mendengar jeritan jiwa kita yang berada dalam jeratan dan penindasan dosa, dan Ia mengirimkan AnakNya untuk berkorban bagi kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Allah mengesampingkan semua kepentinganNya, Ia lebih mengasihi manusia sehingga Ia rela berkorban, Ia rela menyerahkan AnakNya untuk berkorban bagi penyelamatan manusia. Bukan berarti Allah tidak sayang kepada Yesus, Ia sangat mengasihi Yesus, AnakNya yang tunggal. Dalam Matius 3:17  Allah berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Pertanyaannya saat ini adalah kepada siapa anda  menaruh prioritas tertinggi anda, kepada apa dan siapa loyalitas anda diberikan, apakah kepada manusia, kekuasaan, keluarga, uang, atau kehendak anda sendiri. Tuhan Yesus menolong anda. Amin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/03/18/dimana-loyalitas-tertinggi-anda-5778950/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/03/18/dimana-loyalitas-tertinggi-anda-5778950/</link><pubDate>Wed, 18 Mar 2009 02:42:34 +0100</pubDate></item><item><title>Menjadi Makin Sempurna</title><description>	&lt;p&gt;Yakobus 1:1-4: 1:2. Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan,  1:3 sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. 1:4 Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tak ada emas murni tanpa proses pembakaran. Tak ada keramik yang indah tanpa dibakar dalam tanur. Tak ada anggur tanpa proses pemerasan. Tak ada kesuksesan tanpa kesulitan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Segala yang baik, segala yang indah, segala yang manis semuanya dicapai sesudah suatu proses yang penuh kesulitan, penuh rintangan, penuh dengan tekanan, dan ujian.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tak ada kesuksesan yang didapat dengan gampang. Hanya melalui suatu pencobaan, suatu ujian, suatu perjuangan atau suatu kesulitan, dapatlah orang mencapai kesuksesannya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kesukaran, kesulitan, atau perjuangan berat bukanlah suatu hasil akhir, tetapi suatu proses untuk menghasilkan hasil akhir kepada setiap orang. Tanpa proses ini, tak ada kesuksesan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Makin berat suatu perjuangan,kesulitan atau kesukaran, menunjukkan tanda bahwa kesuksesan yang kita inginkan itu memiliki tingkatan yang lebih besar bagi kita, arti yang lebih baik dari kesuksesan lain yang kita dapatkan dengan mudah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Di dalam Yakobus 1:1-4, Yakobus menasehatkan kita untuk melihat kesukaran kita, kesulitan atau pencobaan kita dari perspektif suatu proses menjadi sempurna sehingga oleh karenanya bila kita berada dalam suatu kesulitan, kesukaran, atau suatu pencobaan, kita perlu berbahagia. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai orang kristen, pencobaan terhadap iman kita perlu kita jalani dengan penuh sukacita, karena ujian atau pencobaan seperti itu akan mendidik kita, mengajarkan ketekunan kepada kita, dan melatih kita untuk menjadi lebih baik, lebih kuat dan lebih mendekati sempurna dalam Kristus.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Iman kita tak akan pernah bertumbuh menjadi dewasa bila tak pernah diperhadapkan dengan ujian atau kesulitan. Iman yang tak pernah mengalami ujian adalah iman yang kanak-kanak.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan menginginkan kita berkembang, tumbuh menjadi dewasa dalam Dia. Untuk itu Tuhan mengijinkan kesulitan dan pencobaan datang menimpa kita. Namun semua ujian, semua pencobaan atau beban yang harus kita pikul, tak akan pernah melampaui kemampuan kita. Tuhan tahu kemampuan kita dan Dia tak pernah mengijinkan apa yang terjadi pada kita melampaui kemampuan kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam pemahaman yang seperti itulah maka Yakobus meminta kita untuk berbahagia. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Paulus bahkan mengatakan dalam Filipi:4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Paulus menasehatkan kita untuk selalu bersukacita terutama bersukacita dalam Tuhan, apapun yang sedang kita hadapi, apapun yang sedang menimpa kita, kita patut bersukacita dalam Tuhan.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kesulitan dan kesukaran memang tidak akan pernah hilang dari kehidupan kita manusia di dunia ini. Sepanjang perjalanan kehidupan kita di atas dunia ini, kita akan diterpa dengan berbagai pencobaan, kesulitan dan kesukaran. Namun hanya orang-orang dalam Kristus saja, yang tetap tekun dalam Tuhan,  yang akan terus maju sampai mencapai kemenangan. Amin&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/03/17/menjadi-makin-sempurna-5770269/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/03/17/menjadi-makin-sempurna-5770269/</link><pubDate>Tue, 17 Mar 2009 01:56:40 +0100</pubDate></item><item><title>Yesus Adalah Terang Dunia</title><description>	&lt;p&gt;Cahaya adalah suatu fenomena yang sangat unik dan penting dalam kehidupan kita manusia. Cahaya memberikan terang pada kegelapan. Cahaya dapat mengatasi kegelapan, tetapi kegelapan tak dapat menutupi terang. Ketika cahaya muncul, maka kegelapan langsung lenyap, namun kegelapan muncul tak dapat mengatasi terang. Saat anda menghidupkan lampu dirumah anda, maka kegelapan kamar anda langsung lenyap.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Anda bisa menutupi cahaya, tetapi anda tidak dapat menghalangi terang dengan kegelapan. Sekecil apapun cahaya, ia akan langsung bersinar dalam kegelapan, namun betapapun besar kegelapan tak mampu dengan sendirinya mengatasi terang.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Cahaya merupakan sumber kehidupan bagi makluk hidup di samping air. Dalam proses fotosintesis, tumbuh-tumbuhan maupun bakteri mengubah energi matahari menjadi energi kimia dan menyimpan energi itu dalam ikatan gula. Dikatakan fotosintesis, karena cahaya disintesa kedalam makluk hidup, dan menjadi sumber kekuatan, sumber energi, atau sumber kehidupan. Tanpa adanya cahaya matahari, maka tak ada proses fotosintensis sehingga tak ada kehidupan. Cahaya membawa kehidupan bagi makluk hidup.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Keunikan lain dari cahaya adalah bahwa ia memiliki kecepatan yang terbesar dan konstan, melampaui semua kecepatan lain.  Kecepatan cahaya sekitar 300.000 km/detik. Keunikan dari kecepatan seperti ini menyebakan semua kecepatan menjadi relatif terhadap kecepatan cahaya itu sendiri. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Sebagai contoh bila dua mobil saling mendekati dengan kecepatan 50 km/jam, maka bila anda berada pada salah satu mobil tersebut anda akan merasakan perbedaan kecepataan mobil anda relatif terhadap mobil yang lain sebesar 50+50 = 100km/jam. Bila mobil anda berjalan seiring dengan mobil teman anda dan masing-masing memiliki kecepatan 50 km/jam, maka kecepatan relatif mobil anda dengan mobil teman anda nol.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun bila kecepatan mobil anda dan mobil teman anda meningkat menjadi sama dengan kecepatan cahaya, maka ketika kedua mobil berpapasan  kecepatan mobil anda relatif terhadap mobil teman anda tidak lagi (300.000+300.000) = 600.000 km/detik tetapi tetap 300.000km/detik. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika kecepatan mendekati kecepatan cahaya, relativitas kecepatan menjadi berkurang, karena kecepatan menjadi konstan, sedangkan yang berubah adalah waktu. Waktu makin lama menjadi makin berkurang, sehingga pada saat kecepatan menjadi sama dengan kecepatan cahaya waktu menjadi nol, alias tak ada waktu atau kekal. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Selain itu tak ada perbedaan kecepatan antara berbagai jenis cahaya, semua cahaya memiliki kecepatan sama dengan dengan kecepatan cahaya itu sendiri.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Melihat ciri-ciri unik dari cahaya itu, maka kita dapat mengerti mengapa Yesus mengatakan dalam  Yohanes 8:12  "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus memang adalah sumber terang itu sendiri. Ia yang memberikan terang yang mengatasi kegelapan, karena Ia telah mengalahkan kegelapan melalui kematian dan kebangkitanNya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus adalah terang dunia, karena Ia yang memberikan kehidupan kekal. Ketika kita bersama Yesus kita menjadi serupa dengan Yesus, Sang Cahaya, Sang Terang itu sendiri, kecepatan kita menjadi sama dengan Yesus, sehingga tak ada waktu yang mengatasi kita, kita menjadi kekal di dalam kekekalanNya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika Allah menjadikan alam semesta ini Allah menjadikan terlebih dulu terang, karena alam semesta pada saat itu berada dalam kegelapan. Terang mengatasi kegelapan, tetapi kegelapan tak dapat mengatasi terang. Terang membawa kehidupan sama seperti tumbuhan-tumbuhan dan makluk hidup membutuhkan cahaya untuk hidup.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus itu adalah Sang Terang, Ia adalah Firman yang bersama-sama dengan Allah ketika dunia ini diciptakan. Melalui Yesus, segala sesuatu itu diciptakan, tanpa Dia tak ada sesuatu yang terjadi. Yohanes 1:1-5 mengatakan: “1:1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.  1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.  1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.  1:5. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. “&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/03/16/yesus-adalah-terang-dunia-5763593/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/03/16/yesus-adalah-terang-dunia-5763593/</link><pubDate>Mon, 16 Mar 2009 02:13:03 +0100</pubDate></item><item><title>Tak Ada Yang Mustahil Bagi Tuhan</title><description>	&lt;p&gt;Seringkali kita meragukan kuasa Tuhan dalam hidup kita. Kita segan datang meminta sesuatu kepada Tuhan. Kalau sampai kita berdoa memohon sesuatu kepada Tuhan, namun di dalam hati kita ada keraguan, ada kesangsian,  tidak memiliki sesuatu keyakinan bahwa hal-hal yang kita mohonkan pada Tuhan itu akan kita dapatkan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa artinya doa kita, apa artinya permohonkan kita, apa artinya iman kita kepada Tuhan, kalau kita tidak memiliki keyakinan akan kuasa Tuhan, tidak memiliki kepastian bahwa Tuhan akan memberikan kepada kita permohonan kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kalau kita berdoa tetapi hati kita meragukan kuasa Tuhan atas diri kita, atas kesulitan kita, atas segala sesuatu yang ada di dunia ini, maka kita sebenarnya tidak mengenal siapa Tuhan kita, betapa besar dan hebatnya kekuasaanNya. Tuhan kita adalah pencipta alam semesta ini, Ia berkuasa atas segala sesuatu dan tak ada sesuatu yang dapat terjadi tanpa ijinNya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan dapat melakukan apa saja, Dia dapat menggunakan orang-orang kecil untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan besar untuk mempermalukan orang-orang besar yang merasa diri mereka hebat. Ia dapat menggunakan cara-cara sederhana dan sepele untuk menyelesaikan masalah-masalah besar, menghapus gunung-gunung kesulitan kita bagaikan debu diterbangkan angin. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan menurunkan roti dari surga untuk memberi makan sekitar 2 juta orang Israel di padang gurun selama 40 tahun tanpa henti. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yoshua meminta Tuhan menahan terbenamnya matahari sampai orang Israel mengalahkan musuh-musuhnya. Tuhan juga merubuhkan tembok-tembok kota Yericho yang terkenal sangat kuat hanya dengan tiupan terompet.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan  hanya menggunakan 300 tentara Gideon untuk mengalahkan ratusan ribu tentara Midian dan Amalek (Hakim-Hakim 6 dan 7).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan membuat Yusuf diangkat menjadi wakil raja di Mesir, negara superpower pada saat itu, walaupun ia hanya seorang asing dan narapidana.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan melindungi Daniel dalam gua singa dan teman-temannya, Zadrach, Mesakh dan Abednego dari tanur api yang dipanaskan sampai tujuh kali.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan menggunakan Daud untuk mengalahkan Goliat hanya dengan sebutir batu kecil, agar semua orang besar dan kuat di Israel melihat siapa Tuhan itu.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus hanya menggunakan lima roti dan dua ikan untuk memberi makan 5000 orang (Matius 14:13-21).&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus mengubah air menjadi anggur dalam pesta perkawinan di Kana.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Adakah sesuatu yang terlalu besar untuk dilakukan Tuhan? Adakah sesuatu yang terlalu berat untuk dilakukan Tuhan? Adakah sesuatu yang terlalu mulia untuk diberikan Tuhan kepada kita anak-anakNya? Adakah yang terlalu kecil untuk dipakai oleh Tuhan?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kalau kita melihat murid-murid Yesus, mereka hanyalah para nelayan, bukan orang terpelajar seperti Paulus, Namun Tuhan menggunakan mereka sebagai RasulNya untuk memberitakan InjilNya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kalau kita melihat kepada Paulus, ia adalah seorang penjahat, seorang pembunuh, yang menangkap orang-orang percaya dan membunuh mereka. Namun Tuhan mau mengampuninya dan menggunakannya sebagai alat dalam pemberitaan InjilNya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tak ada sesuatu yang mustahil bagi Tuhan (Lukas 1:37). Selama kita menaruh percaya kepadaNYa, maka kita akan melihat mujizatNya terjadi dalam kehidupan kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus berkata, bila kita percaya dan tak ada kesangsian dalam diri kita, maka kita dapat berkata kepada gunung untuk pindah ke laut, dan itu akan terjadi. Hanya dibutuhkan iman sebesar butir sesawi yang kecil, maka mujizat itu akan terjadi. Tak ada gunung kesulitan yang dapat mengalahkan kita. Tak ada raksasa Goliat yang dapat melawan kita kalau Tuhan bersama kita.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan itu baik,  dan sangat sayang kepada orang-orang yang bersandar kepadaNya. Bagaikan Bapak sayang kepada anak-anakNya, begitu juga Tuhan sangat sayang kepada orang-orang yang percaya kepadaNYa.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Bila anda ingin hidup anda menerima mujizat dan kasih Tuhan, datanglah dan bersandar kepada Dia. Hanya Tuhan yang mengasihi anda ketika semua yang anda harapkan mungkin telah pergi meninggalkan anda. Hanya Tuhan yang masih tersisa bagi anda ketika semua yang anda miliki mungkin telah lenyap. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tuhan itu baik bila ia menjadi teman anda, tetapi akan menjadi lawan yang sangat dahsyat dan mengerikan bila Ia menjadi musuh anda.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Carilah dan sembahlah Dia. Muliakan Dia dalam seluruh hidup anda, maka Dia akan memuliakan anda dalam kehidupan anda dan dalam kerajaanNya di surga. Tuhan memberkati anda sekalian. Amin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/03/11/tak-ada-yang-mustahil-bagi-tuhan-seringkali-kita-meragukan-kuasa-5734191/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/03/11/tak-ada-yang-mustahil-bagi-tuhan-seringkali-kita-meragukan-kuasa-5734191/</link><pubDate>Wed, 11 Mar 2009 03:00:59 +0100</pubDate></item><item><title>Berdoa Memohon Dalam Nama Yesus</title><description>	&lt;p&gt;Salah satu alat yang diberikan Tuhan kepada kita agar kita dapat  menjalani hidup kita dengan baik, aman, damai dan penuh sukacita adalah doa. Melalui doa kepada Bapa kita, Allah yang mahakuasa, kita diberikan kekuatan untuk menghadapi semua masalah kita, kita diberikan jalan keluar dari semua persoalan kita, kita diberikan pengampunan dari semua kesalahan kita, dan kita diberikan kuasa untuk mengampuni dosa orang lain, bahkan kuasa untuk  menghidupkan orang mati sekalipun.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Namun sayang sekali, banyak dari kita jarang menggunakan media doa ini, meskipun hidupnya  sedang diterpa dengan berbagai masalah. Banyak orang kristen mengabaikan doa, bahkan tidak tahu cara berdoa kepada Allah.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Perlu kita sadar bahwa melalui doa kita datang ke hadirat Allah yang mahakuasa, pencipta dan penguasa seluruh alam semesta. Bayangkan anda mendapat hak istimewa diijinkan datang kapan saja anda mau ke hadapan seorang raja yang maha agung. Hal seperti itu tak pernah terjadi dengan raja-raja atau para penguasa dunia, akan selalu ada banyak rintangan, akan selalu ada pemeriksaan yang berbelit, pertanyaan yang bermacam-macam tentang maksud kedatangan anda, dan belum tentu anda akhirnya akan diterima dan menyampaikan maksud anda secara langsung kepadanya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tetapi Tuhan bersedia menerima kita kapan saja kita mau datang kepadanya melalui doa. Tuhan bersedia mendengar semua keluh kesah kita, ia sabar mendengar kita, dan ia mau menolong kita bahkan sangat gembira bila kita datang ke hadiratnya.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika kita datang berdoa kepada Allah Bapa kita, kita perlu sadar bahwa kita sedang berdiri di hadapan hadiratNya dan berbicara dengan Dia.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tempat dan situasi dimana kita berdoa tidak penting, yang penting adalah kesadaran kita akan kehadiran Allah yang mahamulia dan kudus di hadapan kita dalam doa kita. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Dalam Kisah Rasul 16:25, Paulus dan Silas berdoa dan bernyanyi pada tengah malam di dalam penjara sesudah mereka dipukuli habis-habisan dan dimasukkan ke dalam penjara. Doa dan nyanyian mereka bahkan kemudian didengar oleh tahanan yang lain. Paulus dan Silas berada dalam kondisi yang menggenaskan tetapi mereka justru berdoa dan memuji Allah, mereka sadar mereka sedang berada di hadapan Allah meskipun saat itu mereka berada dalam penjara.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Apa yang terjadi sesudah mereka berdoa dan memuliakan Allah adalah pertunjukkan kuasa Allah yang maha dasyat. Terjadi gempa bumi yang hebat sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kepala penjara itu terbangun dari tidurnya dan melihat pintu-pintu penjara terbuka. Ia menyangka bahwa semua tahanannya telah melarikan diri sehingga tidak ada jalan lain baginya adalah membunuh dirinya. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Tetapi Paulus berseru dengan suara nyaring, katanya: "Jangan celakakan dirimu, sebab kami semuanya masih ada di sini!" &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Kepala penjara itu menyuruh membawa suluh, lalu berlari masuk dan dengan gemetar tersungkurlah ia di depan Paulus dan Silas.  Ia mengantar mereka ke luar, sambil berkata: "Tuan-tuan, apakah yang harus aku perbuat, supaya aku selamat?"   Jawab mereka: "Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu."   Lalu mereka memberitakan firman Tuhan kepadanya dan kepada semua orang yang ada di rumahnya.   Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.   Lalu ia membawa mereka ke rumahnya dan menghidangkan makanan kepada mereka. Dan ia sangat bergembira, bahwa ia dan seisi rumahnya telah menjadi percaya kepada Allah. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Itulah kekuatan doa kepada Allah yang mampu menembus kekuatan-kekuatan dunia, membuka semua pintu-pintu penjara, merontokkan semua belenggu rantai penjara dan memhancurkan  hati manusia yang keras untuk bertobat kepada Allah dan memuliakan Dia.&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Ketika kita berdoa dan memohon sesuatu kepada Allah, Yesus meminta kita memohon  dalam namaNya. Dalam Yohanes 15:16b “ ..... apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. “ Hal yang sama dikatakan Yesus dalam Yohanes 14:13 - 14 “dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.  Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya." &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Segala pemenuhan doa kita diberikan oleh Bapa, Ia yang memberikan dan memenuhi permintaan kita. Segala berkat kepada kita diturunkan dan berasal dari Allah. Oleh karena itu Yesus selalu mengajarkan kepada murid-muridnya untuk meminta kepada Allah, BapaNya, tetapi meminta dalam namaNya. Mengapa harus seperti itu?&lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Karena Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tak ada seorangpun yang dapat sampai kepada BapaNya tanpa melalui Dia (Yohanes 14:6).  Yesus membuat itu mungkin bagi Bapa menjawab doa-doa kita. Melalui Dia kita diampuni, kita dikenal dan dapat berada di hadirat BapaNya serta menyampaikan petisi kita. Di dalam Yesus ada jaminan, ada harapan, dan ada keselamatan. &lt;/p&gt;
	&lt;p&gt;Yesus selalu mengajari murid-muridnya untuk berdoa dan meminta dalam namaNya, karena kita adalah milik Kristus, bahkan sudah dianggap saudara dalam Yesus, sehingga ketika kita meminta dalam nama Yesus, maka Allah BapaNya langsung mengenal kita sebagai sahabat atau saudara AnakNya. Amin.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt; &lt;small&gt; &lt;a href="http://dmanongga.blog.co.uk/2009/02/19/berdoa-memohon-dalam-nama-yesus-5604801/#comments"&gt;Comments&lt;/a&gt; &lt;/small&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://dmanongga.blog.co.uk/2009/02/19/berdoa-memohon-dalam-nama-yesus-5604801/</link><pubDate>Thu, 19 Feb 2009 02:13:36 +0100</pubDate></item></channel></rss>
